.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Showing posts with label rekomendasi buku. Show all posts
Showing posts with label rekomendasi buku. Show all posts

Wednesday, 25 May 2016

DAFTAR NOVEL TERBARU 2016 (1)

Ini dia nih, koleksi buku fiksi terbaru awal 2016, harganya mulai dari 50 k. check this out ...

Cuman ada beberapa buku dulu yang bisa saya share di post ini, yang pertama bukunya eka kurniawan.


sejak baca buku eka yang cantik itu luka, saya jadi naksir gaya bahasa dia.
nah ini buku terbaru, kalo nggak salah baru keluar bulan april.

nih buku harganya kurang lebih 90 an, hampir 100k. secara bahasa bagus sih, tapi harus dibilang, saya nggak suka endingnya, nggantung banget. nggak kayak buku eka kurniawan yang lain. untuk yang ini, saya harus bilang nggak suka. 


dibanding yang di atas, saya lebih suka alur yang ini nih, lelaki harimau.
masih kayak biasanya, pola pikir eka emang liar. rawwrrr

Friday, 8 April 2016

Novel Dee Lestari


Saya Lupa tepatnya tahun berapa, tapi buku pertama yang saya baca karya dee judulnya filosofi kopi. Kumpulan cerpen yang menurut saya, wow, orisinil, nggak sok drama banget – lagipula, setahu saya, cuman dee satu-satunya penulis wanita yang tulisannya liar. Bebas. Lepas. Dan ritmenya enak. Nggak mau terbatas sama issue manusia.  semua yang ditulis di bukunya hampir menyentuh seluruh aspek. Dalam salah satu cerpennya di buku yang sama, dia justru membahas dari sisi kecoak – atau tentang sikat gigi. Saya suka bagian itu. itu sihirnya dia. Saya bersyukur mengenal tulisan dee dari dulu. 

     Untuk pemula, yang nggak begitu suka mempelajari “bahasa dan kosakata”, tulisaan dee memang identik dengan asing dan rumit. Ada inggris lah, kimia lah, fisika kuantum, dan apalah apalah. Dee mencampuradukkan seluruh istilah yang dia pengen masukin. Tapi itu justru yang bikin saya tertarik sejak dari judul pertama itu. hebatnya, yang dia masukin mah nyambung-nyambung aja. Nggak terkesan sok pintar atau dipaksakan.

Saya berasa lagi baca buku kuliah, karna setiap ada istilah asing saya justru tertantang buat tahu – dan saya catet, saya garis bawahin. Itu awal ketertarikan saya sama dee. Tulisannya segar, peduli amat dia beragama apa – atau latar belakangnya gimana. Saya hanya mencintai karyanya. 

Lantas dari filosofi kopi itu saya mulai menunggu karya-karya dia yang lain. Saya tunggu postingan blognya, saya follow dia. Tapi sayangnya, dee nggak begitu aktif di sosial media, terutama blognya. Rectorverso, madre, supernova, perahu kertas, hampir semuanya mengejutkan. Bikin saya larut banget bacanya, dan nggak mau diduain. 

Buku terakhir yang bikin saya kayak gila, harap-harap cemas kayak mau nungguin pacar balik dari pangakalan, senyum-senyum sendiri karna udah mau rilis – Supernova inteligensi embun pagi. Heboh banget saya waktu ditandain temen saya buku itu mau rilis, senyum, teriak, dan langsung pasang badan nyiapin duit. Saking hebohnya, mulai dari waktu malem pre order bisa dibuka saya langsung pesen. Itu langka banget saya lakuin, apalagi dengan riwayat saya pernah ketipu sama pesen online gitu. Tapi saya udah nggak sabar. 

Inteligensi embun pagi.

Setelah saya dibuat senyum sendiri sama si etra di seri petir, kagum sama zarah di seri partikel, dan semua lingkaran yang membingungkan itu. IEP muncul dengan 600 an halaman, yaaaang sayaaa selesaikan dalam waktu sehari. Ngebut.

Setelahnya?

Saturday, 5 January 2013

Daftar Buku dan Novel Bagus 2



1.      Supernova "petir" - Dee.
2.      bumi manusia – Pramodeya Ananta Toer
3.      Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
4.      Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer
5.      Rumah kaca - Pramoedya Ananta Toer
6.      Si anak singkong, Chairul Tanjung
7.      Kicau kacau- Indra Herlambang
8.      Negeri para bedebah – Tere liye
9.      Sepatu Dahlan – Krishna Pabichara
10.  Perjalanan Rasa – Fahd Djibran
11.  Separuh isi separuh kosong – Parlindungan Marpaung
12.  Habibie ainun
13.  Seperti air yang mengalir – Paulo Coelho
14.  Cinta itu kamu – Moammar Emka
15.  Comic Conan eps. 69
16.  Cinta di dalam gelas – Andrea H
17.  Padang Bulan – Andrea H
18.  Muhammad – Tasaro GK
19.  Berjuta rasanya – tere liye (versi online)
20. Larung - Ayu Utami 
21. Dunia Sophie - Jostein Gaarder 
22. Life Of Pi - Yann Maritel
23. Kitab Epos Ramayana - C. Rajagopalachari
24. Setan dalam al-qur'an -  M. Quraish Shihab
25. How to master your habits - Felix Siauw
26. Yang Galau yang meracau - Fahd Djibran

Buku-buku yang terakhir ini list baru. hadiah ulang tahun *yang kebanyakan dari temen bangeeet*
27. Makrifat Cinta - Candra Malik
28. Jiwo Jancuk - Sudjiwo Tedjo
29. Negeri di Ujung tanduk - Tere Liye


 Dan lain-lain yang kebanyakan penulisnya adalah :
a. fahd djibran
b. darwis tere liye
c. ustadz felix siauw
d. pak Mario teguh 
e. candra malik
f. Cak Nun 
g. Sudjiwo Tedjo
h. Dee
Ternyata harus disadari, dalam kurun waktu postingan rekomendasi buku juni tahun lalu, saya tidak terlalu banyak membaca buku. tidak banyak meminjam buku. dan tidak banyak membeli buku. lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca berita online, dan menonton televise.

lalu sebenernya waktu lampau itu saya habiskan buat apaaaaa?

Tuesday, 17 July 2012

review buku sepatu dahlan

-seri pertama-
judul                : sepatu dahlan
pengarang        : khrisna pabichara
penerbit           : noura books
tebal                : 392 hlm.; 14x21 cm
harga               : 62. 500
novel ini berkisah tentang dahlan. seorang pemuda pekerja keras, dengan situasi dan kondisi keluarga yang sebenarnya tidaklah begitu miskin. masih memiliki pekerjaan, semangat juang, juga pemahaman yang baik tentang bagaimana menjalani kehidupan.
tentang dahlan dan keluarganya, tentang dahlan dan buku harian. dan dahlan yang bermimpi besar memiliki sepatu, juga sepeda. entah mimpi, entah hanya keinginan yang harus terlaksana. tapi melecutkan semangat mudanya.
dalam kisah ini, diselingi beberapa kisah tentang tetangga, tentang pertemuan dan perpisahan yang menyakitkan, tentang sahabat-sahabatnya dan juga beberapa cerita dari sekitar tempat tinggalnya. sumur pembuangan pejuang, ibunya yang sakit, tentang tuan tanah dan penjaga kebun alias mandor perkebunan berhektar-hektar yang  menguasai kekayaan alam di desanya. tentang sejarah pesantren takeran, dan juga abdinya pada orang tua, juga pada pesantren itu.
ada 3 bagian yang paling, paling saya sukai.
yang pertama.
adalah bagian ketika dahlan, yang sedari kecil. sudah begitu menyukai menulis. berbagi sepotong kehidupannya di masa itu dalam selembar kertas, meski hanya beberapa baris. tapi penuh makna. menunjukkan betapa berkarakter pemuda yang masih labil di umurnya yang masih belia.  
dahlan kecil yang sudah terbiasa merasa salah, lantas meminta maaf, dengan penggambaran seperti ini “maafkan dahlan ya bu .. “ tiap kali khilaf menyakiti atau melawan ayahnya. tiap kali melakukan kesalahan pada zain adiknya, dll. dahlan yang berlapang dada. meski hanya dituangkan dalam tulisan. tidak semerta diungkapkan.
bagian yang kedua.
selalu menjadi bagian yang saya suka. rasa yang tumbuh tanpa diduga, tanpa disemai juga tentunya :p, ya, ketika dahlan bertemu gadis bermata indah. namanya aisha, anak salah satu mandor yang pernah memergoki dahlan mencuri tebu di ladang yang dijaganya, hanya untuk menghalau lapar adiknya ketika ibunya sedang sekarat, dan tak ada siapapun di rumah kecuali dahlan.
aisha, gadis bermata indah yang selalu ditunggu dahlan di depan rumahnya. berharap bisa melihatnya, meski sekadar ketika aisha sedang menjemur pakaian.
meski hanya sepenggal-sepenggal saja dimasukkan dalam cerita. karna lebih banyak tentang kehidupan dahlan di bagian usaha dan perjuangannya melawan rasa lapar, menjadi sabar. tapi, bagian rasa suka menyukai selalu jadi bagian menyenangkan. menyegarkan, entah meski berakhir bahagia, atau malah menyesakkan. tapi di bagian buku seri pertama ini, masih terlalu mengambang, tak bisa diduga bagaimana kelak lanjutannya.
bagian yang ketiga.
bagian puisi. dalam tulisan-tulisan dahlan tiap kali merasa sedih, jenuh, dan bosan. kalimat terakhir, penutup yang membuat tersipu. padahal jelas bukan untuk saya tulisan itu :p
begini kalimatnya “ apapun itu, aku suka matamu”.
bukankah itu lebih dari cukup untuk menjelaskan betapa terpesonanya dahlan pada aisha? juga sudah menjelaskan betapa mempesonanya mata yang dimiliki aisha. meski kedudukan mereka begitu berbeda.
tapi, yang bisa saya tangkap adalah. novel ini bekerja penuh untuk menjelaskan kepada pemuda lainnya. untuk terus berbuat sekuat tenaga demi mewujudkan apa yang jadi mimpinya. bahkan, untuk sekedar membeli sepatu bekas saja, dahlan awalnya hanya bisa bermimpi. sepatu saja begitu sulitnya untuk diusahakan olehnya.
dahlan tetap semangat. angon kambing, berjalan menuju sekolahnya tanpa alas kaki. berusaha jadi yang terbaik semampunya. bukan menunggu maunya.
kekurangan di buku ini adalah, harganya yang terlampau mahal. entah karena menjadi best seller. atau entah alasan apa, terlepas dari seribu rupiah dari tiap penjualan yang akan disumbangkan untuk gerakan sepatu itu. tetap saja, hal yang dinilai terlalu mahal sulit sekali dilampaui dan dibagi kepada banyak orang.
kelebihannya, penceriteraan tidak terlalu berbelit-belit. bahasa yang digunakan pun tidak terlampau sulit, atau tinggi. sehingga mudah dipahami. biasanya dalam catatan harian, surat  menyurat itu panjang, tapi dahlan memilih jadi peringkas cerita, yang tetap mengena. walaupun sebenarnya saya agak malas membaca bagian tentang sejarah-sejarah (jangan ditiru!)
yang jelas, yang harus ditiru adalah pengabdiannya pada orang tua, tawadhu’, asal benar maka diikuti. bertanggung jawab pada apa yang dibebankan dan jadi tanggung jawabnya, sebagai anak, sebagai kakak, dan sebagai seorang murid. tentang usahanya, kesabarannya meski hanya menunggu untuk mendapatkan sepatu, dan tak juga jadi lelaki yang suka mengumbar janji pada aisha. cukup sadari realitanya.
dan penutupnya, terima kasih buat saudara terbaik yang sudah membelikan dan memberikan buku ini untuk saya. semoga jadi tiket kebaikan yang akan menyebar luas, lewat buku, untuk pemahaman dan perjuangan baik. untuk saya, dan kemudian melebar ke segala arah manusia. amin.
-semoga membantu, semoga bermanfaat, kalau ada kekurangan tolong dimaafkan :p-






Thursday, 7 June 2012

Daftar Buku dan Novel Bagus

Daftar Buku dan Novel Bagus (menurut sudut pandang saya).

CERITA FIKSI
  1. Dee - Rectoverso
  2. Dee - filosofi Kopi
  3. Dee - Perahu kertas
  4. Pukat - Darwis tere liye
  5. Melukis Pelangi - Okki Setiana Dewi
  6. 1 Perempuan 14 Laki-laki - Djenar Maesa Ayu
  7. Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin - Tere Liye
  8. Maryamah Karpov - Andrea Hirata
  9. Laskar pelangi
  10. sang pemimpi
  11. edensor
  12. Sunset Bersama Rosie - Tere Liye
  13. hafalan sholat delisa
  14. Rembulan tenggelam di wajahmu - Tere Liye
  15. Sejuta Pelangi - OSD
  16. Munajat Cinta - Fathurrahman Al Azizy
  17. Burlian - Tere liye
  18. Bidadari-bidadari Surga - Tere liye
  19. Kisah sang penandai - Tere liye
  20. Ayahku Bukan Pembohong - Tere liye
  21. Hikmah dari seberang - Author unknown
  22. Eliana - Tere liye
  23. Kau, aku dan sepucuk angpau merah - Tere liye
  24.  Surat Kecil Untuk Tuhan - Agnes Davonar
  25. pocong juga pocong - poconggg
  26. Birdman - Mo Hayden
  27. Totto Chan - Tetsuko Kuroyanagi
  28.  Moga Bunda Disayang Allah - Tere liye
  29. Ontologi Rasa - Ika Natasha
  30. Cowok Khayalan - Beni Ramdani
  31. Kawin kontrak - Tita rosianti
BUKU 
  1. Summerhill School - Asneil
  2. Pengenalan Tekhnologi Informasi - Terra C
  3. Panduan Bagi gadis yang beranjak dewasa - Kate Gruenwald
  4. Cara cerdas menguasai tenses - Doni S. wardana
  5. Agar ngampus nggak sekedar status - Robiah al adawiyah
  6. BOM Aids - yayasan Nurani
  7. Doktor cilik hafal dan Paham Al Qur'an - Dina Y. sulaeman
  8. Emotional Learning - OSHO
  9. The road travelled - m. scott peck
  10. Touch My heart - Toshitaka Nomi
  11. Manusia setengah salmon - Raditya Dika
  12. Menu celana dalam - Satmoko Budi
  13. Journey a Baitullah - Siti Rokhim
  14. Doa menghadapi musibah - Ari munandar
  15. Quantum Ikhlas 
  16. Remaja Gila baca - Izzatul Jannah
  17. Gaul ala Facebook
  18. Libux untuk pendidikan dengan edubuntu
  19. panduan praktis internet dengan handphone
  20. dari teori hingga praktik image dengan Photoshop CS3
  21. 30 menit menguasai photoshop CS
  22. Shortcut to be T-shirt design 
  23. metode berhitung cepat
  24. Babeh - duka anak jalanan
  25.  
                               
KOMIK  dan serial anak                 
  1. Lawan paling berat - Bung smas
  2. Doraemon - Fujiko
  3. Conan  
  4. Kecil-kecil punya karya
  • i love cooking
  • the cute little ghost
  • untuk bunda dan dunia
  1. Nakayoshi
  2. Koiki Sichi Henge
  3. G  T O
  4. Kungfu Boys
  5. My client and me 
  6. Flying Bubblee - Yoko shoji
  7. Luna - lunatic



---- SEMOGA MANFAAT --   dan nambah lagi daftarnya

sebenernya ini semua buku kecuali buku kuliah saya masukin dalam daftarnya, yakin saja seleran saya bagus, makasih.                                                                                 

Monday, 4 June 2012

koleksi tambahan

ini adalah novel ke sekian kali yang dibuat oleh darwis tere liye, berisi kurang lebih 507 halaman
(waauw, angka yang fantastis). novel ini pas banget di dapet waktu adek ku ulang tahun. tanggal 27 januari 2010.
seharusnya yang dapet kado dia, eh rejeki emang gak kemana kali ya, gak ada udang gak ada bakwan, dan ..

jeng jeeeeeng --lebay--

makhluk adam yang namanya giska ngasih buku ini cuma-cuma. tanpa minta apa-apa, tanpa ekspresi pula ngasihnya. hehe. dan buat tambahan koleksi gratis nya di rakku, makasih banget ya gis :D saya memang selalu suka buku




1. novel yang pertama, judulnya. kau, aku dan sepucuk angpau merah (judulnya berubah jauh sama waktu pertama kali di posting di page penulisnya) tapi tak apalah. mau apapun judulnya, novel ini berhasil menarik perhatian beberapa penggemar novel, termasuk saya.

bercerita kurang lebih tentang mei, gadis pemilik wajah sendu menawan. yang ternyata sengaja bertemu borno, bujang berhati paling lurus.




kurang lebih gini ni resensinya:
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini.
Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.

Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini.
 Ceritakan kepada mereka.


 2. novel yang kedua, judulnya, 1 perempuan 14 laki-laki Buku terbaru Djenar Maesa Ayu. Djenar berkolaborasi dengan 14 orang laki-laki, dengan latar profesi yang beragam. diantara para lelaki yang beruntung itu tu adalah :

 Enrico Soekarno (Cat Hitam Berjari Enam),
Indra Herlambang (Menyeruput Kopi di Wajah Tampan),
Sardono W Kusumo (Rama Raib), Totot Indrarto (Kupunyakupu),
Jerinx JRX (Kulkas. Dari. Langit.),
Arya Yudistira Syuman (Matahari di Klab Malam),
Sudjiwo Tedjo (Rembulan Ungu Kuru Setra),
Richard Oh ( Nafas dalam Balon Karet),
Nugroho Sukmanto (Bukumuka),
Lukman Sardi (Ra Kuadrat),
 Robertus Robet (Dijerat Saklar),
Romo Mudji Sutrisno (Polos),
Butet Kartaredjasa (Balsem Lavender).

 ini nih gambar sampulnya,






3. yang ketiga, novel campuran bahasa yang sukses membuat saya agak bingung, agak mengkerut, agak gila dan agak-agak lainnya yang memang sudah menempel melekat di diri saya. judulnya Ontologi rasa. yah walaupun ini baru pertama kali saya baca buku dari penulis yang baru, biasanya kan yang udah terkenal banget tuh. tapi ini nggak perlu diraguin, buat yang gak begitu paham kalo pake percakapan bahasa inggris, silahkan kursus dulu atau nyari translater gratis buat nerjemahin kerutan kening kalian.
novel ini make bahasa sederhana, dengan khasnya menyampaikan lelucon-lelucon dan humor yang nggak asing di kepala. bener-bener anak muda banget gaya bahasanya, jalan cerita dan kehidupannya. mungkin :D




biar nggak bertele-tele, karena saya capek ngetiknya juga. ini inih koleksi buku yang nambahin penuh rak buku saya awal sampai pertengahan tahun 2012

4, 5. yang ke empat dan kelima





buku persembahan OSD tentang hidup, tentang keyakinan dan perjuangannya. semoga bisa nginspirasi muslim lainnya yaaa. amin

9. yang keenam
buku konyol lagi seri ke sekian punya raditya dika, yang tanpa ngomong pun mukanya emang udah ngocol dari sononya. dan bagian yang paling jadi favorit saya adalah pas ibunya nakut-nakutin dika walaupun akhirnya parno sendiri, daaaaaaaaaaaaaaaaaan
wawancara sama hantu-hantu gila bayangan raditya dika yang gak bakal bisa bikin takut. mana ada serem-seremnya. apalagi pas bagian wawancara sama genderuwo yang ternyata adalah makhluk halus yang masih sebelas dua belas dengan ababil alias abg labil di kehidupan nyata, bener-bener ALAY.
dan itu bikin ngakak guling-guling!

trus thanks juga buat gendut yang  udah nganterin muter-muter keliling toko buku se jogja nyari buku hukum internasional yang gak tau dimana juntrungannya, tapi akhirnya malah beli nih buku. tolol!



ini buku terakhir yang jadi koleksi bulan ini. 

semoga besok bisa nambah lagi ya. amin. total sekarang buku di rak saya ada... berapa ya?

sebentar sebentar, saya hitung dulu ..

YAP! total ada kurang lebih 40-an buku tebel mulai dari novel, bagian psikologi, dan buku-buku yang menang genre saya. itu belum termasuk hitungan buku--buku hukum saya ya.
teteeep, somboooongnya gak ketinggalan ! haaha
dan komiknya ada berapa belum saya hitung. yang jelas udah lumayan banyak lah ya.

lanjutannya lagi, makasih buat satu orang ini nih yang udah sukses bikin saya agak tersinggung dengan boneka oleh-olehnya. kenapa harus bentuk dua itu ya?
apa nggak ada lagi yang lebih imut dan lucu dari itu, ini jelas pelecehan massal. tapi semoga ini hanya perasaan saya, semoga. ..



saya bener-bener nggak tau, apa karena memang cuman ini referensi boneka imut nan lucu di kepala lelaki tengil itu. tapi untuk oleh-olehnya, makasih banyak deh ya, juga buat tebengannya kemana-mana. makasih ya maslul :D

ini nih foto makhluk makhluk yang selalu dan sangat sangat baik pada saya. semoga nggak ada apa-apanya ya. hee















 mukanya tengil-tengil kan ya? benar. anda memang selalu benar!

Sunday, 3 June 2012

Resensi "Kau, aku dan sepucuk Angpau Merah"



Tere liye hadir lagi dengan imajinasi barunya. Dengan pemaparan sederhana tentang cinta dan objek yang jarang sekali menarik perhatian. Tapi lagi-lagi Karena keistimewaan pilihan kata dan penyampaian sederhana, tidak berbelit-belit tapi sukses membuat penasaran, cerita dalam novel ini menjadi istimewa untuk dibaca. Berlatar sungai Kapuas di kota istimewa yang terletak tepat di garis khatulistiwa, Pontianak. Mengambil tema kehidupan dan lingkungan para pengemudi sepit, yang sederhana, kompak dan kekeluargaan yang meski seringkali diabaikan justru menarik intuisinya sebagai penulis. Seluruh kisahnya tertutur rapi dan asik dalam tiga puluh tujuh bab buku ini.  
Kau, Aku dan sepucuk angpau merah adalah novel yang menceritakan tentang kisah seorang pemuda. Anak yatim yang berhati paling lurus sepanjang Kapuas. Adalah Borno, seorang pemuda asli Pontianak yang hidup dan besar di rumah panggung pinggir kali. Dikelilingi banyak keragaman suku, bugis, melayu dan suku asli ada. Ada cik tulani dan Koh Acong yang meski keturunan cina mengaku asli Pontianak, Bang togar anak angkat tetua suku dayak. Berbaur kompak menjadi satu. Memiliki teman baik bernama Andi yang asli bugis. Menghormati dan meyakini petuah bijak dari seorang perantau yang sangat mencintai kota itu, seorang tetua yang sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri, yang tidak lain tidak bukan adalah Pak tua, yang selalu memberikan pemahaman baik untuk tiap kejadian.
 Diawali dari meninggalnya Ayah Borno. Bukan karena nyawa yang sudah benar-benar hilang dari raga, tapi karena kebaikan hati ayahnya yang merelakan jantungnya didonorkan kepada orang lain yang sudah hampir mati meski kemungkinan ayahnya tersebut masih dapat diselamatkan. Ubur-ubur penyebabnya. Borno yang saat itu masih sangat muda belia, perlahan menghapus memori luka dari ingatannya meski tak benar-benar pernah lupa. Kehidupannya berjalan seperti biasanya, hidup sebagai bujang di sepantaran sungai Kapuas, tinggal berdua hanya bersama ibunya, Saijah namanya. Melanjutkan sekolah yang tak diduganya bisa sampai ke jenjang SMA. Selepasnya dari sekolah, Borno bekerja apa saja, mulai dari buruh pabrik dan juga penjaga karcis kapal feri yang tak bertahan lama, sampai akhirnya kesepakatan para kerabat dekat ayahnya untuk menyuruhnya menjadi pengemudi sepit seperti warga lain dengan sepit borneo hadiah dari bang togar dan sumbangan para warga lainnya. Dan disinilah kisah bermula.
Ia menemukan selembar surat berwarna merah, dilem rapi, dan tanpa nama di dalam sepit hebat berwarna biru miliknya. Berhari-hari mencari siapa pemilik surat merah tersebut, ternyata surat itu hanya sebatas angpau biasa saja. Dibagikan seorang gadis cantik menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Dan ia menyimpannya sampai nanti kisah ini akan terang sendiri. Yang menjadikan menarik cerita ini adalah Mei, gadis pemilik surat itu, dengan wajah sendu menawan yang membuat Borno pemuda berhati lurus itu menjadi bodoh kelakuannya. Selalu mengantre di urutan sepit nomor tiga belas, berusaha mencari kesempatan besar untuk sengaja bertemu dan berbincang meski hanya sepuluh sampai lima belas menit dengan waktu penantian yang tak berbanding seimbang yaitu dua puluh tiga jam, tapi selalu kebetulan yang mempertemukan kisah mereka.
Mei, seorang gadis keturunan melayu Pontianak yang lahir disana, kuliah dan pindah di Surabaya, yang akhirnya kembali mengukir kisah cintanya di tempat kelahirannya. Dengan perbuatan sederhana dan tanpa kata cinta. Borno yang awalnya adalah pengemudi sepit, setelah kepergian mei yang pertama memutuskan belajar ilmu perbengkelan sesuai saran ayah Andi yang memiliki bengkel kecil yang tak ubahnya seperti gudang bekas barang rongsokan. Tapi ia menemukan hobinya yang terpendam dalam hal itu. Mempelajari tekhnik sederhana dengan caranya sendiri, membaca habis buku yang ia peroleh dari bapak andi dan meminjam selebihnya dari perpustakaan kota. Lebih banyak dan lebih menggebu dibanding anak sepantaran yang sedang menempuh kuliah akhir.
Ia menghabiskan seluruh waktunya untuk mempersibuk diri, pagi harinya mengemudi sepit, sore sampai malam ia belajar menjadi montir dan malamnya mendengar petuah hebat dari pak tua. Semuanya ia lakukan untuk menghilangkan harapan semunya tentang bibit rasa yang tidak ia semai dalam hati tetapi mekar sendiri untuk Mei. Hari berganti hari dilewati dengan berbagai cerita di sekelilingnya, Pak tua yang sakit, Andi yang berbohong padanya kalau Mei sudah kembali padahal hanya akal-akalannya saja untuk mengantarkan besan Daeng yang tak lain adalah ayahnya Andi, juga diselingi Kisah cinta bang Togar yang masih saja romantic dari awal sampai masalah datang menerpa bahtera rumah tangganya. Sampai akhirnya enam bulan ia lalui sempurna tanpa kabar dari Mei, dan sakit pak tua karena umurnya yang sudah renta membawa jalannya sendiri untuk bertemu dengan Mei untuk yang kedua kalinya.
Tanpa tau alamat rumah dan dimana Mei bekerja, Borno berangkat gamang ke Surabaya menemani pak tua berobat. Tetapi kebetulan lagi hebatnya, Ia bertemu dengan Mei di ruang tunggu klinik alternative tempat pak tua menjalani terapi dan tempat nenek Mei terapi juga, kebetulan yang menyenangkan, setelah sekian lama menghabiskan tenaga juga pikirannya mengobrak-abrik isi buku telepon tebal bernama Soelaiman akhirnya waktu sendiri yang berbaik hati mempertemukan. Mereka bertemu, berpisah, bertemu lagi di Surabaya dan berpisah di kemudian hari dengan harapan akan cepat bertemu lagi, meski kepercayaan dirinya yang berkurang karena menyadari ia dan Mei yang begitu berbeda dan tatapan sinis dari ayahnya Mei ketika ia datang berkunjung.
Sekembalinya ke Pontianak, harinya kembali lagi muram durja, ingatan tentang Mei justru semakin menjadi. Membuatnya tak konsentrasi mengerjakan apapun, dan jatuh sakit. Sakit di badan, sakit di hati. Ia semakin sibuk belajar montir, mengasah lagi kemampuan terpendamnya dalam hal otomotif, mencoba mewujudkan rencana sederhana yang dimilikinya untuk ia dan Andi, teman sejatinya. Kembali lagi dengan rutinitas hariannya di pinggiran Kapuas. Mengemudikan sepit, belajar di bengkel Daeng dan menjaga Pak tua.
Tak perlu menunggu lama setelah kepulangannya dari Surabaya, Kejutan besarnya Mei kembali lagi mengajar di Pontianak, meninggalkan sekolahnya di Surabaya. Datang mengagetkannya pagi-pagi dengan memesan khusus sepit miliknya pada petugas timer, mengembalikan lagi senyum khasnya beberapa hari.  Sekembalinya Mei untuk yang kedua kali ke kota istimewa itu, semangatnya kembali menyala, seperti kobaran api yang tak pernah padam. Ia dan Mei semakin dekat saja. Mei menjadi penumpang specialnya setiap pagi, meski masih saja kerongkongannya seperti tercekat ketika memulai bicara, tetapi segalanya berubah membaik. Tapi lagi-lagi Mei menghilang, meski telah memberikan hadiah buku yang selalu saja special, ia pergi meninggalkan janjinya karena tak pernah yakin dengan hatinya sendiri, hanya membiarkan hati terus berasumsi. Dan babak baru kehidupan asmara juga impiannya dimulai, tapi seluruh cerita yang belum pasti itu juga mulai terkuak perlahan
Ia, pak tua dan Andi datang berkunjung ke sebuah tempat praktek dokter gigi untuk mengantarkan Andi yang sakit gigi. Makin lama makin parah, akhirnya ia dan pak Tua memaksa andi pergi kesana. Dan disana mereka bertemu dokter sarah, seorang gadis cantik penambah ramai cerita ini. Ia adalah seorang dokter gigi yang ternyata adalah anak kecil yang dilihat Borno beberapa tahun silam, di lorong rumah sakit yang sama ketika ayahnya diambil jantungnya untuk didonorkan. Gadis kecil yang memperhatikannya dengan seksama meski harus mendapat tatapan sinis darinya waktu itu. Gadis kecil yang selalu mengingat detail kejadian di lorong rumah sakit, ketika ia yang masih kecil berteriak-teriak meyakinkan diri bahwa ayahnya masih hidup, ketika ia kecil meronta tak mau mengalah kalau ayahnya masih bisa diselamatkan, bukan malah pasrah menyumbangkan jantungnya yang masih bisa berdetak di dunia.
Seluruh kenangan itu kembali terputar otomatis, seperti rekaman ulang kejadian masa lalu yang tiba-tiba hadir di pikiran tanpa bisa dihentikan. Memutar kembali kejadian menyakitkan. Tetapi bedanya, sekarang ia menemukan kebanggaan karena kebaikan dan ia sendiri yang sudah lebih mengerti hakikat berbagi. Keluarga besarnya di sepantaran Kapuas kedatangan tamu besar, yaitu keluarga sarah yang tak henti-hentinya berterima kasih atas pengorbanan ayah borno dulu. Berterima kasih karena baru saat ini bisa menemukan jejak mereka meski sudah bertahun-tahun mencari. Kedua keluarga besar ini dengan cepat menyatu, seperti layaknya teman karib yang sudah lama tak bertemu.
Jalan untuk impian Borno juga terbuka lewat Daeng, ayah Andi. Ia diminta untuk menjadi kongsi besarnya untuk membuka bengkel besar di jalan strategis pinggiran kota. Dan ia meyakini impian besarnya itu dengan berbesar hati menjual sepit kebanggaannya itu untuk menutupi kekurangan biaya pembelian toko itu. Tapi sial tak dinyana-nyana, Daeng yang sudah terlanjur kepincut membeli dan tidak terlalu memperhatikan urusan surat menyurat toko itu ternyata kena tipu mentah-mentah. Ternyata toko itu hanya toko sewaan yang bangkrut sebelum masa sewanya habis, dan uang Daeng dan janji spare part lengkap untuk memenuhi bengkel musnah dibawa pergi penipu itu. Sialnya lagi, Daeng shock berat. Beberapa bulan ke depan Daeng hanya bisa diam meratapi perginya uang yang diusahakannya berbulan-bulan lamanya. Uang dari hasil menjual rumah dan sepit kebanggaan borno itu. Mereka berdua berusaha sekuat tenaga membangkitkan semangatnya, membangun kembali puing-puing harapannya untuk jadi pemilik bengkel ternama. Merencanakan lagi mimpinya, menjaring relasi dimana-mana.
Dan kabar baiknya, sedikit demi sedikit pelanggan bengkel baru Borno bertambah karena kerja Borno yang bisa diandalkan seperti montir professional, berkat mulut Andi juga yang tak henti-hentinya berbual tentang layanan hebat tanpa kesalahan. Keadaan Daeng semakin lama semakin membaik, tatapannya sudah penuh ambisi, tidak kosong lagi seperti dulu. Berita baiknya lagi, Mei kembali lagi dengan keyakinan baru, kepergiannya sementara ini membiarkan tempat duduk sepitku kosong satu ternyata diketahui pak tua. Mei hampir selalu saja bercerita kepada pak tua, mendatangi rumahnya, tetapi meminta dengan hormat agar pak tua tak menceritakannya. Tetapi kalau jodoh memang tak kemana, mereka bertemu berpapasan di tangga rumah pak tua. Mei hendak pulang dan Borno baru saja datang mengantarkan rantang makanan, mei yang terburu-buru malah meninggalkan tumpukan buku PR milik muridnya. Dan kesempatan Borno untuk berpura-pura jadi pahlawan, memperbaiki hubungannya yang sempat merenggang. Dan lagi-lagi semuanya terjalin indah, berpilin-pilin seperti kelindan. Seperti sudah tak dapat dipisahkan. Mei membantu Borno membangun lagi impiannya, menjadi teman setia Borno melebarkan sayap usahanya. Membawakan makan siang dan makan bersama di bengkel, Membagikan stiker dan jaket untuk dibagikan dan ditempelkan di helm para tukang ojek agar menjadi langganan setianya, juga menjadi alat promosi gratis yang bisa sampai kemana-mana. Ide yang cemerlang bukan?
Tapi kebahagiaannya itu tak bertahan lama, Mei memutuskan hubungannya tanpa diduga. Tanpa penjelasan pula. Ia hanya datang ke bengkel dengan muka masam, menemui Borno dan bilang, jangan menemuiku lagi. Borno lagi-lagi dibuat menunggu, dibuat hatinya terombang-ambing tak pasti lagi-lagi Karena asumsi yang tak diperjelas si empunya hati, Mei.
Kesibukan membuka bengkelnya, keluarga barunya membuat Borno sesekali melupakan kegalauannya. Kali itu Borno sekeluarga diundang ke acara pesta pernikahan kakak Sarah, dan meski semuanya sudah dipersiapkan rapi oleh sarah tanpa diinginkan Borno, kejadian tak terduga hadir lagi. Ia bertemu dengan Mei dan ayahnya di tempat itu. Ternyata Mei dan ayahnya adalah sahabat karib keluarga Sarah sejak dulu, sampai Mei dan keluarganya meninggalkan Pontianak tanpa kabar. Borno mencoba mendekati Mei yang selalu merapat dengan ayahnya yang galak itu. Sampai akhirnya kesempatan itu datang, Borno bertanya, “Karena apa?” tapi Mei hanya diam, berkali-kali selanjutnya ia selalu bertanya itu, tapi Mei sempurna menghilang, benar-benar tak mau bertemu dengan Borno.
Mei Menyibukkan diri di yayasan tempat mengajarnya, bersembunyi, tak mau juga ditemui di rumah. Berkali-kali menyuruh bibinya berbohong, dan berkali-kali pula Borno merepotkan bibinya dengan menitipkan secuil kertas sobekan, menulis pesan singkat untuk Mei. Berhari-hari seperti itu, sampai akhirnya Borno memutuskan berhenti dan mengetahui mei kembali ke Surabaya.
Lagi-lagi meninggalkannya.  
Enam bulan mei pergi, setahun lagi terlewati. Borno masih saja bertanya dalam hati tentang itu, “kenapa?” memikirkan mei di sela-sela kesibukannya. Mei yang ditunggunya belum juga memberi jawaban untuk pertanyaannya selama ini. Persiapan lomba balap sepit, dan semua kisah peramai cerita ini  membuatnya semakin dekat dengan sarah, diakui atau tidak ia merasa nyaman bercerita pada Sarah. Tentang perasaannya pada Mei, harapannya, pertanyaannya dan segalanya tentang Mei.
Jawaban itu datang sendiri ketika borno sampai di Pontianak setelah jalan-jalan hebatnya bersama sarah dan rombongan lainnya, baru saja merapat di loket, tengah malam, saat Borno baru saja menjejakkan kaki di pelataran jalan.
Bibi mei datang, menjelaskan kalau Berbulan-bulan akhir ini Mei sakit parah. Entah karena apa. Kejadian yang sama persis seperti yang dialami ibunya. Hingga akhirnya bibi mei terpaksa membocorkan rahasia ini padanya, kalau angpau yang masih disimpannya rapi sampai sekarang itu tak lain adalah surat pemberi jawaban itu sendiri. Surat yang membuka misteri tentang Mei, tentang masa lalu Borno, dan juga tentang pertanyaannya selama ini. Dan borno seketika memutuskan menjemput kalimat hebat nan menakjubkan yang pernah pak tua sampaikan dulu.
***
Selepas kejadian itu, kehidupan borno benar-benar berangsur membaik. Benar-benar tak ada lagi kehilangan. Ia kembali menarik sepit, ia kuliah menjemput mimpinya yang sempat tertunda. Bengkelnya maju pesat, bahkan ia sudah bisa membuka cabang di jalan paling besar di kota istimewa itu.
Dan mei? Borno membesarkan hati untuk melupakan kejadian itu, memberikan definisi berbeda tentang arti cinta. Untuk terus mencintai meski pernah ada duri yang sempat menghalangi.