.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Showing posts with label resensi buku. Show all posts
Showing posts with label resensi buku. Show all posts

Thursday, 14 September 2017

Monster Motivasi Anthony D. Martin : Resensi Buku

Judul             : Monster Motivasi
Penulis           : Anthony Dio Martin
Tebal                          : 224 halaman
Idr                   : 48k

            Dari seluruh buku yang saya punya, buku ini mungkin salah satu yang akan saya rekomendasikan untuk dibaca. Dengan bahasa ringan, issue-issue hangat yang selalu terjadi di kehidupan, dan alasan baik bagi kalian adalah – buku ini tidak terlalu tebal sehingga tidak akan jadi beban bagi kalian. Wkwk

            Terlepas dari buku ini bukan ditulis orang yang kalian kenal seperti penulis buku Harry Potter dan sebagainya, saya tetap yakin setiap buku selalu membawa pesan kebaikan. Jadi dalam membaca buku kita harus menerapkan prinsip, jangan lihat buku dari pengarangnya – lihat buku dari isinya. Sebagaimana hadist yang menyerukan bahwa jangan lihat siapa yang memberikan nasihat, tapi lihat isi nasihatnya. Begitulah.



            Dengan kurang lebih 36 judul / sub-bab, buku ini berhasil membuat saya lope dengan pesan-pesan hidupnya. “Jangan biarkan apapun menghentikanmu,
buat yang suka bergosip atau digosipin,
self talkmu – nasibmu,
hidupmu mimpimu – bukan memimpikan hidupmu, jangan berpikir positif”,
 itu beberapa judul bab dari buku ini yang paling saya suka.

            Akan saya tuliskan ulang salah satu kalimat dari judul buat yang suka bergosip atau digosipin :

“Pembelajaran penting pertama adalah saat kita membicarakan mengenai seseorang, kita mesti tetap waspada. Sebab kita sebenarnya tidak tahu banyak yang terjadi. Jadi jangan terlalu sengit tatkala mendengar gosip yang belum tentu benar. Pembelajaran penting kedua adalah menerima realitas bahwa jika kita tidak menggosipkan seseorang, orang lain mungkin akan menggosipkan kita. Tetapi, tatkala digosipkan, bersikaplah tenang, sebab, jka orang lain tidak menilai kita lebih sukses dan lebih berhasil, mungkin mereka tidak akan menggosipkan kita”.

            Akhir kata yang dituliskan oleh penulis buku tersebut adalah GONG-NYA bagi saya. Bayangkan, betapa menyenangkan dan menenangkan membayangkan ternyata kehidupan kita dipandang lebih menarik, sukses, berhasil, dan membuat orang lain tidak dapat menutup mulutnya rapat-rapat. Bahkan sekalipun hal tersebut tidak menjadi muasal gosip, bukankah kalimat tersebut sudah cukup untuk menenangkan hati dan alasan untuk bersikap tenang?
           
            Dari judul buku ini saja “MONSTER MOTIVASI”, kita sudah dapat membayangkan apa saja isi buku ini. Lebih lebih lebih dari sekedar motivasi. Ini adalah mbahnya motivasi, jadi jangan lupa untuk memasukkan buku ini ke keranjang belanja kalian.

            Selamat menyelami buku. 

You, Only Better Nicholas Bate : Resensi Buku

Oke, saya melupakan janji saya sendiri untuk menulis seminggu minimal tiga kali – resensi buku yang saya punya - post di blog – share di sosial media.  Anggaplah saya sebagai manusia biasa yang suka melupakan janji dan malas. Tapi anggaplah kalian juga sama biasanya sebagai manusia yang punya kewajiban mengingakan sesama, sehingga apa salahnya menegur saya atas janji yang saya ingkari sendiri? Wkwk. Orang-orang seperti ini memang selalu punya dasar untuk membela diri bukan? Haha *abaikan.
Langsung saja ke pokok buku

Judul       : You, Only Better (Berpikir dan bertindak positif untuk menciptakan versi diri yang terbaik)
Penulis : Nicholas Bate
Jml      : 220 hlm.
Harga : 60 k

            Saya beli buku ini belum lama, 05 September 2017. Buku yang masih fresh from the oven banget tanda tangannya. Baru aja kelar saya baca. Awalnya saya nggak niat beli buku ini, tapi ada satu kalimat yang akhirnya membuat saya yakin “saya harus beli buku ini nih. Obat banget”.

            Ketika itu saya memang tidak berniat membeli buku. Saya hanya mampir untuk beli kertas dan beberapa peralatan kantor yang mulai habis. Lalu kelilinglah saya ke rak-rak buku motivasi psikologi. Saya pikir apa salahnya, pada saat itu saya memang sedang tidak enak-enaknya. Pikiran saya sedikit kacau karena suatu urusan yang kata anak sekarang kerennya disebut “baper”. Akuilah, saya memang sensitif, dan karena urusan itu saya jadi malas berpikiran positif tentang suatu hal. Oke, sederhananya, ini urusan mental dan sikap positif ngadepin sikap orang lain yang nggak sesuai harapan.

            Buku ini berisi 9 bagian, dengan bagian final tentang saran penulis dari huruf abjad a sampai dengan z. Ikhtisar buku ini bisa diringkas menjadi pokok bahasan yang seringkali diulang oleh penulisnya, yakni  atur kompas anda, atur kompas anda, dan atur kompas anda. Sekali anda menentukan kompas dan menyeimbangkannya, maka urusan lain mudah saja diselesaikan. Tapi, lagi-lagi, jangan berharap praktek akan mudah sesuai teori. Dan anda dituntut membaca ini dan terus memahaminya. Ada 3 langkah yang penulis berikan sejak di awal buku ini:



1.      Mulailah menyadari gagasannya
2.    Terimalah kenyataan
3.    Ambil tindakan
           
Seperti judul buku ini, “YOU, ONLY BETTER”, tidak ada yang diinginkan penulisnya selain – anda selalu menjadi lebih baik, anda terus menjadi lebih baik. Maka dalam buku ini akan dipaparkan beberapa cara mudah menerima kenyataan dan cara mengambil tindakan, bahkan begitu banyak step yang ditawarkan untuk berubah dalam buku ini. Lagi-lagi, sesuatu yang belum anda lakukan hanya bernama keputusan, setelah anda melaksanakannya – barulah itu disebut tindakan. BERTINDAKLAH.

Saran buku ini, jadilah mahir. Ambillah dan lakukan suatu hal yang anda sukai, yang anda kuasai, jadilah ahli agar anda dihargai orang lain dan menghargai diri sendiri. Berikan kemampuan terbaik anda agar anda bisa dilihat berdasarkan nilai kehadiran anda, bukan seberapa banyak dan seberapa lama anda disana.  

Satu-satunya kekurangan buku ini (menurut saya) adalah, saya agak kesulitan memahami beberapa bahasa(dalam beberapa halaman, tapi beberapa halaman lain saya suka kesederhanaan kalimat dan contohnya) karena bahasanya kurang ringkas. Mungkin saja karena ini buku terjemahan, atau mungkin juga gaya bahasanya yang terlalu ribet. Atau akui saja, memang saya harus membaca lagi buku ini untuk memahaminya lebih baik lagi.

            Kelebihan buku ini, satu issue menarik, bagian terbaik yang menyembuhkan saya dari kegalauan berhari-hari akibat sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana adalah, kita sesungguhnya memiliki dua energi dalam tubuh, yakni energi mental dan energi fisik. Yang saya lupakan adalah bagian itu, energi mental. Saya lupa bahwa ternyata energi mental mempengaruhi segala sesuatu yang saya lakukan setiap hari. Sekali mental saya jatuh, maka energi fisik saya akan ikut down. Dan sejak menemukan kalimat itu, betapa saya menyadari kekuatan pikiran dan energi mentalnya. Cara mengembalikan kekuatan energi mental? Buku ini juwaranya.

Berikut akan saya kutip beberapa cuplikan ide bagus mengenai energi mental dari buku ini yang membuat kita tersenyum sadar :
1.      Tips mental 5 : Teman sejati, tempat nyata, waktu nyata. Teman yang baik di tempat nyata. Percakapan yang luar biasa. Apakah ada yang lebih menyembuhkan?
2.      Tak tersambung ? : tidak ada email, tidak ada facebook, tidak ada layar : hanya percakapan dan kembali nyambung. Kita tidak peduli bahwa beberapa teman kita menganggap kita “aneh” karena kita offline selama satu minggu. Hiduplah dengan mudah dan murah dan jadilah waras.


            Masih penasaran apa saja tips yang diberikan penulisnya untuk kita jadi lebih baik ? baca deh buku ini. Salam dangdut :D

Sunday, 3 September 2017

The Power of Habit Charles Duhigg : Resensi Buku

Judul : The power of habit 

(Dahsyatnya kebiasaan. Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan dalam hidup dan bisnis) – Charles Duhigg


Tebal : 370 halaman / 60 k

“Sewaktu anda bangun tadi pagi, apa yang anda lakukan pertama kali? Bergegas mandi, memeriksa handphone, menyambar air putih dari meja, mengecek jam, atau merapikan selimut? Anda menyikat gigi sebelum cuci muka atau setelahnya? Apakah anda mengambil air di gayung dengan menggunakan tangan kanan atau kiri? Apa yang anda katakan kepada teman-teman anda ketika bertemu dan setelah selesai bertemu? Rute mana yang kalian tempuh ketika hendak ke kantor atau pulang ke rumah? Minuman apa yang anda pesan ketika berada di suatu tempat makan? Apa yang anda kenakan ketika akan bertemu orang lain, sandal jepit atau flat shoes rapi? “

Menurut William James pada 1892, “seluruh hidup kita, sejauh memiliki bentuk yang pasti, hanyalah sekumpulan kebiasaan”.

Anda pasti menyadari bahwa seluruh pertanyaan yang saya ajukan di atas telah menjadi serangkaian pola yang sama setiap harinya. Anda sudah pasti menghafal seluruh gerakan yang anda lakukan tiap hari, bahkan tanpa berfikir. Terus menerus berulang, dan menjadi kebiasaan. Memulai hari, mandi, rute yang kamu pilih, respon yang kamu berikan, dan kebiasaan lain.

Buku ini berisi tiga bagian, yang pertama kebiasaan perorangan, kebiasaan organisasi yang sukses, dan yang terakhir kebiasaan komunitas. Salah satu cerita menarik yang hendak saya kutip sebagai berikut :

Lisa Allen, umur tiga puluh empat tahun, pecandu rokok dan minuman keras sejak umur 16 tahun, obesitas, memiliki banyak hutang, tak pernah bertahan lama dalam sebuah pekerjaan dan bahkan ditinggalkan suami terkasih. Dia menjadi orang yang paling frustasi dan kehilangan kontrol selama berbulan-bulan.

Lima tahun kemudian, Lisa Allen, orang yang sama, berhasil merubah dirinya secara keseluruhan. Dia berubah menjadi perempuan bertubuh langsing dan ceria, tak lagi merokok dan minuman keras, tidak memiliki utang, mulai memperbaiki hidup dan menabung, gemar berolahraga dan bahkan telah memenangkan rekornya bekerja di suatu perusahaan desain grafis selama lebih dari 39 bulan.

Apa yang merubah Lisa Allen dalam waktu-waktu terpuruk di atas?

Dalam perjalanan hidupnya setelah perasaan kacau berbulan-bulan. Lisa Allen memahami ia perlu merubah sesuatu, sesuatu yang bisa ia kontrol. Ia telah kehilangan banyak hal dan tidak mau berdiam diri dengan keadaan yang sangat memalukan tersebut. Ia memerlukan tujuan dalam hidup untuk dikejar. Namun ia memerlukan sesuatu sebagai fokus dan memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk berubah. 1 tahun waktu yang dia tetapkan.

Dalam perjalanannya ke Kairo, Lisa telah menetapkan satu tujuannya, ia mau berhenti merokok. Ketetapan hatinya bahwa ia harus berhenti merokok pada akhirnya memicu serangkaian perubahan lain dalam hidupnya. Ia menggantikan merokok dengan kegiatan lain yang lebih positif, lari pagi. Satu kebiasaan tersebut merubah pola pikir dan hidupnya. Ia merubah seluruh kebiasaannya - cara makan, menyusun jadwal kerja, merencanakan masa depan, dan sebagainya. Lisa memilih berfokus terhadap satu kebiasaan saja, namun ternyata hal tersebut merupakan kebiasaan kunci yang membantunya merubah segala aspek dalam hidupnya.

Peneliti kemudian menemukan di dalam otaknya bahwa, seperangkat pola kegiatan saraf kebiasaan-kebiasaan lama Lisa telah berubah, ditindih oleh pola-polanya yang baru. Peneliti menemukan pindaian otak yang sangat mengagumkan dalam otak Lisa. Penelitian mengenai Lisa Allen dan kebiasaan pemicunya membantu para dokter memahami bagaimana satu keputusan dapat berubah menjadi perilaku otomatis.

Kata kunci dalam buku ini adalah – kebiasaan kebiasaan tersebut jika dilihat dalam gambar pindai otak tidak pernah hilang, namun dapat digantikan dengan pola-pola kebiasaan yang baru yang lebih sering digunakan. Intinya kebiasaan buruk yang ada dalam hidup kita memang tidak bisa dihilangkan, tapi bisa dibelokkan. Penelitian terhadap gambar otak Lisa mengatakan bahwa serangkaian kebiasaan hidup makhluk hidup dapat dirubah dengan kebiasaan pemicu.

Penelitian selanjutnya bahkan tidak hanya melibatkan manusia, tetapi juga tikus. Pindaian pada otak tikus, dan manusia yang mengalami penyakit kehilangan ingatan ternyata menunjukkan lingkar kebiasaan yang sama. Kebiasaan dan respon makhluk selalu berulang tiap kali mengalami kejadian yang sama meskipun tidak dapat diungkap. Jangan khawatir, semua kebiasaan buruk itu bisa dirubah perlahan.

Tertarik untuk mempelajari kebiasaan dan merubah kebiasaan buruk ? Temukan kebiasaan pemicu kamu dalam buku ini.

Rekomendasi : Bintang 4 (****)