.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Monday, 24 December 2012

Kunti vs Tukang sate.


saya selalu merasa kasihan dengan tukang ojek dan pedagang sate kalau melihat film-film atau siaran televise yang membahas tentang per-horor-an Indonesia sekarang ini, atau mungkin sudah sejak dulu pendiksriminasian ini berlangsung. lebih tepatnya mungkin tertawa, sedih, dan kasian juga melihat kejanggalan yang ditampilkan.
kalau sekarang zaman 2012 orang-orang atau para produser menggunakan nama tambahan untuk karakter hantu yang mereka jadikan judul, lain lagi dengan dulu. hantu-hantu jaman dulu itu lebih alami nampaknya, tanpa topeng dan embel-embel aneh dan lucu unyu-unyu itu. kalian mau contoh? baiklah baiklah, nenek gayung, hantu jeruk purut, pocong tonggos, sundel bloon, dan masih banyak nama-nama lain yang sebenarnya jadi mengurangi keseraman mereka. kasian kan? tentu saja.
dulu nama mereka biasa saja. kalau pocong ya pocong saja, kuntilanak yang kuntilanak saja. dan itu bikin serem mereka tetap terjaga, nah kalau sekarang? pamor mereka jadi turun loh, pasti para produser tidak begitu memperhatikan perasaan mereka. hantu kan juga punya perasan, piss …
sumpah, kasian wibawa para hantu. 
kembali lagi ke masalah pedagang sate keliling dan tukang ojek tadi ya. baru saja saya melihat kasus yang sama, yang membuat tawa saya sontak bergema, heran sekaligus geli. gerombolan hantu-hantu yang identik dengan wanita dengan lubang di belakang tubuhnya, punggung, alias mbak kuntilanak ini nih sukaaaaaaaaaa banget deh ngegodain tukang sate keliling. begini nih kira-kira percakapan basa-basi sebelum dia memulai aksinya:
            “bang … sate-nya bang
(dengan intonasi “bang” yang agak lebay, bindeng, nggema, dan seluruh telinga kamu persis mendengarkan waktu mulut kamu mengucapkan kata “bang”. kalau belum mirip maka ulangi terus menerus.
            “bang … sate-nya bang”
(atau kalau mau lebih jelasnya, tonton film suzanna sebagai pencetus kalimat penggoda abang-abang sate ini.)
lalu, dengan wajah polos dan menggunakan dalih keseksiannya, mbak kuntil ini akan memesan sate-. dan BUUUM! 
sebentar sebentar … jangan kaget dulu. ada dua adegan nih yang bisa ditebak selanjutnya:
1.      yang pertama, maka mbak kuntil akan memberikan uang banyak, berlembar-lembar dari sate yang dia pesen tadi. dia ngilang, dan uangnya berubah jadi daun. nah lho? yang ini trik yang bikin abang sate-nya rugi
2.       yang kedua, setelah makan sate, BUUUM
mbak kuntil rambutnya langsung ngembang, persis kaya adonan kue yang dicampurin fermipan dan sekitar 10 menitan dimasukin ke oven. wajah yang putih belepotan, rambut awut-awutan, dan seperti yang anda duga, mbak kuntil tadi sukses membuat abang-abang tukang sate nya terbitir-birit lari meninggalkan gerobak atau malah pingsan di tempat (silahkan tertawa dengan imajinasi anda).
kalau dari pertanyaan yang saya sodorkan pada saudara saya, mereka bilang alasannya karena memang abang sate suka keluarnya pas malam, jadi rentan kena godaan. salah abangnya juga sih, suka begadang, suka keliling dimana aja, harusnya kana bang-abang sate itu milih tempat yang rame. jadi nggak berulang kali dikerjain sama mbak kuntil.
tapi, kalau alesannya cuman keliling pas malem, nggak valid dong. dan nggak adil juga, kan masih ada tukang nasi goreng. tukang bakso, mie dokdok, dan seabrek tukang makanan lain yang keliling pas waktu malem itu. kenapa harus abang sate-nya aja jal? kan kasian. tapi kasian juga sih mbak kuntil, harus nyari adegan lain buat ngegoda tukang-tukang yang lain, seperti :
baksonya bang, mie goreng-nya bang, atau bang bang bang lain. walaupun memang agak janggal, hee”
opsi kedua, tukang ojek. entahlah, saya sendiri kurang punya jawaban untuk tukang ojek selain karena membuat-buatnya terdengar lucu (padahal saya itu penakut, saking imajinasinya suka kemana-mana :p )
mungkin, mungkin saja begini, tukang ojek yang digambarkan di televise itu getol banget ngegodain cewek cantik yang kelayapan malem-malem. dan tentu saja, awalnya, sebelum rambut mbak kuntil berubah ngembang pake fermipan tadi itu, mbak kuntil itu aslinya cantik banget, bisa dibilang bohai.
dan ini menurut saya adalah lagi objek jualan paling tepat buat para pengusaha yang bikin film horor. dan harusnya, ada satu judul lagi yang terbersit di kepala saya “mbak kuntil dikejar tukang sate yang detailnya dimulai dari mbak kuntil yang malsuin duit pake daun atau mbak kuntil dibawa kabur tukang ojek gara-gara tukang ojeknya agak rabun”
alamak jan! maaf maaf, saya mulai ngaco :p
lanjut lagi ke tukang ojek, dan gara-gara mbak kuntil semasa hidupnya dendam karena wanita-wanita temannya itu digodain terus sama abang tukang ojek, jadi deh dia nggodain bales tukang ojeknya. dengan cara disasarin ke kuburan, suruh nganterin sambil terus sok cantik gitu mbonceng di belakang. dan anda tau sendiri apa lanjutan ceritanya :p
saya tidak mengerti, sungguh, gambaran seram di kepala itu jadi meluntur seketika justru dengan judul-judul lucu yang dikasih para sutradara atau produser film itu. pocong juga poconggg salah satunya, mana ada pocong ada ospeknya, mana ada kuntilanak dan sebangsa hantu lainnya party tiap minggu atau bahkan harian. dimana seremnya kalau music mereka yang kedengeran Cuma “jedak-jeduk” dan bikin ajib kepala. mana seremnya jal? apa hayooo?
belum lagi seabrek judul lain yang kalau lagi baca sekilas aja nih ya, baru sekilas, tolong digaris bawahi baru sekilas, dan belum membaca sinopsisnya, kita sudah nganggep film itu nggak mutu, kecuali kalau sebelumnya udah ada buku yang laris di pasaran dan bikin penasaran. walaupun sensasi mbaca buku dan dituangin ke dalam bentuk visual itu sungguh sungguh sangat tidak bisa disamakan.
beruntungnya nih, tahun 2012 ini kita masih dikasih film-film bagus, bukan cuman horror-esek esek yang pasti jadi tujuan mereka yang kepalanya mau nyari kesempatan. (sori buat yang tersinggung) tapi diantara banyaknya film, masih banyak yang ngasih stimulus baik di kepala, contohnya aja mungkin 5cm, habibie ainun, tanah surge katanya, soegija, perahu kertas, dan seabrek tontonan lain yang isinya nggak cuman cinta-cintaan dan tentu saja nggak vulgar. masih ada pasti yang peduli sama kebaikan karena kebanyakan yang nonton adalah anak-anak remaja yang butuh pengawasan dan didikan.
lihat saja tayangan-tayangan di televise. coba saja hitung berapa tayangan yang benar-benar murni buat menambah pengetahuan? yang murni bikin generasi kita tu punya pribadi dan akhlak yang baik? hitung saja coba. berita-berita yang katanya bisa jadi salah satu alternative jendela dunia pun sama saja, kadang terlalu mendramatisir kejadian, terlalu lebay memberi penyampaian, jadi bukan malah membuat damai tapi sungguh jadi alat provokasi paling ampuh.
terus sinetron-sinetronnya, mana yang murni isinya pesan kebaikan? lawakan yang mendidik? ah, sejujurnya saya kadang harus banyak memilih juga. sinetron kok isinya cuman kecelakaan, hilang ingatan, mobil kebalik, dan itu-itu saja. atau kalau tidak cinta yang dipaksakan, siksaan ibu tiri, anak durhaka lantas dapet siksaan bejibun di dunia. aduh aduh ….
lain lagi dengan lawakan yang sekarang hampir serupa alurnya. kalau nggak ngejek fisik, kalau nggak dorong-dorongan dan di bawahnya make keterangan benda tipuan. dan kasar, menurut saya sangat kasar. mengejek fisik itu sama sekali bukan hal yang wajar.
apa kalian nggak malah mikir tuh abis liat tuh tayangan televise itu. kebanyakan, orang baik yang digambarkan oleh sinetron itu adalah orang yang paling sering menangis, yang pokoknya selalu tersiksa. padahal kan nggak begitu-begitu amat, kan Allah ngasih cobaan nggak pernah di luar batas kemampuan. dan kebalikannya, yang jahat tu digambarkan adalah orang yang kaya, terus punya harta dan nama dimana-mana, parahnya lagi mereka pelit dan kejamnya minta ampun. apakah sebegitunya? tentu saja tidak. tidak semua hal yang digambarkan sama dengan kenyataan. tapi itu buat orang yang bisa mikir saja, kalau anak-anak gimana hayo? kasian kan kalo masih kecil stimulus di kepalanya udah tercemari virus perbandingan yang sungguh sangat tidak relevan.
beruntung saya masih menemukan kajian islami, sejarah islami, pengetahuan tentang anak-anak, sejarah berbagai Negara, film horror yang tidak menyesatkan tapi justru lucu dan jadi hiburan, kisah cinta yang tidak memaksakan, dan jalan kehidupan yang tidak semerta isi kesulitan atau isi kebahagiaan, ada pasang surutnya.
jadi, buat tukang ojek dan tukang sate keliling, sabar dulu ya. dan pliss jangan bikin perkumpulan atau malah demo, saya yakin sebenarnya kalian juga nggak terima diperlakukan tidak adil dengan dijadikan gambaran kelucuan mbak kuntil yang menggoda kalian.
selamat siang.


No comments:

Post a Comment