.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Saturday, 29 December 2012

Berkaca


           semua hal yang ada di sekeliling kita merupakan cermin, dan Tuhan memerintahkan untuk digunakan sebaik-baiknya. dalam beberapa ayat al Qur’an disebutkan, bahwa dunia berisi pelajaran/hikmah/pengetahuan, dan tentu saja ini semua bagi orang yang beriman, bagi orang yang mau memperhatikan, dan bagi orang yang mau menyadari kekeliruan.
       dalam banyak situasi dan keadaan, kita tak selalu bercermin pada kaca/ karena yang ditampilkan di hadapnya hanya tampilan fisik saja. berapa panjang rambut kita, berbentuk bagaimana wajah kita, mata, hidung, dan segala macam atribut wajah yang sudah dianugerahkan bersama kelahiran kita.
       cermin itu sesungguhnya ada pada banyak hal. kalau saja kita mau memperhatikan. bercermin dari pensil misalkan, seperti yang tertulis dalam buku Paulo Coelho yang berjudul seperti air mengalir. maka pensil itu bisa diibaratkan manusia, yang secara rinci dibagi dalam lima point. yang pertama tentang ia yang selalu merasa sakit ketika disayat, yang kedua tentang bukan tampilan luar yang berguna, tapi grafit di dalamnya lah yang seharusnya diperhatikan. karena ia yang menghasilkan tulisan.
yang ketiga, tentang ia yang selalu membutuhkan tangan, untuk menggerakkan dan menggoyangkannya di atas kertas dan menuangkan pikiran. yang ke-empat, tentang bagaimana pensil yang mau dan rela menghapus bagian yang salah dari apa yang dituliskannya. dan yang terakhir, tentang pensil, yang sedemikian tipis atau bagusnya, akan selalu meninggalkan bekas/jejak di kertas yang telah ia torehkan.
dan begitulah kehidupan.
          kita bisa bercermin pada banyak hal. pada kerasnya batu, karena tanpanya, bangunan-bangunan besar, gedung mewah bertingkat itu belum tentu memiliki pondasi sedemikian kuat. pada burung-burung yang beterbangan, yang menyampaikan, di belahan dunia lain, di langit dan luas bumi terhampar banyak keindahan. tersaji banyak kejadian. pada dingin dan panasnya udara, pada ribuan air hujan dan air terjun yang turun namun tidak mematikan, karena Allah sudah mengatur berapa kecepatan yang bisa kita rasakan ketika sampai dan menyentuh ujung-ujung kepala. pada pelangi yang menyejukkan mata, setelah badai terhadir mendahuluinya. 
        pada kunang-kunang, Karena hadirnya yang membawa sedikit terang. bahkan melihatnya bisa jadi membuat tenang. meskipun seperti mata-mata yang tak lelah mengawasi kita.
pada orang-orang di sekeliling kita yang menyikapi dan mengalami lika-liku dunia dengan caranya. memahami mereka dan kejadian yang ada dengan sisi yang berbeda. karena kita selalu harus banyak memperhatikan. bercermin pada setiap hal. karena bukan saja cermin (kaca) yang dapat memantulkan bayangan, bukan saja cermin yang mampu memberi penilaian, langit dan bumi-pun memiliki beragam pelajaran untuk membuat kita semua berkaca dan mengambilnya sebagai pelajaran.
          mata dan hati kita punya beberapa sisi yang sama, menerima dan meyakini kebenaran yang diberikan Tuhan di sekeliling kita. selamat berkaca pada dunia :D


No comments:

Post a Comment