.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Friday, 28 December 2012

Melawan Arus


            kadang berbeda lebih menyenangkan.
saya selalu suka, sekaligus heran dengan orang-orang yang sepertinya. satu dari sepersekian wanita yang sungguh tak peduli tampilan, riasan, polesan dan segala macam atribut yang semakin lama semakin berkembang atasnama kecantikan. lagi-lagi kesempurnaan.
sebut saja namanya atik –nama boongan-, dia selalu percaya diri datang sendirian. selalu percaya diri mengenakan pakaian yang dia kenakan. meskipun, sekali lagi bisa saya katakan, itu sungguh jauh dari kata modis. kadang justru malah out of trend. dengan celana kebesaran, baju dan atasan yang tidak sewarna, alias tidak nyambung.
mungkin lagi, yang lain mengenakan sepatu flat yang sedang nge-trend, eh dia malah pakai sepatu sandal. yang in pakai baju sifon, eh dia make batik. bukannya yang penting sopan dan tidak memalukan? tapi nyatanya tahun demi tahun pantas dan tidak pantas soal penampilan pun bergeser makin tidak karuan. dan meskipun begitu, dia berjalan tetap dengan dagu lurus ke depan, dengan hati dan kepercayaan diri yang tak jatuh sekian persen meski banyak yang memandangnya sebelah mata. meski banyak tawa terlempar, hanya karena penampilannya yang sungguh jauh dari bayang perkembangan zaman.
toh mereka bahagia, tak harus pusing apa kata orang, tak harus teracuni pikiran orang.
boleh kalian lihat di luar sana, wanita-wanita yang selalu berusaha tampak modis. hingga merek ternama- jadi bahan kejar-kejaran. menmbeli pakaian, dan seluruh kebutuhan dalam daftar yang berlebihan. sekali pakai, buang. sekali beli, langsung jual. hingga apa yang disimpannya di dalam lemari hanya sekedar pelengkap isi kamar.
dan bukan lagi pahala yang membuat mereka bahagia dan berpuas diri, mungkin saja diskon besar-besaran, jalan-jalan ke luar negeri, mendapat predikat primadona atau wanita tercantik di dunia, atau di hati lelakinya saja, menjadi salah satu daftar wajib hal-hal yang mereka suka. dan, boleh percaya boleh tidak. terserah anda.
mereka berjalan dengan kakinya sendiri, di atas keteguhan prinsipnya. tentu saja. mereka melangkah dengan percaya diri, tanpa harus malu apa pendapat orang, apa komentar pedas orang, asal dia nyaman dan tidak merugikan maka no problem. keyakinan dan kepercayaan mereka mungkin kita katakan di luar batas kewajaran. dengan tidak perduli dunia bergerak ke arah mana, dunia berkembang se-modern apa, dan manusia-manusia bereformasi jadi apa.       
            peduli apa pada kesemuan dunia?
tapi menurut saya, itu sungguh sangat menyenangkan. kalian tak perlu ribut dengan segala macam topeng kehidupan, jadi apa adanya itu membuat diri tidak mudah terpengaruh. ada iklan yang mempertontonkan kalau cantik itu putih, mereka tak perduli. ada iklan baju dan tas bagus, mereka lagi-lagi tak perduli. apalagi harus melihat dan iri terhadap semua kesemuan yang ditampilkan para actor aktris yang bermuka manis di depan kaca kaki jenjang, hidung mancung, mata biru, rambut hitam lurus, dan sederet daftar cantik lain yang mulai dibuat-buat oleh mereka yang menjadikan wanita sebagai pengeruk kekayaan.
            lagi-lagi saya harus berucap iri pada mereka. karena mereka berjalan bukan karena tuntutan orang-orang di sekelilingnya, hingga harus bersaing sedemikian rupa, tentang kecantikan, keelokan, kemodisan, dan berbagai tetek bengek yang selalu berjalan ke depan. meninggalkan kita yang teguh pendirian, atau mereka yang tergila-gila pada modernitas zaman.
saya butuh sebentar saja, masa ketika orang-orang tak saling berkomentar tentang penampilan. sungguh, sebentar saja menikmati kenyamanan atas nama diri sendiri. bukan perbandingan yang mulai dicemari kekuasaan, menikmati diri yang seadanya, inilah saya, dan bahagia.
            kalau boleh saya bilang. beberapa bagian dari dalam diri kita harusnya seperti ini. tampil apa adanya, sederhana, tanpa perduli apa kata orang, tapi tak pernah mengesampingkan bagaimana hati dan kebutuhan orang. mereka berjalan dengan satu keyakinan tanpa membuat penyelewengan. bukan justru terus menerus mengejar perkembangan zaman, tapi segala jalan dianggapnya halal.
kita tak perlu mengikuti arus dunia seperti yang mereka tampilkan, selalu searah, pura-pura nyaman padahal kita hanya mengejar pujian. kita hanya harus jujur pada diri sendiri, saat prinsip itu tak sejalan, kita perlu melawan arus agar tak tergerus pemahaman yang makin merusak keyakinan. 
percayalah, kita beda, dan tak akan pernah sama. meski dunia berusaha menyeragamkannya. 

menjadi berbeda itu menyenangkan.  

No comments:

Post a Comment