.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Showing posts with label pesan. Show all posts
Showing posts with label pesan. Show all posts

Saturday, 2 September 2017

Jangan Sepelekan Maag


Makan yang bener loh
Tetangga gue meninggal maag
Noh di tipi juga tuh. Ati ati. #Plak


Berita meninggalnya Dokter tampan yang memandu acara Dr. Oz jadi tamparan bagi saya. Dr. Ryan Thamrin meninggal dunia karena penyakit maag di akhir hidupnya. Parahnya lagi, berat badan Dr. Ryan di postingan akun-akun instagram menurun drastis. Penampilannya yang dulu tinggi gagah segar berubah jadi kurus banget. Siapa sangka dia mengidap penyakit maag dan akhirnya meninggal dunia? Padahal kalo maag saya kambuh saya biarin aja.  

Oke, sebelum bicara soal penyakit ini. Kita perlu tau dong bedanya maag dengan asam lambung karena saya sendiri juga bingung bagaimana ngebedainnya. Dua penyakit tsb sama-sama adalah akibat dari pencernaan namun memiliki efek yang berbeda. Penyakit maag/gastritis adalah proses radang yang terjadi di lambung (umumnya disebabkan oleh bakteri H.pylori) biasanya maag akan menyebabkan gejala seperti sakit di bagian ulu hati. Sedangkan asam lambung, atau GERD, adalah naiknya asam lambung ke daerah kerongkongan (membuat rasa sensasi pahit yang muncul di kerongkongan dan rasa "terbakar" di tenggorokan). Kedua penyakit ini nggak sama.[1]

Saking terlalu umumnya kedua penyakit ini, banyak orang yang salah mendescribe penyakitnya. Ada yang sebenarnya maag tapi dikira asam lambung. Saya sendiri sebagai penderita maag (sejak SMP), kadang-kadang juga bingung bagaimana harus men-describe apa yang saya rasa. Kadang-kadang ulu hati saya nyeri yang bikin saya kehilangan keseimbangan. Nyeri luar biasa, pusing, dan nggak kuat berdiri lama saking perihnya. Di lain waktu, perut saya melilit mules tidak karuan karena dingin, sambel, kelelahan dan banyak alasan lainnya.

Lazimnya, penderita maag tau apa saja yang membuat maagnya akan kumat. Dalam kasus saya, maag saya akan kambuh ketika telat makan, terlalu banyak makan, sambal terlalu sering, kelelahan, begadang, kurang tidur, dan terlalu banyak pikiran. Saking terlalu banyaknya daftar penyebab maag tersebut, saya suka bingung karena sedikit-sedikit perut saya jadi aneh, tapi efeknya luar biasa bagi perut saya. Saya mengakui dalam hal kesehatan perut dan menjaga makanan saya kurang hati-hati karena saya penyuka gila segala macam hal yang berbau pedas. Untuk itulah saya tidak mau hal tersebut terjadi pada yang lainnya. Padahal, dalam hadist kita sudah diingatkan untuk menjaga apa saja yang masuk ke dalam perut kita, karena biasanya dari yang masuk ke mulut dan pencernaan lah penyakit bermula.