.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Wednesday, 23 August 2017

BEST (Part 1)

Ketika menuliskan ini saya tersenyum. Terkenang. Bayangan sekumpulan orang tertawa, banyak canda, berjanji hari esok akan terus bertemu lagi, berbagi cerita masing-masing, berbagi rahasia dan aib tak tertahankan.








Kenangannya persis jelas ketika melihat foto-foto lama










Masa yang silam ternyata penuh dengan tawa dan senyuman.

Saya tersenyum lagi membayangkan, ada banyak keadaan yang sudah terlewati dan pernah baik-baik saja. Dalam hati kecil, saya berharap besok akan tetap baik-baik saja.









Teman yang baik, esok akan tetap jadi teman yang baik. Setidaknya mereka pernah sangat berharga bagi saya. Sampai pada titik kami tidak lagi bersama, mereka tetap teman baik bagi saya. Setidaknya lagi, biarkan itu terus ada di kepala saya.




Ejekan, kalimat makian, atau jarak bagi saya bukan alasan – kami hanya berpisah sebentar. Toh doa-doa terbaik tetap saya layangkan bagi mereka.

Lalu Tuhan, tolong sampaikan pesan ini pada siapapun teman terbaik yang ada di luar sana. Kalau temanmu ini pernah salah bicara, salah menghianati untuk berjanji menjaga rahasia, salah membagi aib kepada orang yang salah, salah telah memaki dan menghina karena amarah sesaat, tolong maafkanlah. Pahamilah kita hanya sesama manusia yang selalu penuh khilaf dan lupa.

Selalu pahamilah dibalik sedikit kesalahan itu ada kasih sayang yang besar meskipun tak lagi bersama.




Dan Tuhan, satu lagi, sampaikan salam sayang dan doa terbaik, terus menerus untuk mereka.








lalu pelan mengalun Suara tulus di ingatan :


Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi 
Warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi 
Wangi rumah di sore itu
Kue coklat balon warna warni
Pesta hari ulang tahunku

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku 
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam
Ku hitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur
Suaramu buat ku lelap

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku 
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu
Jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lambang monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta
Bila bukan karna hati baikmu

No comments:

Post a Comment