.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Monday, 21 August 2017

Mari membuat rencana

Seberapa pentingnya memasang target? Pencapaian pencapaian yang kita inginkan, baik jangka pendek maupun jangka panjang? Menuliskannya dalam suatu memo kecil bulanan? Menyampaikannya kepada orang-orang terdekat? Mengulangnya dalam doa tiap malam dan di setiap menengadahkan tangan? 

Target jangka pendek saya seperti lulus tahun ini, lanjut s2 tahun ini, wisuda s2 tahun ini, magang, kerja, liburan, sebagian besar sudah terpenuhi. Hampir tidak pernah meleset jauh dari target dan rencana yang saya tuliskan di memo kecil harian saya (terima kasih Tuhan) – yang selalu berganti tiap tahunnya. Sedangkan target jangka panjang saya seperti terus jadi lebih baik dalam ibadah (tidak perlu diperjelas bukan? Hehe ), menunaikan rukun islam yang ke-5 bersama dengan saudara dan orang tua, punya izin untuk membuka kantor dan memiliki kantor pribadi yang sangat layak, punya mobil dan rumah yang baik dan menenangkan dan sederet rencana rasional lain yang saya punya sedang dalam perjalanan untuk dilaksanakan dan dikabulkan oleh Tuhan. 

Lantas seberapa besar andil target target tersebut untuk hidup saya? 



Bolehkah saya bilang 100% berperan? Oke, agar tidak berlebihan, 99% target itu memberikan energi berlebih untuk saya agar bisa mencapainya. 

Bayangkan, ketika anda dalam usia 20 tahun – tidak punya pekerjaan – tidak punya penghasilan – tidak punya jaringan dan pengalaman, apalagi yang paling menyenangkan selain bermimpi dan memiliki rencana? Menyenangkan bukan memiliki impian dan bayangan yang sangat warna warni dalam hidup, seperti akan hidup seperti ini, ingin liburan kesini, ingin mengikuti pelatihan ini, mendirikan ini, dan sederet impian receh lain – misalkan ketemu artis korea favorit. Semua orang selalu punya impian. Dan baiklah, mari pejamkan mata dan bayangkan semua itu jadi kenyataan. 

Kata suatu pepatah, IF YOU CAN DREAM IT – YOU CAN DO IT. 

Jika kamu bisa memimpikannya, maka kamu pasti bisa mendapatkannya. Tapi, seberapa jelas mimpi mimpi itu ada di kepala kalian? Sekarang tolong pejamkan mata lagi dan bilang, mari wujudkan mimpi itu. Mari tuliskan seluruh keinginan, rancang cara untuk mendekatkan, dan mari bekerja keras untuk mewujudkannya. Sekalipun sekarang mimpi itu terasa jauh untuk diwujudkan, di dunia ini, tidak ada hal yang mustahil bukan bagi Tuhan?

Saya menyalin ulang tulisan tere liye yang kurang lebih seperti berikut:  

“sepanjang kau punya rencana, jangan pernah berkecil hati. Aku dulu tidak mengerti maksud kalimat itu. Kenapa aku mau begini? AKU PUNYA RENCANA. Tidak besar, tidak juga hebat, tapi rencana ini lebih dari cukup untuk mengusir jauh-jauh perasaan kecil hati. Kita memang tidak punya modal, tapi itu gampang, pasti ada jalan keluar. Kita juga tidak punya jaringan, tapi itu bisa dibangun perlahan. 

Percayalah, sepanjang kita punya mimpi, punya rencana, walau kecil tapi masuk akal, tidak boleh sekalipun rasa sedih, rasa tidak berguna ini datang mengganggu. (Tere liye, Novel)”

Bagi saya, kalimat itu ampuh sekali untuk memperbaiki mood – mengembalikan lagi semangat yang sempat pudar, atau bahkan mungkin hilang. Rencana, target, mimpi, bagi saya lebih tepat sebagai alasan baik. Mungkin tidak sempurna, dan mungkin banyak kurangnya, tapi dengan itu motivasi saya terjaga. 

Begini, menuliskannya dalam sebuah memo, menyampaikannya kepada orang terdekat, dan menjadikannya sebagai motivasi membuat hidup kita lebih terarah (akan lebih realistis lagi jika kamu refleksikan mimpi itu dalam sebuah gambar dan ditempelkan di kamar). Kelak, 5 tahun dari sekarang apa yang hendak kita capai, 10 tahun dari sekarang mau jadi apa kita, dan seterusnya. Dengan menuliskannya, pikiran dan kepala kita menyimpan itu di alam bawah sadar. Dengan menyampaikannya, kita punya teman untuk saling mengingatkan. Setidaknya, harus selalu ada kebaikan dan perubahan ke arah positif yang kita hasilkan setiap tahunnya. Bukan sebaliknya. 

Jadi begini, untuk dapat mencapai suatu tempat, kita membutuhkan rute bukan? Dari tempat A ke tempat B, kita selalu berpikir bagaimana cara untuk kesana, berapa lama jarak kesana, lewat jalur mana yang lebih efektif efisien, dan harus mempersiapkan berapa lama? Jika hendak ke ambarukmo plaza dari kotabaru, maka kita membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit jika menggunakan motor, dan akan lebih lama jika menggunakan mobil. Jalur yang digunakan dari sini ke sini. Itu bila jalur macet. 

Untuk menuju ke suatu tempat liburan, kita harus menyiapkan berapa banyak uang, hendak menggunakan transportasi apa, dengan siapa, hendak kemana saja, dengan siapa, berapa lama. Semua butuh rencana bukan? 

Dan Pertanyaan-pertanyaan itu berlaku pula untuk mewujudkan suatu mimpi. Semua harus jelas. NAH, UNTUK ITULAH PENTINGNYA SEBUAH RENCANA – TARGET. Namun jangan lupa membuat plan B. Karena lagi-lagi, manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan bukan? hehe.

Jangan pernah membiarkan hidup tidak dan tanpa impian. Satu-satunya yang menghidupkan seseorang dari keterpurukan adalah harapan, dan untuk itulah mimpi harus diwujudkan. Jangan menyerah kalau itu membutuhkan waktu lama, toh setidaknya kita selalu berusaha – tidak diam berpangku tangan. Kalau banyak orang bisa merefleksikan seluruh keinginan itu, kenapa kita harus menyerah? Kalau orang lain punya jatah sukses yang sam abesarnya, kenapa kita harus menyerah? Usaha tidak akan menghianati hasil, bukan? 

Bagi saya, menuliskan dan membuat target seperti sekumpulan peta yang menuntun saya hendak kemana. Memberikan petunjuk harus berbuat apa saya. Untuk dunia dan sekaligus akhirat. 

Jadi mari bermimpi, membuat target, dan wujudkan. 

Tuhan sebentar lagi akan mengabulkan. Amin

No comments:

Post a Comment