.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Monday, 31 March 2014

Wanita dan Lelaki yang baik hati

            Berita gembira datang dari kancah hiburan Indonesia. Dude dan Alyssa akhirnya duduk bersanding di pelaminan setelah sahabat dekatnya, Ori Vitrio Dan Oki Setiana Dewi melangsungkan pernikahan beberapa bulan sebelumnya. Saya turut berbahagia untuk berita ini, terlebih – tidak pernah ada yang menduga bahwa hubungan secepat itu bagi kalangan artis akan berubah status menjadi pasutri

            Jika Shireen Sungkar Dan Teuku Wisnu lebih dulu mengawalinya dengan berpacaran beberapa tahun dan beberapa kali menampilkan kedekatan hubungan sebagaimana seorang yang sedang dalam status “pacaran”, dude dan icha Nampak adem ayem saja bahkan hingga sebulan menjelang pernikahannya. Seolah, kabar bahagia tidak perlu sesegera mungkin dimintakan doa. Tapi ini sebuah sikap yang patut ditiru, bahwa hati-hati dalam berucap merupakan salah satu petunjuk yang diberikan pada kita. 

            Jika ditanyakan apakah ada korelasi antara pacaran dengan tidak, memiliki kekasih atau tidak dengan berakhirnya status seseorang di pelaminan saya ragu. Semua itu memang tidak selalu memiliki korelasi. Yang artinya bahwa, keyakinan bagi orang yang menganggap bahwa taaruf itu sama seperti membeli kucing dalam karung itu tidak benar – dan keyakinan bagi mereka yang percaya bahwa pacaran itu lebih banyak mudharat juga tidak sepenuhnya salah. 

            Tidak ada yang seratus persen salah atau benar.

Seperti yang dikatakan banyak orang, jodoh memang salah satu misteri yang sengaja disembunyikan Ilahi. Dan untuk pertanyaan di atas, tidak ada korelasi apapun antara kedua hal tadi. Pacaran lama dan setia. Atau tidak pacaran dan tidak setia. Mau bukti? Baiklah, banyak sekali contoh yang bisa kita lihat. Jika kita memang merindukan sosok atau figure yang dikenal banyak orang, maka figure yang paling sering kita saksikan adalah artis di layar kaca. Cari saja satu nama yang memiliki hubungan pacaran bertahun-tahun, apakah akhirnya mereka berakhir di pelaminan dan bahagia sampai tua? Atau cari satu nama yang berkenalan hanya lewat orang tua dan akhirnya awet sampai sekarang. 

            Tapi, satu hal yang membuat saya percaya bahwa wanita yang baik akan mendapat jodoh yang baik adalah – kisah Oki setiana Dewi. Yang sebenarnya masih banyak kisah serupa di jaman sekarang, namun saya alpa untuk mengetahui semuanya. 

            Awalnya saya sempat ragu dengan banyak opini public bahwa bagaimana mungkin seseorang yang tidak punya pasangan bisa menikah hanya dengan berdoa? Sibuk memperbaiki diri? Bagaimana mungkin? Atau komentar serupa yang bernada, “pacar aja ngga punya, mau nikah sama siapa?”

            Oke, abaikan opini banyak orang bahwa hari ini adalah zaman yang serba transparan. Maka lelaki dan wanita harus berada dalam status yang jelas, in relationshipsingle, or complicated? Saya rasa ini hanya berlaku bagi facebook saja, dan tidak untuk kehidupan nyata. Kita hidup di jalan masing-masing, kita berjalan di kaki masing-masing. Dan Tuhan tetap selalu berada di belakang kita lewat doa.

            Jika kita menyimak kisah OSD, yang sejak awal meninggalkan kampong halaman untuk memulai karir keartisannya, kisah ibunya yang sakit, dia mulai berhijab, ketenarannya lewat jalan film berbau agama, dan yang terakhir cara Tuhan memberikan pasangan bagi dia. Saya seperti terus-terusan diingatkan oleh kalimat Darwis tere liye bahwa tidak perlu risau dengan urusan jodoh, jodoh terbaik akan datang selagi kita selalu berusaha menjadikan diri kita terbaik. Belajar menjadi terbaik. Dan terus membaikkan diri.

            Masa muda terlalu singkat jika kita hanya risau soal tidak punya pacar, tidak punya gandengan, dan bla bla bla yang semakin kedengaran sebagai gengsi saja. Ukuran subyektif anak muda. Yang pada akhirnya hanya akan membawa kita kepada – penyesalan tentang sudah berapa banyak prestasi yang kita dapatkan, atau kegiatan bermanfaat apa saja yang telah kita lakukan. Di luar kekhawatiran itu, Tuhan – akan selalu mendengarkan doa dan memberikan imbal setimpal atas apa yang pernah kita kerjakan. Tuhan lebih dari sekedar tahu apa yang kita butuhkan. 

            Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

            Tuhan memberikan jalan yang kadang sama sekali tidak terduga. Mak bedunduk. Ujuk-ujuk. Dan hingga nanti dipertemukan di titik tersebut, kita tidak akan mungkin bisa menjawab pertanyaan itu. Mungkin sama seperti saudara-saudara saya, OSD, atau banyak lagi pasangan di dunia. Mereka yang menjadi gambaran, dan kita menjadi penyimak untuk mendapatkan hikmah dari cerita trsbut. Dan untuk kisah- wanita baik yang akhirnya dipersunting lelaki yang baik , saya hanya akan turut berdoa – semoga saja kisah itu tidak berhenti cukup di tulisan ini saja.
           
           
            Tidak perlu risau, tidak perlu ragu - Tuhan selalu punya


Sunday, 30 March 2014

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekerja

            Saya kira ini perlu dibagi kepada siapapun yang mulai ingin mencari pendapatan sendiri. Bahwa bekerja dengan dan di bawah usaha orang lain memiliki berpuluh, berates bahkan beribu konsekuensi yang harus ditanggung selama kita telah menyetujui.

            Persaingan kerja yang tinggi, angka pengangguran, ditambah kurangnya karyawan di beberapa perusahaan merupakan hal yang tidak logis dewasa ini. Maka langsung saja ke inti, berikut adalah beberapa hal yang perlu ditanyakan berkaitan dengan kontrak kerja:

1.      Anda perlu menanyakan tentang berapa gaji yang menjadi standart di suatu perusahaan tersebut.
2.      Job desk
3.      Jam kerja yang jelas, tepat, dan memiliki jam istirahat.
4.      Kompensasi
5.      Hari libur/cuti
6.      Lemburan
7.      Dan ibadah

            Beberapa hal tadi adalah hal pokok yang perlu anda tanyakan di awal pertemuan, hal lain-lain lagi bisa anda ketahui setelah anda masuk di perusahaan tersebut. 

            Yang pertama adalah gaji. Tidak perlu munafik semua orang tergiur dengan gaji yang tinggi. Tapi mustahil bagi sebuah perusahaan memberikan gaji tinggi bagi seseorang yang belum berpengalaman, tidak tegas, dan berpendidikan di bawah standart ketetapan perusahaan. Maka adalah sebuah kenihilan bagi anda jika anda mematok gaji tinggi tapi anda belum jelas memiliki kompetensi. lupakan mimpi anda tersebut karena sama saja membeli kucing di dalam karung. 

Tapi hal-hal tadi dapat dikesampingkan dengan ketegasan anda bahwa – setiap perusahaan memiliki aturan tersendiri tentang pengupahan. Perusahaan yang sudah lama berkecimpung dan bertemu dengan orang baru akan mudah memanfaatkan keadaan jika anda hanya menganggguk-angguk tanpa mampu menyebutan angka yang pas dan sesuai dengan pertanyaan. Dan jika ditanyakan tentang hal tersebut, jawaban yang paling tepat adalah. 

            “untuk permulaan saya ikut dengan standart gaji yang ditetapkan oleh perusahaan. Kalau boleh tahu, berapa standart gaji untuk perusahaan ini?”

            Yang kedua adalah tanggung jawab kerja. Semua pekerjaan memiliki beban masing-masing. Definisi tugas administrasi, supervisor, marketing dan perpajakan jelas berbeda dengan manajer pemasaran. Maka ada baiknya ditanyakan apa saja yang menjadi wilayah kerja anda, dan mana yang bukan. Hal tersebut cukup efektif untuk mengurangi keluhan-keluhan selama masa kerja, meskipun dalam sebuah pekerjaan – seseorang membutuhkan untuk terus menambah ilmunya dengan banyak tahu tugas divisi yang lainnya. 

            Yang ketiga adalah jam kerja, istirahat, hari libur dan kompensasi. Beberapa hal tersebut berkaitan mengingat semua orang tidak boleh dipekerjaan selama 24 jam penuh, atau hanya selama 8 jam penuh tanpa istirahat sekalipun. Setiap orang berhak mendapatkan jam istirahat yang jelas, hari libur dan kompensasi apabila hari libur tidak diambil maupun kompensasi lemburan. Perusahaan yang baik jelas mengutamakan hal tersebut. Karena beberapa hal tadi sangat mempengaruhi kinerja seseorang terhadap perusahaan. 

            Ringkasnya, seseorang yang sakit – terus mengeluh, lelah – stress – atau sedang tidak enak badan tidak akan dapat bekerja dengan baik. Apalagi berkaitan dengan waktu ibadah seseorang. Seseorang yang terbiasa hidup disiplin dengan jam tertentu akan sangat gelisah bila jam tersebut berubah karena alasan yang tidak jelas, seperti jam ibadah yang berubah mundur jauh. 

            Jika dihadapkan pada hari libur/tanggal merah nasional, dan anda diharuskan bekerja – maka biasanya perusahaan memberikan kompensasi terhadap waktu yang sudah anda berikan. Setidaknya jasa baik dari perusahaan untuk anda karena sudah menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan. Anda berhak mendapatkan itu karena anda salah satu penggerak perputaran uang mereka. 

            Dan yang terakhir, orang yang dipekerjakan dan mempekerjakan sesungguhnya saling berhubungan erat. Tidak dapat dipisahkan. Seberapapun rendahnya golongan kerja orang tersebut, dia tetap memberikan tenaga dan waktu untuk menunjang aktifitas kerja bagi golongan di atasnya. Kita semua saling berhubungan, yang membentuk bola salju yang semakin besar, dan semakin besar. Tidak akan bisa seorang manager bekerja sendirian tanpa teller. Atau tidak akan bisa HRD bekerja tanpa marketing. Semua saling membutuhkan untuk menjaga kelangsungan pekerjaan. Kita semua tidak dapat melupakan hal tersebut. Bahwa hal kecil sesungguhnya pelengkap utama hal besar. Maka kelayakan kerja dibutuhkan oleh siapapun agar tercipta kenyamanan, dan suasana kerja yang kondusif.

            Saya teringat kata-kata Prie GS dalam sebuah tulisannya tentang PRT, “… kita mau murah, tetapi tak mau risiko salah. Ini tidak logis.” Dan saya mengamininya.
           


Menjaga komitmen, mudah atau susah?

            Saya tidak tahu apa yang terjadi di detik ke depan, menit, jam, bahkan hari-hari di kemudian hari. Ini rahasia umum, semua juga tahu. waktu di depan adalah misteri. maka dari itu semua orang pernah belajar dari kisahnya yang lalu, hingga kadang melupakan bahwa jatuh, kecewa atau lelah itu hal biasa. Waktu juga nanti yang akan mengobatinya. 

            Siapa yang tidak lelah jika memiliki kesibukan super duper padat dan rasanya dunia berhenti di satu titik saja? Kehidupan hanya berkutat pada, bekerja, pulang, tidur, dan berputar lagi dalam ritme yang sama. Semua hal yang konstan akan menimbulkan kebosanan. Tak ubahnya lagu yang hanya memiliki tiga nada dan pendengarnya pasti akan mengalami kejemuan. Tapi tunggu dulu … 

            Semua hal bisa diantisipasi. 

            Kejemuan bisa diobati, dan kekecewaan bisa diganti. Menjadi seorang pengeluh memang mudah, tapi menjadi seseorang yang menjaga komitmen itu sudah bukan lagi urusan remeh temeh. Menjaga komitmen sudah bukan lagi jangkauan mulut, tapi seluruh hidup. Sekalipun idealism atau komitmen kita yang saat ini telah kita ikrarkan kelak akan bertabrakan pula dengan kehidupan di masa mendatang. Apabila dikaitkan dengan kejemuan dan kekecewaan tadi, salah satu yang bisa diantisipasi adalah dengan tidak mudah mengucap janji. Entah lisan, atau tertulis. Semua tetap punya konsekuensi. 

            Pelajaran yang dapat diambil dari masa lalu, hari ini, untuk masa depan adalah salah satu acuan untuk kita belajar berhati-hati dalam berucap. Satu ucapan saja bernada janji yang keluar dari mulut kita adalah tanggung jawab super besar jika berbenturan dengan telinga orang, apalagi jika disaksikan banyak pasang mata. Komitmen memiliki kaitan dengan kehati-hatian kita dalam berucap. Seperti kita yang mudah berucap bahwa akan cinta dan sehidup semati, tidak akan mau bersanding dengan dia, tidak mau bekerja jadi ini, dan ini itu, masih banyak contohnya, kalian bisa memberikan sendiri contoh-contoh masuk akal dalam kehidupan kalian yang hanya memiliki satu inti, yakni, mulut adalah senjata yang pertanggungjawabannya dimana-mana. Ketika semua hal tersebut sudah keluar , yang bisa kita lakukan hanya satu --- menepati. Di luar pilihan itu, sesungguhnya kita sudah merubah diri sendiri menjadi seseorang yang tidak dapat dipercayai. 

            Dunia kita sesungguhnya sangat sempit. Banyak pasang mata yang menilai tingkah polah kita, banyak pasang telinga yang menunggu terlaksananya ucapan kita. 

            Jika dikaitkan dengan kampanye yang sedang marak menjelang pemilu legislative, maka ada baiknya semua calon legislative tak perlu dalam sekejap menjadi si mulut besar dengan banyak berjanji ini itu – cukup sampaikan bahwa dia akan berusaha jadi yang terbaik untuk mewakili rakyat dan pendukungnya. Semua janji yang terlanjur disampaikan tadi hanya akan menggulung semakin besar apabila hanya sekedar kata-kata. Alias omong kosong saja. 

            Oke, lupakan pemilu. Kita kembali pada diri sendiri. Saya sering berjanji dalam hati bahwa saya akan begini atau saya akan begitu. Idealnya, janji kepada diri sendiri adalah janji yang tarafnya paling sulit untuk ditepati. Janji kepada diri sendiri memiliki korelasi tinggi langsung tersambung pada pemilik kehidupan, Tuhan. Dan buruknya adalah, ketika tanpa orang lain menjadi saksi, kita mudah menganggap remeh temeh dan mulai melupakan. Tetapi, janji kepada orang lain memiliki pengingat bak jam weker alami yakni si pendengar tadi. Seolah-olah saksi tadi akan memunculkan ingatan seketika tentang apa yang pernah kita ucapkan. Dan bloom – otomatis kita tersadar.

            Saya sedang dihadapkan pada satu ucapan yang bukan janji, tapi tetap merupakan sebuah komitmen. Tak perlu disampaikan apa yang jadi komitmen saya tersebut. Cukup saya, dan saksi tadi yang mendengarkan. Hal tersebut cukup menjadi beban ketika saya dihadapkan di persimpangan, antara orang yang pro dan kontra terhadap komitmen tersebut. 

            Mereka yang kontra lebih banyak memojokkan saya seolah saya terlalu bodoh demi mengucapkan komitmen tersebut tanpa banyak berpikir dulu. Ya, saya akui saya belum berpengalaman hingga mudah menganggukkan kepala seraya berjabat tangan tanda kesepakatan – terlalu banyak berpikir kadangkala justru membuat kita berpikir tidak wajar. Mulai dari tidak efisien, tidak proporsional dan tidak memberikan kenyamanan bagi siapapun – saya, orang tua, bahkan mereka, saya terus dihadapkan pada keadaan berseberangan yang memusingkan. 

            Abaikan tentang mereka yang tidak memberikan apapun sesuai dengan kewajiban yang telah diberikan undang-undang, atau jasa yang sudah diabdikan. Ini tentang saya, dan kalian. Menjadi seseorang yang menjaga komitmen bukan persoalan mudah. Bahkan menurut saya sulit. Maka dibutuhkan kepala yang dingin, pengalaman yang banyak, ketenangan dalam bersikap dan ilmu yang luas. Tiga hal tadi dapat menjawab semua pertanyaan tentang seberapa naïf diri kalian menghadapi sebuah komitmen. Jangan sampai sebuah komitmen tadi berujung pada – kegalauan tak berujung. Dan anda berubah menjadi seseorang yang tak punya sikap, plin plan. Tadinya berkata a, dengan mudahnya berubah menjadi b. jangan mudah termakan omongan negative yang membuat anda bersikap tidak tegas, dan ragu-ragu. Jika anda memang benar sedang ragu untuk mengambil sikap, maka pikirkan kembali apa yang dulu pernah anda sampaikan. Barangkali hal tersebut mampu menjadi energy positif yang mengembalikan lagi keyakinan hati anda.

            Urusan pekerjaan atau rutinitas apapun memiliki konsekuensi logis yakni 24 jam dari sehari yang terkuras habis, lelah, tekanan, atau beban yang harus dipikul. Terang saja, semua aktifitas memiliki sebab akibat. Dan untuk sebuah komitmen – kita perlu mempertimbangkan matang-matang hal tersebut. Tapi tentang suatu hubungan yang menarik banyak orang ke dalam bola raksasa kehidupan kita, ada baiknya kita tidak sembarangan mengucap iya/ tidak jika hal tersebut tidak dapat dirubah lagi akhirnya. 

            Jika anda dihadapkan pada titik yang sama, yakini saja – bahwa semua perjalanan yang datang kemarin, hari ini, atau masa depan selalu memiliki pelajaran yang sama besar untuk hidup mendatang. Hidup memang bukan hanya soal menjaga komitmen atau mengabaikannya. Tapi lebih dari itu, menjadi seseorang yang hidup salah satunya adalah menjaga apa yang keluar dari mulutnya. 

saya ingat quote yang saya tulis di status saya beberapa hari lalu, "kadang butuh untuk mengakui betapa BODOH kita terlalu mudah mengucap janji, utk belajar di kemudian hari."

Tuesday, 25 March 2014

Tikus dan Kucing mencari cinta


                Semua lagu ada pendengarnya. Semua cerita ada pembacanya. Semua pasangan ada pendukungnya. Yang intinya juga bahwa, semua orang punya selera. Saya punya keyakinan bahwa siapapun itu, se-rasional apapun atau se-tidak masuk akal apapun - setiap orang punya sisi aneh yang kadang bikin rusuh diri sendiri. Contoh mudahnya adalah fans fanatic sebuah tren, gossip, atau perjodohan. 

                Omong-omong tentang trend, setiap tahun selalu ada ribuan trend yang silih berganti. Soal fashion, pasangan, artis, gaya rambut, lagu, bahkan sandal jepit yang cuman bergambar garuda terbang. Hebatnya lagi, se-sederhana atau se-wah apapun semua trend tersebut – sudah ada beribu orang yang siap menjadi pengikut dan pendukungnya. Subyektif sekali bukan? Maka tentang artis yang setiap hari nongol di berbagai televise swasta apalagi jawabannya kalau bukan beribu-ribu banyaknya. Contoh mudahnya adalah, banyak sekali pasangan yang terlahir lewat televise yang mulanya adalah keinginan dari penggemar setia mereka – walaupun toh nyatanya benih-benih cinta juga bisa hadir karna terbiasa. Seperti kisah cinta dude dan Alyssa, asmirandah jonas, zaskia irwansyah, atau tengku wisnu dan shireen sungkar. Semua bermula karena dukungan, dan untuk pasangan yang satu ini – pendukungnya tidak kalah banyaknya. 

                pernah nonton Tikus dan Kucing mencari cinta versi bunga zainal, nagita slavina dan raffi ahmad?

                Nah, untuk itulah tulisan ini saya buat. Akhir-akhir ini sedang heboh sekali berita tentang mantan Laudya Cinthya bella yakni si raffi ahmad yang sedang mengejar cinta nagita slavina. Bukan berita baru bagi public bahwa actor yang satu ini memang rajin masuk infotainment, apalagi dengan jam terbangnya yang tinggi dimana-mana. Maka, berita apapun yang mengatasnamakan raffi ahmad selalu menjadi santapan penikmat gossip apalagi fans beratnya dengan janji rating tinggi. 

                Sejak itu, kalau tidak salah bulan November, mulailah bermunculan account yang mengatasnamakan nama mereka berdua – mencari simpatisan, mendoakan, seolah sedang berkampanye dan mencari pendukung bagi mereka. Dan yang paling sering saya cek adalah akun @officialRANS17, atau @akumimin dengan berita terupdate pasangan ini yang bahkan belum ada di media. Inilah hebatnya media sosial. Saya sampai terus bertanya-tanya, sebenarnya siapa admin dari akun ini? Orang dekat, atau hanya fans berat? 

                Ya, tapi di luar itu semua – apresiasi saya berikan karna hanya doa dan berita yang masuk fakta saja yang diberikan oleh akun ini. Berita baiknya lagi adalah, ternyata banyak koneksi yang bisa didapatkan hanya bersumber dari satu akun saja. Itu berarti bisa dibuktikan bahwa, pendukung mereka sangat banyak jumlahnya. Followers akun tersebut sampai ribuan, dan mereka adalah pemberi berita, foto, sekaligus kegiatan harian si artis yang lebih banyak tepat dibanding tidak (tepok tangan heran), dan jika anda mulai penasaran, maka anda sudah mulai masuk ke lingkaran besar kepo dengan hashtag #RANS.                

                Awalnya saya hanya penasaran – siapa sih yang nggak suka actor ganteng dijodohin artis cantik yang nggak aneh-aneh? Tapi lama-lama, seperti kebanyakan fans fanaticnya di media social khususnya twitter - Saya mulai ikut-ikutan kepo dengan kisah dua sejoli ini. saya seperti disadarkan bahwa suka atau tidak suka itu urusan yang tidak bisa ditebak - dan jawaban yang bisa saya berikan hanya, "ya suka aja". Seolah cintanya yang satu ini berbeda dengan kisah terdahulunya. Yang bunga zainal, ratna galih, velove, tyas, yang berakhir dengan dari teman jadi teman lagi – oke abaikan semua mantannya, ini masa lalu yang umum sekali. 

                Jika benar pada akhirnya hati raffi ahmad tertambat pada nagita slavina dan sampai pada jenjang pernikahan, bukankah layak sekali bagi frameritz (production house milik ibu nagita) merayakan kesuksesan skenarionya yang benar-benar menjadi kisah nyata? Yang pemerannya tidak lain adalah anaknya. Cinta memang benar-benar tidak bisa diduga. 

                Dalam scenario itu, raffi diceritakan adalah seorang playboy dan akhirnya takluk dengan nagita. Karakter dan cerita dua pasangan artis ini persis seperti yang ada dalam kehidupan nyata. Raffi yang dianggap playboy walau sesungguhnya tidak seperti itu, dan nagita yang sederhana. Kabar baiknya, banyak yang mendukung nagita menerima cinta raffi ahmad. Dan sepertinya gigi sudah mulai terbuka memberikan harapan bagi si pengejar cintanya. 

                Kisah cintanya masih menjadi misteri, tapi fakta demi fakta yang diunggah di media social maupun cerita orang banyak bisa jadi saksi betapa nagita mulai membuka hatinya untuk raffi. Bisa diamati dari akun instagram adik nagita @cacatengkers yang memposting foto raffi dan nagita dengan keterangan “I love you two”. Singkat saja, kode mulai banyak dibuka – mulai party ulang tahun bersama dua keluarga dan teman dekat, sering kena gap jalan berdua, foto-foto, raffi yang katanya melamar nagita, atau yang paling baru adalah tentang mereka berdua dan keluarga yang berobat sekaligus liburan di jepang. Dan yess, saya pun juga berharap dua sejoli ini jadi pasangan dunia dan akhirat nantinya. 

                Apa yang menjadikan berita kedua orang ini menarik? 

                Begini pendapat saya. Yang pertama, dengan track record raffi yang sering sekali bergonta-ganti pasangan, idealnya raffi sedang diberikan satu cobaan dengan harus bersabar mendapatkan cinta wanita yang satu ini – wanita yang katanya berbeda dari yang lainnya. Dan untuk sesuatu yang baik dan berharga, semua orang memang membutuhkan pengorbanan. Maka public menunggu perubahan actor tampan nan kaya raya ini (dengan tidak bertingkah seenaknya dan memperlakukan semua wanita sama yang bisa disalahartikan maksudnya), begitupun dengan nagita. 

                Yang kedua, gigi yang identik dengan gaya sederhana namun memikatnya itu ternyata mampu menjadi penyeimbang raffi yang nyeleneh dan genit di depan layar kaca. Jika diamati, gigi adalah produk yang tidak ceplas-ceplos dan tidak asal bersikap di media. Itu artinya dia menjaga privacynya dengan amat sangat baik. Berkebalikan dengan itu, kehidupan raffi adalah kehidupan yang keseluruhan dinikmati media – maka untuk kisah yang satu ini, Raffi benar-benar membuat orang lain penasaran dengan usahanya. Maka, apapun yang keluar dari sahabat dekat raffi – baik gossip atau fakta tetap saja menjadi berita menarik tersendiri untuk diulas media. 

                Yang terakhir, semua seperti sudah belajar dari kesalahan – bahwa kadang dibutuhkan tutup mulut untuk menjaga kehidupan pribadi. Sama seperti luna maya, olga, Jessica, dan akhirnya raffi – kehidupan percintaannya mulai dijaga dengan tidak sembarangan berkata iya atau tidak meskipun setiap harinya mereka memberikan kode kabar bahagia bagi public. Dan bukankah kode bahagia selalu ditunggu-tunggu oleh penggemar setianya?  

                Urusan cinta memang misteri. Meskipun mantan silih berganti, atau menelan pahit yang banyak – obat untuk patah hati hanya satu, yakni cinta yang baru. Dan gigi, mungkin adalah harapan baru bagi raffi. Akhir kalimat – untuk semua harapan baik, hanya doa baik yang pantas dilayangkan. 

                Semoga berjodoh. #RANS