.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Showing posts with label wisata.. Show all posts
Showing posts with label wisata.. Show all posts

Saturday, 26 November 2016

BALI : Parasailing

 Itu foto kamu yang lagi naik balon terbang itu?
Wuh, keceeee.
*sayangnya bukan. (sambil nglipet muka)

Hal yang paling bikin saya excited sambil nahan mules pas lagi ke Bali adalaaaah – yes, PARASAILING nya. Kalian tau nggak sih rasanya kepingin, yang kepingin banget, tapi nggak kesampean? Sayang yang sayaaaang banget, tapi nggak bisa jadian? Duuuh itu rasanya gaenak banget pemirsah. Semacam itu lah rasanya pas saya cuman bisa ngeliatin temen-temen saya naik parasailing, antri sambil berdebar, dan turun sambil senyum kayak abis pup yang udah dikelarin, dan saya cuman bisa ndongak dari bawah, gabisa memutuskan apapun.

CEMEN. MENTAL TEMPE.




Monday, 22 June 2015

Gunung Andong Grabag Magelang


Kita ini newbie. Anak baru. Yang masih unyu-unyu. Dan buat saya pribadi, ini first time saya mau-maunya diajak naik gunung yang sebenernya bukan gunung banget juga. Dibanding sama merbabu, semeru, merapi atau sodaranya itulah – apa sih gunung ini. Cuman 1726 Mdpl. Paling cuman secuplik. Tapi karena cuman secuplik inilah saya akhirnya nggak banyak pertimbangan buat nyetujuin gabung sama mereka. Awalnya saya juga bukan anak dolan juga, saya ini lebih dominan suka di rumah. Yang males kepanasan. Yang pake helm bentar doang udah pusing, dan nggak bisa mbaca jalan – apalagi peta. Buta banget. Maka saya mengiyakan asal ada boncengan.

Sebelumnya kita cuman nggabung karna suka main. Yang tiap kali ada tanggal merah udah punya rencana panjang aja mau kemana mau kemana. Didaftar mulai dari yang dalam kota sampai luar kota. Dari yang kantong tipis sampe agak tebel. Maklum, background yang semuanya anak kost dan mahasiswa emang bikin kita perhitungan biaya dan waktu yang kurang cucok selain weekend. Mungkin lain kali bakal jadi judul yang lain tulisan kami yang sempat ke pulau sempu Malang, jatimpark, tebing breksi dan candi ijo kalasan, snorkeling di pantai nglambor, dan episode get lost yang lain.

Saya tipe yang lebih suka menghabiskan waktu sama keluarga, dulunya. Makan bareng. Liburan bareng. Dan ngapa-ngapain bareng. Karena alasan utama, biaya lebih terjamin. Alasan yang kedua, mbah saya dulunya emang agak ribet. Tapi sekarang orang tua saya jadi lebih ngebebasin saya asal tanggung jawab. Dan itu selepas saya tamat sarjana strata satu. Kata ibu saya, boleh main – asal semua muanya imbang – dunia sama akhiratnya. *Duh berat.

11 april 2015. Hari sabtu. Selepas pulang kantor,  berangkatlah saya dan 8  orang temen saya naik motor. Saya pikir badan saya ini udah paling ampuh dan kuat aja buat naik ke atas, walaupun rasanya memang saya agak ragu dan capek karena beberapa waktu sebelumnya jadwal padet. Tapi ya apa mau dikata, janji tetep janji. Kurang lebih 2 jam ngebut, dan isya sampailah kita ke basecamp pendakian gunung andong yang masya allah juga ramenya. Duh, apa daya kitanya selalu bisanya malem minggu aja.

Sunday, 21 June 2015

Sunrise di Gunung Prau


Awal bulan juni lalu, saya dan rombongan get lost akhirnya berkesempatan baik bisa mampir ke jalur pendakian gunung prau. Setelah kurang lebih menempuh waktu 5 jam an dari jogja sampailah kami di basecamp gunung prau yang identik dengan suasana wonosobo yang islami, dan dingin. Tepat pada saat itu memang sedang ada acara khataman di sekelilingnya. 

Kami singgah kesana persis hari sabtu, alias malam minggu. Maka jangan banyak tanya suasana pasti akan tumpah ruah disana. Dan memang benar, sejak dari base camp awal dan pemberian rambu-rambu bagi pendaki, memang sudah banyak sekali kendaraan yang ngetem disana. 

Kurang lebih pukul setengah dua belas malam akhirnya saya dan rombongan mulai perjalanan. 14 orang dengan presentase imbang antara laki-laki dan perempuan itu ternyata juga cukup menambah jarak tempuh perjalanan karena kami harus saling menunggu satu sama lain. Maklum, hari itu juga tepat malam minggu, sehingga jalur pendakian benar-benar padat. Belum lagi jalanan yang jelek, berlumpur, antri, stamina yang kurang tanpa pemanasan, maka jika tidak salah hitung – kami sampai di bukit teletubbies tepat jam 3 an. Yang kalau dihitung baik-baik maka kami sudah jalan kurang lebih 4 jam. Angka yang fantastis jika dibayangkan, karena ada beberapa teman saya yang tanpa persiapan bahkan pertama kali ikut untuk mencoba mendaki.


Friday, 29 May 2015

Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta

Pesona kota yogyakarta memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu tempat wisata mulai bermunculan, mulai dari wisata budaya – desa pengrajin – sampai dengan wisata alamnya yang hampir terus bermunculan tiap tahunnya. Potensi tersebut tidak hanya didasarkan atas jogja sebagai kota yang nyaman dan sekaligus kota pelajar tersebut. Tetapi daya tarik tersebut dibangun atas besarnya antusiasme penduduk lokal maupun para perantau yang selalu siap sedia mengunjungi tempat baru dimanapun di pelosok jogja sekalipun.