.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, 4 June 2016

Aku kangen.


Perjalanan 1000 kilometer. Aku. Duduk manis di kursi mobil.
Pemandangan sawah. Gundukan pasir. Buku kumpulan cerpen eka kurniawan.
Judulnya perempuan patah hati yang menemukan cinta dari sebuah mimpi. Apa aku boleh masuk di dalamnya? Ikut bermimpi dapat cinta lagi?

Dari balik kaca kuamati kakek nenek bercengkrama.
Ibu dan anak saling menggenggam tangan, menyeberang.
Anak-anak sekolah berlari, tertawa, lantas saling mengejek.
Sederhana.
Dua orang di depanku sibuk menyambung kata.
Katanya di Madura tak ada gereja. Orang di sebelahnya mengerutkan kening.
Bertanya? Sambil sesekali menunjukkan raut muka tidak percaya. Apa benar?
Dunia orang dewasa memang kadang tak bisa dimengerti.
Raganya sibuk disana, tapi hatinya enggan.
Matanya melihat kesana, tapi hatinya menuju tempat jauh.
 
Aku sibuk mengamati. atau entah mencari.
banyak kejadian yang terlampau asik untuk diamati.
Tapi kepalaku sedang tidak disini.

Aku kangen.



Sunday, 28 June 2015

Kita

Suatu saat kita akan kembali kesana
Pada tempat duduk di ujung sana
Atau tetap pada kursi yang masih sama

Kembali Menatap dedaunan kering
Hamparan awan, angin bergemerisik
Jalanan ramai. Pekak bunyi kendaraan
Dan kepala ikut mengamin semua kenangan

Kita yang kemudian tertawa
lantas menghela nafas lega
Melepas resah. Membuang dendam. 

Sampai pada titik itu ..
Kitalah masa lalu.

Sebiji Dzarrah


Jangan menyembunyikan apa-apa yang bukan sekedar milikmu
Dalam tubuhmu mengalir darah orang lain
Barangkali ibumu
Barangkali ayahmu
Jangan menahan apa-apa yang bukan hanya bagianmu
Dalam hartamu terdapat harta mereka
Dalam udaramu terdapat kebutuhan nafas mereka
...
Sebiji dzarrah pun akan kembali
Mungkin dalam bentuk yang lain
Mungkin di waktu  yang lain
Mungkin dari tangan yang lain
Atau mungkin ...
Dari keindahan yang lain

Seperti jalan misterius yang kamu sukai dan ingin selalu kamu kenali
Maka, Nikmat Tuhan mana lagi yang mau kamu dustai?

Tuesday, 21 April 2015

Tentangmu, suatu waktu

Menuliskanmu memudahkanku mengingatmu
Tentang pesanmu
Caramu membalas senyumku
Pola pikirmu
Penolakanmu
Seperti mengingat potongan-potongan cerita yang berhamburan
Yang terkadang hilang
Lantas datang
Dan menyatukan ingatan tentangmu memang hanya semudah itu
Semudah, menerima – dan mengikhlaskan bahwa Tuhan selalu punya kehendak atas sesuatu.

Di titik itu ...
Di Titik aku kembali mengingatmu dengan lapang
Di jalanan ...
Di bawah pohon rindang ...
Atau disaat hatiku sedang kesepian ...
Akan kurengkuh daun di depanku
Akan kudekap udara yang berhembus di hadapku
dan tersenyum atas segala yang pernah kau torehkan. 

Monday, 12 November 2012

Dunia kita

Matahari menawarkanku cahaya terang,
ketika mata enggan terbuka dan kantukku nyatanya harus kupaksa sirna.
Tapi aku bahagia ...
Udara masih mampu aku hela, bersama duka dan suka yang nyatanya bukti nyata keberuntunganku di dunia.
siang menawarkanku tempat peristirahatan.
Ketika lelah datang ... Ketika panas
menjerang ... Ketika badan letih tak terkatakan.
Aku masih mampu bergerak ... bebas tanpa batas.
Dan inilah bahagia kita, karna lelah sadarkanku bahwa aku masih mampu bekerja.
Gunakan sisa-sisa waktu untuk lakukan apa saja.
dan senja berikut malam tawarkanku
kedamaian.
Ketenangan hati yang entah harus bagaimana dan kata mana mampu sampaikan.
Ketika dingin udara menyentuh raga, tiba-tiba sejuk menyentuh puncak rasa.
bahagia makin sempurna ... Saat di samping kita masih banyak jiwa peduli dan sampaikan cinta yang teramat istimewa.
semoga kau ikut merasakannya

Wednesday, 7 November 2012

K E J A M !



Kata mereka hatinya seperti batu
keras ... Membeku
tak ada satupun ucap yang mampu memberangus ego dan emosi yang mulai bertumpu.
kenapa lagi-lagi harus begitu?

kata mereka, sadarnya mulai memudar
seiring setan yang selalu ia beri jalan
membiarkan keburukan menjelma jadi keegoisan
bahkan Tuhan-pun ia sisihkan, kejam!

entah apalagi yang membuatnya hilang sadar
aku tak merasa lagi mengenal
harusnya cerita dan luka yang ia rasa mampu tepis seluruh kekanakan
bukan lagi untuk memberi makan amarah jadi dendam

kasihan mereka ...
yg telah mulai lelah menunggu perubahan seiring ia yang makin dewasa.
meski ia tak mau sadari, banyak rasa yang terluka karna ucapnya.

Sunday, 4 November 2012

Cinta itu indah ;)

Malam-malam penuh gemerlap bungah.
aku menatapmu dari segala arah
kadang diam ... Berganti keluh kesah.
kadang senyuman ... Hadirkan resah.
tapi bahagia bersamamu membekap semua lelah.
aku seperti tersesat di negeri antah berantah
tapi sunyiku hilang karna tawamu seolah
air yang mengguyur semua amarah
bahagia ... Melihatmu memapah cintaku dan sunggingkan tawa renyah.
dan pelukmu yang membuat diri hadirkan perhatian tanpa jengah.
dalam tidur terus kusaksikan wajah.
membayangkanmu rasa ini hadir bertumpah ruah.
tapi hebatnya aku diam, ingin terus memelukmu serakah.
manjamu luruhkan pongah
karna kau-lah pembawa titah bahagia merekah

Bisakah kupinta cinta?

Apa itu berbunga-bunga?
benarkah dunia seperti sekumpulan taman mawar yg semerbaknya hanya milik berdua?
kalau begitu, apa aku bisa memesannya?
agar kukirimkan bersama udara yang dia hela?
agar cemburu dan panas hati ini segera sirna darinya.
apa itu rasa?
benarkah mampu membolak-balik angkuhmu dan menjelma jadi tulus cinta?
kalau begitu, bisakah aku memintanya?
agar kusemai benihnya di hati kita.
biar senyumku senyummu, senyum kita terus hangat menerpa.
membawa riang dunia meski nestapa bersamanya.
tapi, meski tak bisa kuminta segalanya.
aku bahagia mendapatimu yang terus sederhana memaknai cinta.
karna senyummu, memang mempesona :-*

Kamu ... dan takdir

Seperti menulis di atas pasir.
coretan kata yang kuukir
begitu saja tersapu angin
tega sekali ia membuatnya berdesir.
tapi tetap saja kulakukan berulang sampai senja terusir .
kamu angin yang hadirkan bahagia duka semilir.
menghapus keringat yang jatuh dan bergulir.
atau mungkin kamu si petir
yang menyambar damai dunia dengan pahit getir.
biar ... Biar saja segalanya mengalir.
agar sempurna lukisan takdir
agar rasa suci manusia kembali terukir.
dalam duka dan tawa yang teranulir

Obsesi hati ;)

Di dalam ruang gelap nan pengap ini
aku duduk menyendiri
menepikan kelebatan rasa yang bercokol dalam hati.
ingin sekali memiliki ...
bertatap dalam nyata yang bukan dalam sunyi.
tak bisa lagi menyangkal rasa ini telah pergi.
menguap sia-sia melengkapi siklus yang datang silih berganti.
nyatanya kadang di hatiku tak ada kendali.
dan entah mana hati yang benar-benar kucintai.
ragu terobsesi dan menyelimuti
dan pikiran tentang mereka mengelabui nurani diri.
tolong bawa hatiku lari.
kembali lagi hanya menasbihkan cintamu
dalam syair dan melodi

Saturday, 3 November 2012

Sepertinya, Cinta



Banyak tumpah ruah pertanyaan berjejal di kepala. Sayangnya semakin banyak waktu yang kita lalui bersama, segalanya terlihat makin samar saja. Kau yang tak pernah mau menyapa … kau yang tak pernah mau menatap mata, walau sedetik saja … kau yang diam dalam ketidak jelasan rasa … dan segala hal tentang kau selalu menimbulkan prasangka.

Entah apa yang kusuka, kau dengan sederhananya. Atau aku memang mendamba sosok dengan sifat yang menyerta. Ingin sekali menghapusnya, membuang jauh-jauh angan untuk bersama. Tapi tak bisa! Atau mungkin aku yang tak mampu berusaha mengenyahkannya. Siapa bilang aku tak rasakan duka? Siapa bilang hanya kau yang bisa jadi istimewa? Tapi sayangnya rasaku sudah mengejawantah menjadi denyut nada. Entah bagaimana mengikisnya …

Thursday, 30 August 2012

Tapi ini nyata, bukan maya. Seperti mekar bunga indahnya

Entah di bilik mana kusimpan namanya
terbayang wajah dan manis lesung pipitnya.
entah sejak kapan rasa ini tumbuh kecambahnya
ini nyata, bukan maya.
entah selasar mana saja hati ini sesak oleh rasa cinta
cinta yang berbeda pada hati yang berbeda pula
ini nyata, tanpa rekayasa.
tapi aku tak mau gila
entah dengan apa dan karena apa cinta ini adanya.
adanya memang karna anugrah yang kuasa.
adanya memang untuk kusemai agar damai semesta raya.
tapi aku tak mau memendamnya lama.
entah lewat apa segalanya terasa memayungi mata.
yang tiap langkah kaki menjejak, hanya ada kelebatnya.
hanya matanya yang terbayang sempurna.
entah, entah semua karna apa.
mungkin tanpa sebab rasa ini mekar indah seperti bunga.
mungkin karna inilah adanya.
adanya karna, aku cinta.
dan ingin kusemai sedalam-dalamnya, selama-lamanya.

Wednesday, 29 August 2012

Karna waktu, bukan kuasaku

Seberapa kuatnya ragaku
seberapa kekar dan hebat fisikku mampu mengangkat seluruh belantara rindu
aku tak pernah mampu menggenggam erat waktu
agar tak menjauh dari bayangku
aku tak akan pernah mampu ..

seberapa besar tahta dan harta melingkupi hidupku
genggaman jemariku tak akan mampu merengkuh waktu
karna waktu ..



sesekali aku diam, tak bergerak.
menyelaraskan bagaimana waktu akan membawaku
tapi waktu tetap saja ia mendahuluiku

sesekali aku mengikuti waktu
ingin tahu bagaimana ritme langkahnya menyusuri hidupku
tapi aku tak tahu, dia tak mau sesuai mau-ku


karna waktu ...
sama sekali bukan kuasaku
Karna waktu, bukan atasku
Dan bukan sekedar untukku

Mata sipit pipi chubby - kami

Tak apa banyak tawa untuk kami
Tak apa banyak hina terlontar bagi kami
Bagi kami,  ini keindahan diri
Patut disyukuri
Dan inilah apa adanya kami :)