.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Wednesday, 12 December 2012

Kiamat. What?

diawali dari ketidakmengertian, kebingungan, dan ketidaksepahaman. entahlah, kenapa makin modern, manusia lebih suka menduga- hal yang kadang di luar jangkauan mereka. percaya sama hal-hal yang berbau takhayul, dukun, ghaib dan semacamnya. mendewakan hal yang sama sekali nggak berdasar, nggak bikin hati tentram –eh gila aja, ini bukannya zaman ipad plus blackberry ya? atau dukun jaman sekarang emang udah dilengkapi gadget canggih juga?- 

aduuh, saya bener-bener nggak habis pikir deh. kali ini hanya satu saja muasal pertanyaan saya, tentang kiamat yang diprediksi tanggal 12 desember 2012. ya hari ini nih, kalian percaya? atau dari jaman beberapa tahun lalu jangan-jangan kalian udah antisipasi nyewa dukun super duper ampuh buat jadi tameng diri kalian? atau udah nyimpen harta kekayaan di tempat aman? dan atau-atau yang lainnya lagi? piuhhh. akhirnya saya harus menghela nafas agak penjang, agak dalam. Puhhhh …. 

apa coba dasarnya kalian percaya? apa yang jadi keyakinan, kekuatan kalian yang katanya udah pinter banget itu buat percaya ramalan yang sama sekali nggak ada jaminannya? yah walaupun kejadian kiamat memang nggak ada yang menduga, tapi terlepas dari itu semua, tanda-tandanya emang udah dikasih tau. kalau matahari bakal terbit dan tenggelam di arah berlawanan, kalau banyak yang tingkahnya berkebalikan, dan tanda-tanda lain yang udah dijelasin lewat banyak kitab-kitab suci agama-agama yang kalian anut, termasuk juga agama islam.  

takut- sih biasa, pun boleh-boleh aja. syah, dan halal buat siapapun ngerasa takut masalah serupa. saya juga kadangkala sering merasa takut. takut kalau sebelum maju presentasi, takut kalau abis buat salah, takut kalau abis marah-marah, pun juga takut sama yang namanya mati, apalagi harus denger embel-embel kiamat. tapi lagi-lagi, hal itu masih saja nggak jelas. dan seluruh kejadian alam semesta itu, walaupun pasti, walaupun sudah tertulis di ketentuan langit alias lauhul mahfudz, tapi kita tentu saja punya antisipasi. dan kita selalu diberi pilihan buat memperbaiki. sama halnya dengan semua kejadian alam, kayaknya prinsip ini cocok buat urusan kiamat ini, # satu alasan cukup untuk bertahan, satu alasan cukup untuk hancurkan.
bingung?

begini nih yang saya maksud, tiap dari kita selalu dikasih anugrah yang namanya akal kan? nah, akal itu buat mikir kan? ini yang jadi maksud saya. di dalam otak kita bisa nyimpen beribu-bermilyar, ber-triliun file dan pilihan-pilihan hidup, termasuk untuk nyari-nyari alasan apakah kita layak dan patut buat percaya atau enggak. kamu bisa saja meyakini dalam hati, asal kita terus berbuat baik, melaksanakan perintah Allah, meninggalkan larangan dan perbuatan yang disunahkan dan dalam aturan tentu saja iman kita makin kuat. dan satu alasan yang jadi pedoman kuat kita ini udah jelas bisa nyingkirin segala macam keraguan, segala macam keburukan, dan khilaf-khilaf yang terbersit pas setan tiba-tiba datang. 

sama saja dengan hal ini, yang jadi patokan kita pertama kali ya urusan keimanan. satu alasan ini aja cukup-kup-kup bikin kita sadar, nggak ada yang pantes bikin ketentuan dan ngerumusin terjadinya suatu hal kecuali pencipta kita sendiri. gimana bisa manusia yang cuman bawahan, yang cuman bagian kesekian dari bumi bisa ngeramalin hal yang sejatinya di luar kendali kita? mati dan lahirnya orang di sebelah kita aja nggak tahu, eh bisa-bisanya ngeramalin ada kiamat yang ngabisin seluruh isi dunia, sejagat raya, se-semesta. 

antisipasi itu perlu, dan saya tegaskan lagi, saya pun merasa perlu melakukan antisipasi di luar isu yang berkembang tentang kiamat itu. saya juga sama halnya dengan kalian, takut kalau tiba-tiba mati, takut kalau tiba-tiba waktu itu berakhir dan saya dalam keadaan tidak siap, alias banyak bawa dosa. nah lho? lalu harus gimana? tapi antisipasi yang bagus bukan dengan ke dukun, bukan juga percaya sama hal-hal takhayul dan ghaib di luar nalar kita, yang walaupun malaikat dan Keyakinan itu-pun sama abstraknya di hati kita. keyakinan dan pedoman itu hanya ada dalam kepala dan hati, hanya ada untuk diyakini dan tidak terlihat. oleh karena itu kita tidak bisa menghakimi seseorang dari penampilan, karena urusan tampilan tak bisa menggambarkan bagaimana kondisi seseorang. 

yang paling tepat mungkin adalah antisipasi kebaikan, antisipasi ibadah itu tadi. kalau dengan meyakini bahwa tanggal ini adalah kiamat yang sudah sekian hari diprediksi, kalian justru membenarkan dalam hati, kalian takut tapi hanya berdiam diri, apa bedanya? apa gunanya? nol besar. 

dalam hal ini, ketakutan itu bisa dirubah jadi energy paling besar untuk terus memperbaiki diri. dan saya tidak tahu bagaimana rumus dan formula paling tepat untuk memperbaiki pribadi manusia satu dan yang lainnya. tentu saja, karena satu dari kita berbeda dari yang lainnya. berbeda lintasan takdir, berbeda kondisi, berbeda cerita, dan beda pola pikir. hingga hal itu memproduksi cara yang sedemikian banyaknya untuk memperbaiki diri pula. mungkin saja dengan lebih sabar, mungkin saja untuk memutuskan lebih banyak mendengar tinimbang mencela. 

hari ini, saya lihat di berbagai sosial media, di kabar televise pun membahas angka ini. tanggal ini. hari dan tahun ini. apa istimewanya? karena tanggal-bulan-tahun nya serentak sama? atau karena kiamatnya nggak jadi dan bakalan mundur lagi? haha, baiklah, mari kita tertawa bersama-sama kalau begitu. 

thing positif saja, kalau memang kiamat diundur, berarti kita masih diberi waktu buat berbuat baik, buat nambal solat, puasa, zakat kita yang masih bolong-bolong. bukan saja mengurus wajah dan gigi yang bolong langsung dibawa ke klinik, ibadah dan hati kita yang bolong harus segera diperbaiki pula. 

yang lebih aneh lagi, tanggal ini justru jadi pilihan orang-orang tua yang lagi hamil untuk melahirkan, sudah atau belum pada waktunya. jujur, saya sama sekali tidak percaya ramalan tanggal ini. bahwa kiamat akan terjadi, bahkan waktu nonton film-nya saja saya malah kebanyakan mikir. ini kok nggak mutu sama sekali ya? kiamat itu tidak menyisakan siapapun, tidak menyisakan apapun, dan bagaimanapun. jadi ya dunia itu kosong melompong, tanpa manusia, tumbuhaan dan hewan. nggak ada yang selamat, nggak perduli hartanya banyak dan masuk dalam kategori orang terkenal seantero jagat raya. kiamat ya kiamat saja! kiamat kok pilih-pilih.

baiklah, mungkin banyak juga yang punya pemikiran sama kayak saya. tapi pasti lebih banyak juga yang percaya bahwa kiamat ini akan terjadi, toh nyatanya nggak ada apa-apa. saya masih bisa tidur santai, yang lain masih bisa bekerja tanpa gangguan, dan seabrek rutinitas seperti biasa. jadi, jangan takut buat merasa takut. mau tahu cara paling ampuh buat meminimalisir takut itu? oke, here we go.

yang pertama, solatlah kamu sebelum disolatkan.

jadi, kalau sudah tahu waktu-waktunya, sudah denger adzan iqomatnya, dan sudah sadar kewajibannya. silahkan ambil air wudhu dan solatlah. untuk yang beragama lain, silahkan lakukan prosesi dengan apa yang biasa kalian lakukan. hehe

Yang kedua, berpuasalah untuk membersihkan tubuh. berpuasalah untuk menahan amarah. dan berpuasalah untuk menjaga diri dari nafsu yang amat ramah tamah. kalian tahu kan, banyak sekali manfaat puasa yang sudah dibeberkan banyak pakar dalam maupun luar negeri. nggak percaya? silahkan dicoba sendiri saja. tidak ada kepercayaan tanpa melakukan dan mengamalkan bukan? yang paling ringan kelihatannya itu senin kamis, manfaatnya banyak loh. karena pada hari itu amal kita dihitung, jadi kita punya tameng super ampuh buat nahan segala macam bisikan setan, semoga. amin

Yang ketiga, bersihkan harta dengan zakat, atau infaq, atau sedekah.

tentu saja bukan dengan niatan pamer kalau kita kaya, atau berdalih bahwa kita ini tak punya apa-apa sehingga mau ngeluarin duit sedikit saja pelitnya masya Allah, mau senyum aja susah banget, dan  ngeluarin tenaga buat bantu-bantu juga pake alasan segambreng. menjamu teman saja itu sudah dapat pahala, menjamu tamu, apalagi menjamu mereka yang tidak mampu. kita tidak saja merasa kaya, tapi saudara kita akan bertambah dimana-mana. yakin saja, harta kita tidak sekedar materi dan tahta.

dan yang terakhir menurut saya, adalah ….

jeng jeeeeeng, kalau kita tidak bisa banyak memberi. jangan mengambil apa yang jadi hak orang, karena bayang-bayang keburukan itu selalu mengekor dan menghantui. mau sok-sok tidak perduli? tentu saja tidak bisa. namanya saja bayangan, nggak akan bisa kita hapus, nggak akan bisa kita hilangkan. karena sejatinya perasaan bersalah itu selalu datang dan mengganggu ketenangan.

sudah, sudah cukup kok. kita boleh saja mengamati perkembangan dunia, jadi pengamat dan mengerti banyak hal. tapi mungkin ringkasnya begini saja, kita manusia, dan kita tak pernah tahu segalanya. jadi anggap saja ramalan itu hanya pengisi riuh ramai dunia, jadi pewarna liku-liku takdir yang sudah ada. Terserah kalian, mau percaya atau tidak percaya.
terima kasih dan sampai jumpa.

No comments:

Post a Comment