.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Thursday, 21 September 2017

Cerita anak magang (1)

Jadi anak magang gimana sih rasanya?
Yaaa, gampang gampang susah
Susahnya? Ya susah aja
Gampangnya? Dibawa gampang aja
*Plak*

Begini, jadi anak magang (KATANYA) emang lebih banyak nggak enaknya daripada enaknya. Lah emang kenapa? Ya gitu. Karena status magang yang dibawa anak magang membawa konsekwensi “harus sesuai kebijakan empunya.” Lu ngikut gue, ga ngikut - gue tendang lu orang”. wkwk. Oke itu perumpaan kasar aja, dan begitulah. Yang perlu ditanyakan lebih lanjut adalah, katanya di atas tadi adalah kata siapa? Kata siapa magang susah? Kata siapa magang nggak enak?

Oke mari kita kroscek pernyataan di atas.

Jadi, dalam sistem anak magang, kita harus rela diperlakukan seenaknya, sesukanya, dan suka-suka mereka aja. Yah namanya juga anak magang, kudu ngikut aturan kantor yang dimagangin. Perlakuan seenaknya itu bisa saja kerja bertumpuk-untuk untuk meringankan beban pekerja asli, tidak dibayar, tanpa uang makan dan transportasi, pulang malam/lembur, jam kerja nggak pasti, gaji belum tentu diberi, dan semacamnya. Atau perlakuan seenaknya itu bisa saja, gaji dan tunjangan menarik, teman kerja asik yang suka bantuin dan nggak enakan ngasih tugas, dianggurin begitu aja karena dianggap anak bawang, ya pokoknya seenak enak mereka aja deh ya. Itu aturan pertama. Setelah diperlakukan seenaknya, anak magang juga harus berhadapan dengan aturan yang nggak jelas. Anak magang itu, sama sekali nggak ada payung hukumnya.

Payung hukum anak magang, yaa kebijakan atau kerja sama si kepala. Itu dalam kasus kerjasama kampus, kantor, dkk. Kalau anak magang pribadi/personal/individual yang mengajukan sendiri magang tanpa rekrutan ya payung hukumnya adalah hukum si kepala di kantor magang.

Kasarannya begini, bagi pekerja/karyawan kontrak atau karyawan tetap, seandainya mereka diperlakukan tidak adil oleh bos/pimpinan atau sama perusahaan, mereka bisa lapor ke dinas tenaga kerja, pengawas dan atau kementerian yang menaunginya. Lah anak magang mau lapor sama siapa? Kalau mau ngomong jelek dibilang menyebarkan aib kantor, mau diem aja tapi tekanan batin. See, serba salah kan ya?

Sebetulnya, cerita magang bukan hanya konsumsi pribadi saja. Magang sudah jadi syarat wajib bagi beberapa profesi untuk mendapatkan surat keterangan mandiri (buka kantor sendiri). Contohnya saja, advokat, notaris, dokter, dsb. Banyak sekali profesi yang dalam aturan undang-undang mensyaratkan kepada calon profesi/ahli untuk melakukan magang/koas untuk mendalami teori serta praktek yang ada di lapangan.

Aturan itu buat apaan sih? Kenapa kudu ribet gitu? Lah bukannya gue anak pinter yaa?

Sunday, 17 September 2017

Yok mulai nabung

Usia saya ketika benar benar mulai menabung, menyisihkan sebagian penghasilan mungkin bisa dikatakan baru beberapa tahun. 3-4 tahun dihitung mundur. Kalau memang dulu sewaktu saya Sekolah dasar atau taman kanak kanak sudah terjadi, itu pasti karna inisiatif guru atau orang tua saya. Lah, apa bedanya nabung waktu dulu sama waktu sekarang ?

Jelas beda dooong ya.

Menabung waktu kecil, adalah pola yang dibiasakan oleh orang tua dan lingkungan agar besar kelak kita terbiasa melakukan hal tersebut. Sayangnya, perilaku ini biasanya tidak berkelanjutan karena kesadaran menabung kita yang kurang. Kita menunggu satu bulan masa gajian hanya untuk dihabiskan.

Dalam beberapa hal, kita dimudahkan oleh jasa keuangan untuk terus meminjam. Kredit dan kredit. Kepingin ini gausah ribet, kredit aja. Dikit dikit, kredit aja. Tidak sadar betapa merusaknya kepala yang terus menerus berfikir terus meminjam karena tidak tau cara lain.

Sebagian orang pasti akan beralasan, bahwa kredit juga adalah sebuah usaha. Tapi pola yang demikian membuat kita malas menghargai suatu proses, malas berfikir. Padahal, kredit dan menabung adalah hal yang sama sama melibatkan uang bulanan. Bedanya, kredit menguntungkan orang, menabung menguntungkan kita sendiri.

Bayangkan jika kita ingin membeli kendaraan. Tabunglah 1/3 dari gaji, dan satu tahun atau dua tahun sejak anda menabung. Motor sudah dapat terbeli. Sementara kredit memang tidak membutuhkan waktu lama, tapi uang yang anda keluarkan jauh berbeda daripada membeli sendiri. (Ya jelaslah, namanya juga minjem pasti ada untungnya). Bedanya memang hanya itu, dan pikirkanlah.

Oke, abaikan soal kredit. Katakanlah kita sekarang menginjak usia 25 tahun. Dan apa jadinya kalau kesadaran menabung sudah ada sejak kita sekolah menengah pertama ? Atau bahkan sekolah menengah atas ? Pasti sudah banyak hal yang kita raih sekarang. Tabungan yang banyak, pengalaman jalan jalan, naik haji, mobil atau berbentuk harta materiil lain. Saya sedang tidak berandai andai, tapi kalau benar terjadi, bukankah menyenangkan membayangkan hal tersebut ?

Perhitungan sederhananya, setiap hari ketika sekolah wajarnya kita akan mendapatkan uang saku dari orang tua. Besarannya bisa sepuluh ribu, limabelas ribu sampai seterusnya. Dari uang tersebut, alokasi pokok tiap hari yang digunakan adalah hanya uang makan dan bensin (pribadi). Main ke mall, nongkrong, bioskop, karaokean jelas bukanlah kebutuhan primer anak usia tersebut. Anggap saja 15 ribu dikurangin makan 5 ribu, anggaran bensin dihitung dua hari sekali karena jika tidak begitu mendesak, bensin tidak akan langsung habis dalam sehari. 10 ribu kali 30 hari = 300 ribu, minus bensin (hitung saja setengahnya sebagai uang tidak terduga), katakanlah kita sesungguhnya bisa menyisihkan uang 150 k perbulannya. 150k dikali 12 bulan = hasilnya kita akan dapati uang sejumlah 1.800.000,-  di tabungan kita. Wow. Untuk pemula, angka itu sudah sangat fantastis dan patut diacungi jempol.

Oke, mungkin beberapa dari kalian tidak diberi uang saku harian. Tapi bulanan. Biasanya mereka yang diberi uang bulanan sudah include bensin dan lain lain. Jadi uang tersebut bersih hanya untuk jajan saja di sekolah. Dengan sistem bulanan begini, akan lebih enak menyisihkan uang tiap bulannya. Sekali diberikan, tinggal sisihkan saja sebagian khusus untuk tabungan atau uang keamanan. Hehe.

Saya jadi kepikiran, dari hal hal tersebut kita bahkan bisa membeli semua yang kita inginkan tanpa harus membebani orang tua. Sebut saja handphone. Orang tua mungkin tidak bisa langsung membelikan merk yang kita suka karena kebutuhan dan keperluan orang tua jg banyak, tapi kita bisa menawarkan untuk memberikan uang saku lebih banyak untuk kita sisihkan - dan akhirnya terbelilah hal itu. Kita senang, orang tua beban menjadi berkurang.

Yang kedua, orang tua kita suka sekali memberi uang kepada kita. Bulek paklek simbah, siapapun. Bila bertemu dalam acara keluarga atau meminta tolong melakukan sesuatu, kita terbiasa dimanjakan dengan sistem imbalan (ada uang akan dikerjakan), maka sebenarnya uang yang kita terima setiap bulannya lebih banyak daripada apa yang saya hitung tadi.

Uang tidak terduga hasil pemberian orang biasanya lebih dari sekedar cukup untuk hidup sebulan. Misalnya saja setiap lebaran, saya di usia 1/4 abad ini masih bisa mengantongi uang kurang lebih 750 ribu dari angpau yang diberi saudara saudara. Di tahun tahun yang lebih muda dulu saya bahkan bisa dapat lebih banyak. Jutaan. Jadi sebenarnya, rezeki kita sudah sangat banyak sejak muda bukan? Kekurangan sebagian dari kita adalah kesulitan mengelolanya dengan bijak sejak muda karena tidak ada yg memberi pengarahan.

Nah, dari uang tersebut, tanyakan pada diri sendiri - kemana saja uang kita selama ini? Makan? Jalan? Traktir teman? Atau cuman buat nongkrong di PS an dan hal hal tidak berguna lain? Ternyata, tanpa perencanaan yang baik, uang uang tadi tidak tau kemana rimbanya. Bahkan kita saja kesulitan menjawabnya.

Baru saja kemarin saya melihat di televisi, salah seorang pemuda di sumatera, lebih muda dari saya, sudah menabung sejak muda dan Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat haji. Lalu, ada salah satu artikel menarik yang mengatakan bahwa seorang ibu2 diberi rekor dunia dengan angka fantastis sebagai penyumbang / donatur terbanyak. Dia bilang, belilah sesuatu yg benar benar pokok untuk anda, dan anda bisa menyumbang lebih banyak. Kata kata yang sangat bijak dan menginspirasi.

Akhirnya, kita tahu kemana uang kita. Ya, sudah pasti untuk memenuhi seluruh keinginan keinginan kita yg kadang kadang kurang penting. Sepatu lima kali perbulan, baju baru, makanan baru yg ditawarkan iklan, pewangi, hal hal sepele yang terus mengundang minat kita untuk dimiliki. Padahal, sesungguhnya mereka bukan priority hidup kita. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menebus masa masa boros yang telah lalu?

Bagaimana kalau saya tawarkan mulailah alihkan pengeluaran untuk hal hal bermanfaat. Kalau toh belum bisa menabung banyak, kurangi membeli hal tidak penting. Jangan turuti selalu hawa nafsu. Belilah buku setiap bulan. Kalian tidak akan menyangka hasil yang akan kalian dapatkan dari buku buku itu. Menabung ilmu sekaligus menabung potensi usaha penyewaan buku. Hehe. Berikan orang tua atau saudara hal hal yang menyenangkan. Itu memang bukan menabung uang, tapi itu menabung kasih sayang dan perhatian mereka di masa depan. Gunakan uang untuk hal-hal yang memang penting, jalan jalan menikmati dan mensyukuri Alam. Sedekah misalnya, setidaknya kita mendapat ketenangan dan kepuasan pribadi dari sana.

Dan untuk itulah saya menulis tulisan ini. Mulailah menabung dari sekarang. Mulailah menyisihkan sebagian dari penghasilan. Mulailah memilah hal yang benar benar penting dari sekarang. Mulailah menggunakan uang untuk hal hal yang bermanfaat jangka panjang (membeli pengalaman, buku, menjadi relawan, dkk) dan lihat betapa hebatnya kita besok karena telah memilih hal yang tepat.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai perubahan bukan ?

Yok mulai nabung. Salam dangdut.

Thursday, 14 September 2017

Monster Motivasi Anthony D. Martin : Resensi Buku

Judul             : Monster Motivasi
Penulis           : Anthony Dio Martin
Tebal                          : 224 halaman
Idr                   : 48k

            Dari seluruh buku yang saya punya, buku ini mungkin salah satu yang akan saya rekomendasikan untuk dibaca. Dengan bahasa ringan, issue-issue hangat yang selalu terjadi di kehidupan, dan alasan baik bagi kalian adalah – buku ini tidak terlalu tebal sehingga tidak akan jadi beban bagi kalian. Wkwk

            Terlepas dari buku ini bukan ditulis orang yang kalian kenal seperti penulis buku Harry Potter dan sebagainya, saya tetap yakin setiap buku selalu membawa pesan kebaikan. Jadi dalam membaca buku kita harus menerapkan prinsip, jangan lihat buku dari pengarangnya – lihat buku dari isinya. Sebagaimana hadist yang menyerukan bahwa jangan lihat siapa yang memberikan nasihat, tapi lihat isi nasihatnya. Begitulah.



            Dengan kurang lebih 36 judul / sub-bab, buku ini berhasil membuat saya lope dengan pesan-pesan hidupnya. “Jangan biarkan apapun menghentikanmu,
buat yang suka bergosip atau digosipin,
self talkmu – nasibmu,
hidupmu mimpimu – bukan memimpikan hidupmu, jangan berpikir positif”,
 itu beberapa judul bab dari buku ini yang paling saya suka.

            Akan saya tuliskan ulang salah satu kalimat dari judul buat yang suka bergosip atau digosipin :

“Pembelajaran penting pertama adalah saat kita membicarakan mengenai seseorang, kita mesti tetap waspada. Sebab kita sebenarnya tidak tahu banyak yang terjadi. Jadi jangan terlalu sengit tatkala mendengar gosip yang belum tentu benar. Pembelajaran penting kedua adalah menerima realitas bahwa jika kita tidak menggosipkan seseorang, orang lain mungkin akan menggosipkan kita. Tetapi, tatkala digosipkan, bersikaplah tenang, sebab, jka orang lain tidak menilai kita lebih sukses dan lebih berhasil, mungkin mereka tidak akan menggosipkan kita”.

            Akhir kata yang dituliskan oleh penulis buku tersebut adalah GONG-NYA bagi saya. Bayangkan, betapa menyenangkan dan menenangkan membayangkan ternyata kehidupan kita dipandang lebih menarik, sukses, berhasil, dan membuat orang lain tidak dapat menutup mulutnya rapat-rapat. Bahkan sekalipun hal tersebut tidak menjadi muasal gosip, bukankah kalimat tersebut sudah cukup untuk menenangkan hati dan alasan untuk bersikap tenang?
           
            Dari judul buku ini saja “MONSTER MOTIVASI”, kita sudah dapat membayangkan apa saja isi buku ini. Lebih lebih lebih dari sekedar motivasi. Ini adalah mbahnya motivasi, jadi jangan lupa untuk memasukkan buku ini ke keranjang belanja kalian.

            Selamat menyelami buku. 

You, Only Better Nicholas Bate : Resensi Buku

Oke, saya melupakan janji saya sendiri untuk menulis seminggu minimal tiga kali – resensi buku yang saya punya - post di blog – share di sosial media.  Anggaplah saya sebagai manusia biasa yang suka melupakan janji dan malas. Tapi anggaplah kalian juga sama biasanya sebagai manusia yang punya kewajiban mengingakan sesama, sehingga apa salahnya menegur saya atas janji yang saya ingkari sendiri? Wkwk. Orang-orang seperti ini memang selalu punya dasar untuk membela diri bukan? Haha *abaikan.
Langsung saja ke pokok buku

Judul       : You, Only Better (Berpikir dan bertindak positif untuk menciptakan versi diri yang terbaik)
Penulis : Nicholas Bate
Jml      : 220 hlm.
Harga : 60 k

            Saya beli buku ini belum lama, 05 September 2017. Buku yang masih fresh from the oven banget tanda tangannya. Baru aja kelar saya baca. Awalnya saya nggak niat beli buku ini, tapi ada satu kalimat yang akhirnya membuat saya yakin “saya harus beli buku ini nih. Obat banget”.

            Ketika itu saya memang tidak berniat membeli buku. Saya hanya mampir untuk beli kertas dan beberapa peralatan kantor yang mulai habis. Lalu kelilinglah saya ke rak-rak buku motivasi psikologi. Saya pikir apa salahnya, pada saat itu saya memang sedang tidak enak-enaknya. Pikiran saya sedikit kacau karena suatu urusan yang kata anak sekarang kerennya disebut “baper”. Akuilah, saya memang sensitif, dan karena urusan itu saya jadi malas berpikiran positif tentang suatu hal. Oke, sederhananya, ini urusan mental dan sikap positif ngadepin sikap orang lain yang nggak sesuai harapan.

            Buku ini berisi 9 bagian, dengan bagian final tentang saran penulis dari huruf abjad a sampai dengan z. Ikhtisar buku ini bisa diringkas menjadi pokok bahasan yang seringkali diulang oleh penulisnya, yakni  atur kompas anda, atur kompas anda, dan atur kompas anda. Sekali anda menentukan kompas dan menyeimbangkannya, maka urusan lain mudah saja diselesaikan. Tapi, lagi-lagi, jangan berharap praktek akan mudah sesuai teori. Dan anda dituntut membaca ini dan terus memahaminya. Ada 3 langkah yang penulis berikan sejak di awal buku ini:



1.      Mulailah menyadari gagasannya
2.    Terimalah kenyataan
3.    Ambil tindakan
           
Seperti judul buku ini, “YOU, ONLY BETTER”, tidak ada yang diinginkan penulisnya selain – anda selalu menjadi lebih baik, anda terus menjadi lebih baik. Maka dalam buku ini akan dipaparkan beberapa cara mudah menerima kenyataan dan cara mengambil tindakan, bahkan begitu banyak step yang ditawarkan untuk berubah dalam buku ini. Lagi-lagi, sesuatu yang belum anda lakukan hanya bernama keputusan, setelah anda melaksanakannya – barulah itu disebut tindakan. BERTINDAKLAH.

Saran buku ini, jadilah mahir. Ambillah dan lakukan suatu hal yang anda sukai, yang anda kuasai, jadilah ahli agar anda dihargai orang lain dan menghargai diri sendiri. Berikan kemampuan terbaik anda agar anda bisa dilihat berdasarkan nilai kehadiran anda, bukan seberapa banyak dan seberapa lama anda disana.  

Satu-satunya kekurangan buku ini (menurut saya) adalah, saya agak kesulitan memahami beberapa bahasa(dalam beberapa halaman, tapi beberapa halaman lain saya suka kesederhanaan kalimat dan contohnya) karena bahasanya kurang ringkas. Mungkin saja karena ini buku terjemahan, atau mungkin juga gaya bahasanya yang terlalu ribet. Atau akui saja, memang saya harus membaca lagi buku ini untuk memahaminya lebih baik lagi.

            Kelebihan buku ini, satu issue menarik, bagian terbaik yang menyembuhkan saya dari kegalauan berhari-hari akibat sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana adalah, kita sesungguhnya memiliki dua energi dalam tubuh, yakni energi mental dan energi fisik. Yang saya lupakan adalah bagian itu, energi mental. Saya lupa bahwa ternyata energi mental mempengaruhi segala sesuatu yang saya lakukan setiap hari. Sekali mental saya jatuh, maka energi fisik saya akan ikut down. Dan sejak menemukan kalimat itu, betapa saya menyadari kekuatan pikiran dan energi mentalnya. Cara mengembalikan kekuatan energi mental? Buku ini juwaranya.

Berikut akan saya kutip beberapa cuplikan ide bagus mengenai energi mental dari buku ini yang membuat kita tersenyum sadar :
1.      Tips mental 5 : Teman sejati, tempat nyata, waktu nyata. Teman yang baik di tempat nyata. Percakapan yang luar biasa. Apakah ada yang lebih menyembuhkan?
2.      Tak tersambung ? : tidak ada email, tidak ada facebook, tidak ada layar : hanya percakapan dan kembali nyambung. Kita tidak peduli bahwa beberapa teman kita menganggap kita “aneh” karena kita offline selama satu minggu. Hiduplah dengan mudah dan murah dan jadilah waras.


            Masih penasaran apa saja tips yang diberikan penulisnya untuk kita jadi lebih baik ? baca deh buku ini. Salam dangdut :D

Best (part 3)

Manakah diantara hidupmu yang lebih banyak, kesedihan atau kebahagiaan ?

Manakah diantara hidupmu yang lebih banyak, kesukaran atau kemudahan ?

Manakah diantara hidupmu yang lebih banyak, kebaikan orang dan Tuhan, atau cacian makian ?

Manakah diantara hidupmu yang lebih banyak, rasa syukur atau keluhan?

Semua jawaban itu, bisa kita bentuk, kita arahkan. Jadi, daripada mengambil keburukan tiap kejadian, kenapa kita tidak mengambil, menyimpan dan mengabadikan seluruh moment yang baik saja ? Pelangi bisa saja hadir setiap waktu kalau kita merekamnya dalam ingatan.

Lets take a selfieee 😇😇

Sunday, 3 September 2017

The Power of Habit Charles Duhigg : Resensi Buku

Judul : The power of habit 

(Dahsyatnya kebiasaan. Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan dalam hidup dan bisnis) – Charles Duhigg


Tebal : 370 halaman / 60 k

“Sewaktu anda bangun tadi pagi, apa yang anda lakukan pertama kali? Bergegas mandi, memeriksa handphone, menyambar air putih dari meja, mengecek jam, atau merapikan selimut? Anda menyikat gigi sebelum cuci muka atau setelahnya? Apakah anda mengambil air di gayung dengan menggunakan tangan kanan atau kiri? Apa yang anda katakan kepada teman-teman anda ketika bertemu dan setelah selesai bertemu? Rute mana yang kalian tempuh ketika hendak ke kantor atau pulang ke rumah? Minuman apa yang anda pesan ketika berada di suatu tempat makan? Apa yang anda kenakan ketika akan bertemu orang lain, sandal jepit atau flat shoes rapi? “

Menurut William James pada 1892, “seluruh hidup kita, sejauh memiliki bentuk yang pasti, hanyalah sekumpulan kebiasaan”.

Anda pasti menyadari bahwa seluruh pertanyaan yang saya ajukan di atas telah menjadi serangkaian pola yang sama setiap harinya. Anda sudah pasti menghafal seluruh gerakan yang anda lakukan tiap hari, bahkan tanpa berfikir. Terus menerus berulang, dan menjadi kebiasaan. Memulai hari, mandi, rute yang kamu pilih, respon yang kamu berikan, dan kebiasaan lain.

Buku ini berisi tiga bagian, yang pertama kebiasaan perorangan, kebiasaan organisasi yang sukses, dan yang terakhir kebiasaan komunitas. Salah satu cerita menarik yang hendak saya kutip sebagai berikut :

Lisa Allen, umur tiga puluh empat tahun, pecandu rokok dan minuman keras sejak umur 16 tahun, obesitas, memiliki banyak hutang, tak pernah bertahan lama dalam sebuah pekerjaan dan bahkan ditinggalkan suami terkasih. Dia menjadi orang yang paling frustasi dan kehilangan kontrol selama berbulan-bulan.

Lima tahun kemudian, Lisa Allen, orang yang sama, berhasil merubah dirinya secara keseluruhan. Dia berubah menjadi perempuan bertubuh langsing dan ceria, tak lagi merokok dan minuman keras, tidak memiliki utang, mulai memperbaiki hidup dan menabung, gemar berolahraga dan bahkan telah memenangkan rekornya bekerja di suatu perusahaan desain grafis selama lebih dari 39 bulan.

Apa yang merubah Lisa Allen dalam waktu-waktu terpuruk di atas?

Dalam perjalanan hidupnya setelah perasaan kacau berbulan-bulan. Lisa Allen memahami ia perlu merubah sesuatu, sesuatu yang bisa ia kontrol. Ia telah kehilangan banyak hal dan tidak mau berdiam diri dengan keadaan yang sangat memalukan tersebut. Ia memerlukan tujuan dalam hidup untuk dikejar. Namun ia memerlukan sesuatu sebagai fokus dan memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk berubah. 1 tahun waktu yang dia tetapkan.

Dalam perjalanannya ke Kairo, Lisa telah menetapkan satu tujuannya, ia mau berhenti merokok. Ketetapan hatinya bahwa ia harus berhenti merokok pada akhirnya memicu serangkaian perubahan lain dalam hidupnya. Ia menggantikan merokok dengan kegiatan lain yang lebih positif, lari pagi. Satu kebiasaan tersebut merubah pola pikir dan hidupnya. Ia merubah seluruh kebiasaannya - cara makan, menyusun jadwal kerja, merencanakan masa depan, dan sebagainya. Lisa memilih berfokus terhadap satu kebiasaan saja, namun ternyata hal tersebut merupakan kebiasaan kunci yang membantunya merubah segala aspek dalam hidupnya.

Peneliti kemudian menemukan di dalam otaknya bahwa, seperangkat pola kegiatan saraf kebiasaan-kebiasaan lama Lisa telah berubah, ditindih oleh pola-polanya yang baru. Peneliti menemukan pindaian otak yang sangat mengagumkan dalam otak Lisa. Penelitian mengenai Lisa Allen dan kebiasaan pemicunya membantu para dokter memahami bagaimana satu keputusan dapat berubah menjadi perilaku otomatis.

Kata kunci dalam buku ini adalah – kebiasaan kebiasaan tersebut jika dilihat dalam gambar pindai otak tidak pernah hilang, namun dapat digantikan dengan pola-pola kebiasaan yang baru yang lebih sering digunakan. Intinya kebiasaan buruk yang ada dalam hidup kita memang tidak bisa dihilangkan, tapi bisa dibelokkan. Penelitian terhadap gambar otak Lisa mengatakan bahwa serangkaian kebiasaan hidup makhluk hidup dapat dirubah dengan kebiasaan pemicu.

Penelitian selanjutnya bahkan tidak hanya melibatkan manusia, tetapi juga tikus. Pindaian pada otak tikus, dan manusia yang mengalami penyakit kehilangan ingatan ternyata menunjukkan lingkar kebiasaan yang sama. Kebiasaan dan respon makhluk selalu berulang tiap kali mengalami kejadian yang sama meskipun tidak dapat diungkap. Jangan khawatir, semua kebiasaan buruk itu bisa dirubah perlahan.

Tertarik untuk mempelajari kebiasaan dan merubah kebiasaan buruk ? Temukan kebiasaan pemicu kamu dalam buku ini.

Rekomendasi : Bintang 4 (****)

Saturday, 2 September 2017

Jangan Sepelekan Maag


Makan yang bener loh
Tetangga gue meninggal maag
Noh di tipi juga tuh. Ati ati. #Plak


Berita meninggalnya Dokter tampan yang memandu acara Dr. Oz jadi tamparan bagi saya. Dr. Ryan Thamrin meninggal dunia karena penyakit maag di akhir hidupnya. Parahnya lagi, berat badan Dr. Ryan di postingan akun-akun instagram menurun drastis. Penampilannya yang dulu tinggi gagah segar berubah jadi kurus banget. Siapa sangka dia mengidap penyakit maag dan akhirnya meninggal dunia? Padahal kalo maag saya kambuh saya biarin aja.  

Oke, sebelum bicara soal penyakit ini. Kita perlu tau dong bedanya maag dengan asam lambung karena saya sendiri juga bingung bagaimana ngebedainnya. Dua penyakit tsb sama-sama adalah akibat dari pencernaan namun memiliki efek yang berbeda. Penyakit maag/gastritis adalah proses radang yang terjadi di lambung (umumnya disebabkan oleh bakteri H.pylori) biasanya maag akan menyebabkan gejala seperti sakit di bagian ulu hati. Sedangkan asam lambung, atau GERD, adalah naiknya asam lambung ke daerah kerongkongan (membuat rasa sensasi pahit yang muncul di kerongkongan dan rasa "terbakar" di tenggorokan). Kedua penyakit ini nggak sama.[1]

Saking terlalu umumnya kedua penyakit ini, banyak orang yang salah mendescribe penyakitnya. Ada yang sebenarnya maag tapi dikira asam lambung. Saya sendiri sebagai penderita maag (sejak SMP), kadang-kadang juga bingung bagaimana harus men-describe apa yang saya rasa. Kadang-kadang ulu hati saya nyeri yang bikin saya kehilangan keseimbangan. Nyeri luar biasa, pusing, dan nggak kuat berdiri lama saking perihnya. Di lain waktu, perut saya melilit mules tidak karuan karena dingin, sambel, kelelahan dan banyak alasan lainnya.

Lazimnya, penderita maag tau apa saja yang membuat maagnya akan kumat. Dalam kasus saya, maag saya akan kambuh ketika telat makan, terlalu banyak makan, sambal terlalu sering, kelelahan, begadang, kurang tidur, dan terlalu banyak pikiran. Saking terlalu banyaknya daftar penyebab maag tersebut, saya suka bingung karena sedikit-sedikit perut saya jadi aneh, tapi efeknya luar biasa bagi perut saya. Saya mengakui dalam hal kesehatan perut dan menjaga makanan saya kurang hati-hati karena saya penyuka gila segala macam hal yang berbau pedas. Untuk itulah saya tidak mau hal tersebut terjadi pada yang lainnya. Padahal, dalam hadist kita sudah diingatkan untuk menjaga apa saja yang masuk ke dalam perut kita, karena biasanya dari yang masuk ke mulut dan pencernaan lah penyakit bermula.

#proyekblog2017resensisemuabuku.

#Proyek blog 2017
Mari membuat rencana

Ini adalah kelanjutan dari tulisan saya #marimembuatrencana. Setiap dari kita harus terus menerus memaksa diri untuk melakukan sesuatu untuk mengembangkan diri, melatih skill, mengupgrade kemampuan terpendam, dan terutama menghilangkan kemalasan karena selalu dalam posisi stuck. Nah, dengan alasan itu, kita harus terus menerus memperbaharui kegiatan. Melakukan sesuatu yang berbeda. Terus membaca, dan membuat rencana jangka panjang atau jangka pendek. Jangan sampai hidup berkutat dengan kegiatan yang itu-itu saja.

Akhirnya, saya mendapatkan ide. Untuk menambah semangat saya ngisi blog ini – saya punya proyek yang saya beri nama hestek #proyekblog2017resensisemuabuku. Rencana #proyekblog2017resensisemuabuku adalah, setelah draft proyek ini selesai saya post di blog – saya akan menghitung dan men-data buku apa saja yang saya punya dan membuat resensinya secara berkala. Kenapa saya membuat proyek? Hehe. Mudah saja. Karena tahun 2017 ini saya belum punya goals dan target jangka pendek, maka untuk mengisi kekosongan saya harus memacu diri saya sendiri untuk membuat sesuatu.




Khusus untuk proyek #proyekblog2017resensisemuabuku ini, saya pisahkan buku-buku hukum karena saya punya blog hukum yang khusus mengulas buku atau issue hukum yang bisa di cek di bukuhukum.online@blogspot.com. Proyek ini semoga bisa dinikmati dan diikuti oleh semua pihak, khususnya bisa jadi referensi para penggila buku, dan panduan memilih buku yang bagus. Jangan lupa, semua yang saya tulis sudah pasti adalah pendapat pribadi yang subyektif.

Dan tadaaaa, setelah di daftar, terhitunglah sejumlah 140 buku yang saya punya. Angka yang lumayan jika harus saya resensi secara berkala. Mulai dari buku motivasi, psikologi, cerpen, puisi, dan sebagainya. Peraturannya :

1.    Yang pertama, Saya akan mem foto cover dan judul buku.
2.    Yang kedua, saya akan menuliskan apa saja isi bagus dari buku. Terlebih dulu mungkin akan saya tuliskan daftar isi untuk mengklasifikasikannya
3.    Yang ketiga, akan saya tuliskan isi keseluruhan buku / petikan kalimat bagus / atau kejadian menarik.
4.    Yang ke-empat, akan saya tuliskan pendapat saya secara pribadi mengenai buku tersebut dan hikmahnya untuk saya.
5.   Yang terakhir, akan saya tuliskan berapa banyak bintang penilaian saya untuk sebuah buku. Kisarannya adalah 1 sampai dengan 5. 5 adalah untuk penilaian yang sangat bagus dan sangat direkomendasikan untuk dibaca.

Proyekblog ini minimal akan saya post setiap minggu minimal tiga buku. Karena semua buku tersebut sudah saya baca, bahkan ada yang sudah saya baca berkali-kali. Harapan saya, semoga minat membaca dan menulis saya akan lebih baik, dan koleksi buku saya akan jadi lebih banyak nantinya. Mari mengerjakan #proyekblog2017resensisemuabuku.

Jangan lupa bikin goals lainnya lagi bersama.