.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Thursday, 21 July 2016

Unlimited

Apa yang di dunia ini nggak terbatas? Unlimited?
Umur? Duit? Tenaga? Waktu?
Apa dong?
*mikir



Beribadahlah seolah-olah kamu akan mati esok hari,
Dan bekerjalah seolah-olah kamu akan hidup selamanya”.

Kalo diliat dari komposisi kalimatnya, itu hadist bagus banget.  Berseberangan kata tapi artinya sama, kita disuruh kerja keras. “KERJA – KERAS. KERJA – CERDAS”. Kita disuruh memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Lagi-lagi urusannya sama waktu, dan menurut saya – di balik dua kalimat itu harusnya dilengkapi sama, “dan berkeliling dunialah selagi kamu bisa, atau carilah pengalaman sampe ke ujung dunia”. Wkwk modus

24 jam. 1440 menit. 86400 detik.

Semua orang dikasih waktu sama buat berusaha. Buat berdoa. Buat bekerja.

Umur saya 24 tahun, deadline mati nggak tau kapan, deadline nikah – punya keluarga, anak, dan tanggung jawab lain yang lebih besar udah menanti. Saya harus punya planning dong ya buat ngelakuin segala sesuatunya. Planning buat nabung, buat jalan-jalan, hadiah buat temen, kado ke orang tua, dan banyak. Mungkin semua yang keliatan disini cuman soal materi, tapi di luar itu semua – banyak banget yang bisa kita capai cuman dengan planning se-dini mungkin. Biar kita bisa akhirnya lebih berpengalaman dari sekarang.

Waktu nggak bakalan balik lagi, moment bagus nggak bakal keulang lagi, dan orang baik nggak dateng dua kali. So, masih mau ngebuang waktu berharga ini sama hal sia-sia? Enggak kan. 10 tahun dari sekarang kita cuman bakal menyesal sama hal-hal yang belum pernah dan nggak pernah berani kita pilih. Contohnya, ngambil resiko buat keluar kerja, merantau, atau soal destinasi wisata.

Soal ini sering jadi perdebatan karena nggak semua orang punya visi misi dan hobi yang sama. Ada beberapa orang yang nggak pernah mau kerja karna ngrasa idup bakalan adil terus sama dia. Ada beberapa orang yang terpaksa ngerantau karna harus mencukupi idup, belajar, atau kerja. Ada beberapa orang yang pengen ngerantau tapi nggak dibolehin sama orang tuanya. Dan ada lebih banyak orang yang menganggap bahwa liburan dan jalan-jalan itu adalah pemborosan dan pamer kekayaan. Lagi-lagi, boleh kan setiap orang ngimpi dan punya rencana?

Ngomong-ngomong soal planning. Salah satu hal yang nggak kebatas buat kita adalah, NGIMPI. Ngimpi adalah bagian terbesar dari suatu planning. Kita butuh berimajinasi, meng-sinkron-kan bagian satu dengan yang lain, mengkalkulasi kebutuhan sekarang dan masa depan pake ilmu kira-kira, dan kemudian mengeksekusi mimpi itu tadi.

Sebenernya, betapa enak bin mudahnya persoalan ngimpi itu buat semua orang. Semua orang bebas mimpi jadi apa aja (dokter kek, arsitek, seniman, artis, bla bla bla) jadi siapa aja (* jadi superman, makibao, atau apapunlah ya), dan jadi gimana aja. Semua orang bebas ngimpi dimana aja. Apa ada batesannya? Enggak kan? Kita sendiri yang justru ngebatesin itu semua. Saya yakin sebenernya pikiran kita jauh lebih hebat dari yang bisa kita bayangin.

Galileo galilei, newton, alva edison, chairul tanjung, andrea hirata, dan masih banyak teladan lagi yang bisa diambil dari pengalaman orang - kalo mau sukses ya harus berani ngimpi. Harus berani berkorban sedikit buat apa yang dipengenin, entah waktu, duit, atau tenaga. Ternyata, persoalan ngimpi ini juga butuh nyali. Butuh konkrit. Buat bisa jalan-jalan sampe sekarang ke banyak negara dan banyak tempat, sejak kuliah TRINITY (penulis buku naked travelller) udah kuliah nyambi kerja dan uang jajannya disisihin buat kebutuhan dia yang emang doyan banget travellingan.

Daripada nyesel kemudian, mending direncanain dari sekarang kan?




Persoalan kita yang bakal menyesal sama hal-hal yang nggak kita lakuin di waktu muda bakalan kebawa sampe besok tua, terus disesali, dan bikin frustasi. Bahkan itu bisa dimulai dari sekarang gejalanya. Saya, yang dari dulu nunda skripsi beberapa bulan, suka milih-milih temen, nggak mau belajar giat, dan nggampangin banyak hal jadi kebawa sampe sekarang. Dan untuk itulah saya disini, buat menyesali yang kemaren, introspeksi, biar kalian nggak nyesel lagi kayak saya.

Sekarang, gambarin deh apa yang pengen kita lakuin satu tahun mendatang, dua tahun, lima tahun, pengen jadi apa – kayak siapa - dan pencapaian lain yang pengen banget kamu raih dari sekarang. Mobil? Rumah? Haji? Nikah? S2 ? Apalagi? Semuanya harus terkoordinir. Dan untuk mencapai itu semua, kita harus berbuat yang terbaik hari ini. Saat sekarang. Nggak ada lain waktu kita buat usaha selain hari ini. Semua yang terbaik dari kita akan dituai di kemudian hari, enggak mungkin enggak.

“Belajarlah segala hal dari sekarang. Kunjungi banyak tempat selagi masih bisa. Berbahagialah dan bahagiakanlah orang banyak selagi sempat. Dan bekerjalah buat kebanggaan dirimu sendiri. Hidup kita, adalah tanggung jawab kita untuk mengupayakannya”

Kepala kita bakal menyesuaikan semua proses dan rencana itu nanti sampai dia dapet jalan terbaik dan tercepat buat mencapai itu semuanya. Misalkan besok kamu pengen jadi hakim, ya kuliahlah di fakultas hukum. Misal besok pengen jadi pengusaha sukses, ya mulailah usaha, jangan cuman teori aja yang banyak. Dan misal kamu pengen jadi penulis, mulai deh banyakin baca- latihan nulis – ikut seminar kepenulisan – dan nyoba ngirim naskah ke penerbit dengan disiplin diri sendiri. Semuanya butuh ngimpi yang jelas walaupun kadang-kadang semua planning nggak selalu sesuai sama harapan, tapi kerja keras nggak bakal ngehianatin hasil kan ya? Semua selalu punya sebab akibat. Dan untuk itulah kita dituntut punya rencana.

          Saya sempat beberapa kali nyesel karena semua alasan yang saya sampaikan sebelumnya, sampai saya akhirnya mutusin – buat apa saya nggak nikmatin hari ini kalo besok bakalan nyesel? (*nikmatin hidup yang bermanfaat dan bertanggung jawab lho yaaaa*) dan buat sekarang, saya bakal mimpi dan ngerencanain tu pelan-pelan.

Dan pertanyaannya, kalau mimpi awal kita gagal kita harus gimana?

Pintu satu ketutup? Buka aja pintu yang lainnya. Pintu surga aja ada tujuh kan ya?

Salam dangdut J



No comments:

Post a Comment