.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Friday, 24 May 2013

Perkenalkan diri anda - di banyak kepala.


“Woi! Lo kok vocal banget sih! Cerewet, udah gitu rempong lagi.” Si Raihan berteriak mengejek Wendi. 

“Yeey, Lo juga! Ngapain peduliin Wendi? Dia ya dia, elo ya elo. Ngapain ngurusin idup orang”. Teman di sebelahnya membela Wendi habis-habisan.

Sementara wendi hanya tersenyum dan mengangguk pada temannya yang sudah berbaik hati membagi kalimat sinis tadi padanya. 

“Udah! Ngapain sih ditanggepin. Nggak penting”. Timpal Wendi halus, tenang. 


Raihan, dikenal sebagai anak yang suka sekali memprovokasi orang lain untuk mencari masalah. keras. Hobi memancing api. Semua mengenalnya, hingga pada saat-saat  tertentu tak ada siapapun yang mau dekat-dekat dengannya, sekalipun dia anak orang kaya.

Sementara Wendi, jika dibandingkan dari segi popularitas wajah, Wendi kalah jauh dari Raihan. Tapi, dia justru lebih tampak menarik karena kesederhanannya. Halus dan rendah hati. Pandai namun bersahaja. Tidak ada seorangpun yang tidak kenal Wendi. Karena dengan senyum khas dan keramahannya tadi pada semua orang, memberikan gambaran melekat di benak teman-temannya.
 
Mudah saja, perbandingan seperti ini memang meninggalkan jejak yang sama kuatnya. Tapi   Orang yang sukses menurut saya adalah orang yang berhasil menampilkan karakternya (bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak). Karakter yang kuat, tidak mudah goyah, ringkas kata dia teguh pendirian (red: dalam hal kebaikan). Tapi banyak yang tidak menyadari bahwa setiap ucap atau secuil dari perbuatan kita merupakan bibit dari pembentukan karakter itu sendiri. Cara kita memilih teman, sosialisasi, dan cara kita menyampaikan unek-unek akan berbalik pada asumsi atau citra orang lain pada kita.
Pernah liat obama? Apa yang anda pikirkan ketika pertama kali lihat sosoknya? Berkulit gelap? Murah senyum? Dan nampak sederhana? 


Nah! Itulah karakter kuat yang sedang dibuatnya. Dan menurut pengamatan saya, dia telah berhasil menunjukkan identitas nyamannya menghadapi dunia. Karakter kuatnya membuat orang lain mudah mengingat sosoknya.

Atau, pernah lihat ahmad dhani? Yang kalau urusan menanggapi gossip atau issue seputar orang lain dan bahkan mengenai dirinya sendiri selalu menjawab dengan kalimat yang ngaco= aneh. Pakaian khas hitam-hitam, dan style nya yang nyentrik. 

Itulah karakter! Dan setiap dari kita punya karakter. Kabar baiknya, karakter hanya bermula dari satu kebiasaaan kecil. Dan tentu saja kita punya pilihan untuk menjadi karakter apa saja. Kalian kepingin menjadi superhero semacam pahlawan bertopeng milik shinchan? Tampil seperti kogoro mouri yang sok ahli menjadi detektif di balik suara conan? Atau kalian ingin jadi tokoh lain yang lebih nyatadari itu semua? 

Jawabannya adalah, boleh-boleh saja. Ya, syah, dan halal. 

Tapi apabila hendak disesuaikan dengan kehidupan kita yang beragam dengan beribu macam orang yang suka sekali mencampuri urusan orang dengan alibi peduli, yang jadi masalah adalah; apakah tokoh yang ingin kalian jadikan karakter dalam diri kalian itu relevan atau tidak di kehidupan zaman sekarang? 

Kalian ingin jadi orang politik, maka berkarakterlah demikian. Namun tidak saya sarankan anda terlalu banyak hidup dalam pencitraan. Kehidupan sekarang nampaknya memang banyak sekali yang mengharuskan mengenakan topeng dimana-mana. Anak mengenakan topeng pada orang tuanya, murid mengenakan topeng pada gurunya, karyawan mengenakan topeng pada bosnya. (cari muka) pada akhirnya,  citra baik dan elite membuat sebagian orang tertipu tampilan luar, padahal di dalam sih sama-sama bobroknya; atau malah lebih bobrok lagi.

Yang terpenting dari itu semua. Kita terlahir dengan keistimewaan, dan karakter yang bisa kita bentuk. Mau seperti apapun kalian, dengan kulit yang hitam/kecoklatan/kuning/putih/apapun, dengan badan tinggi/pendek/ bongsor, itulah salah satu identitas pembentuk karakter yang Tuhan berikan.  Maka apabila sebagian dari lingkungan kalian mengejek dengan dalih fisik, badan tinggi tidak berisi, kuning seperti txx yang mengambang di kali, hidung kurang mancung, tidak rame dan kolot, atau background kalian yang tidak seperti mayoritas orang-orang di luar. Bersyukurlah, Tuhan hanya sedang memberikan pengajaran lebih intens pada anda untuk membentuk karakter orang hebat. 

Dan karakter adalah; apa-apa dalam diri anda yang mengenalkan pada banyak kepala, itulah diri anda sesungguhnya. 

# setelah ini, lakukan riset pada lingkup kecil. sebenarnya bagaimana diri anda di benak kawan-kawan anda. itu pasti membantu mengurangi sisi buruk dan menonjolkan sisi baik dari karakter anda. 

No comments:

Post a Comment