.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Friday, 31 August 2012

9 tips hilangkan kantuk


9 tips mengenyahkan kantuk yang datang.
bukankah seringkali kantuk datang tidak pada waktunya, ketika sedang sekolah, kuliah, bekerja, mengerjakan proyek, seminar, dan masih banyak lagi berbaagai macam kegiatan yang akan sedikit terganggu apabila kantuk tiba-tiba datang menyergap. seperti halnya cicak yang menyergap nyamuk yang datang lewat.
nah, lalu, apa saja yang akan kalian lakukan ketika kantuk datang di situasi dan kondisi yang tidak tepat? apakah lantas membasuh muka dengan air se-gayung? atau, anda meneruskan kantuk dengan membiarkannya tidur dan menghentikan kegiatan.
seperti yang sudah biasa terjadi dan kita ketahui bersama, kantuk itu bisa saja merupakan tanda awal atau langkah sebelum terjadinya tidur. dengan kata lain, ini anugrah lain untuk memudahkan manusia beristirahat. seperti halnya juga petir atau mendung, bisa saja itu pertanda hujan akan datang. tapi, adanya kantuk dan mendung, belum tentu akan membuat kita tidur. tapi disini, saya tidak akan membahas tentang hujan dan pertandanya. saya hanya membahas tentang beberapa cara mengenyahkan kantuk ketika datang tidak terduga.
berikut ulasannya :
1.      berkaca
ambillah sepotong kaca, atau kalau tidak, berdirilah di depan cermin yang begitu besar. lalu, tersenyumlah selebar-lebarnya. semanis-manisnya, atau buka lebar-lebar mata anda sekaligus. agar kantuk perlahan menghilang dengan sendirinya, karna melihat betapa lucunya wajah anda sendiri di depan cermin tersebut.
2.      menulis dan membaca
ini salah satu dari beberapa cara yang paling ampuh menghilangkan kantuk yang sering mendatangi saya, tulis saja apa saja. tentang diri anda, atau kalau tidak, tulislah hal-hal yang memang menarik untuk dibahas. bisa dengan bolpoin manual, dengan handphone, ataupun dengan laptop dan semacamnya.
menulis dan membaca merupakan satu paket inspirasi yang terus saya lakukan, saya coba maksudnya. karena begini, ketika anda membaca sesuatu, lantas anda akan terinspirasi untuk membahas sesuatu hal. dan saat itulah, waktu yang tepat untuk menulis. dan hilanglah kantuk itu, karna berganti dengan berbarel-barel inspirasi.
3.      makan
nah, kalau ini, tentu saja yang paling asyik dan menyenangkan. bagaimana tidak? karna makan atau ngemil adalah salah satu kegiatan favorit para ladies. entah sedang nonton film, belajar, atau apaaaa saja. ngemil ini jadi rutinitas favorit. meski entah menunya berat atau yang ringan-ringan saja.
tapi perlu diingat, buat yang pengen diet, hindari makan terlalu banyak. secukupnya saja, agar mata terhalau dari yang namanya ingin tidur. dan tentu saja, kalau ada yang dibuat ngemil :p
4.      berjalan-jalan
dengan berdiri, maka otomatis, tenaga anda akan kembali pulih. dan kesadaran diri untuk tidak malas-malasan akan sedikit berkurang. tidak perduli seberapa sering atau seberapa sedikitnya ada berjalan, berkeliling rumah, atau hanya bolak-balik kamar dan lemari es, maka setidaknya, otak akan memproses agar kantuk tidak tersimpan dalam kepala.
5.      carilah orang
kantuk akan semakin meresahkan, dan mengganggu, apabila benar-benar di sebelah kita tidak ada orang yang bisa kita ajak berbicara. sebisanya, cari orang, dan ajaklah mereka bercanda, bicara apa saja, kalau tidak, sebentar saja alihkan perhatian mereka dengan sedikit menjahilinya. kantuk hilang, dan anda senang :p
6.      putar vcd aerobic
hal gila selanjutnya adalah, putarlah vcd senam yang kecepatannya rata-rata. dan membuat berkeringat, meski nanti, akhirnya setelah kelelahan, ngantuk juga yang datang. memutar music keras, dan menggerakkan badan menyelaraskan irama kita sudah jelas dapat banyak manfaatnya. telinga dan gerakan jadi lebih sinkron, dan keringat serta lemak jadi terbakar. so, bisa dijadikan referensi menghilangkan kantuk sekaligus lemak.
7.      berteriaklah
eits! tunggu dulu, bukan berteriak-teriak tidak jelas di jalan raya, atau di tempat umum. maksud saya adalah, hidupkan lagu, dan berkaraoke-lah. ini juga dapat mengalihkan kantuk. selain itu, anda bisa sekaligus melemaskan rahang wajah anda karna membuka mulut lebar-lebar. lepaskan segala amarah dengan lebih teratur. sesuka andaaa :p
8.       bersih-bersih rumah
ini mungkin hal yang paling membuat malas, karna kita harus mengeluarkan tenaga begitu banyak. dan kita juga harus punya niat tinggi untuk mengerjakannya, karena dengan begitu, semua mudah dilakukan. dan rumahpun berubah jadi bersih . sehingga, waktu tidak terbuang sia-sia karna kantuk dan tidur terlalu lama.
9.      ekspresi, kreasi.
cara terakhir yang harus kamu lakukan, adalah keluarkan segalanya. bukan dengan menuruti kantuk di waktu yang salah tadi. tapi, keluarkan segala bakat yang ada. ekspresikan dan kreasikan inspirasi yang muncul. bisa lewat pajangan dinding, memasak mungkin, atau melakukan riset yang menurut orang lain gila. biar saja, toh kita senang-dan bahagia melakukannya.

nah, akhirnya selesai juga cara untuk menghilangkan kantuknya. ini hanya resep dari saya saja, boleh dicoba, dan boleh juga diabaikan. hanya saja, ini memang karna kegiatan saya sehari-hari menghilangkan kantuk, dan ampuh untuk saya.
pada dasarnya, menghalau kantuk itu mudah saja. dengan focus dan bergerak, maka banyak hal bisa jadi beres. Dan seandainya, banyak tulisan yang membahas sama tentang tema ini, jurus paling ampuh nan hebat untuk menghilangkan kantuk adalah , jeng jeeeeng, jelas aja tidur :p (tapi itu jawaban versi ngasalnya)
intinya, kita mau bergerak, dan tidak diam saja lama-lama. oke?
selamat mencoba :D

Thursday, 30 August 2012

Tapi ini nyata, bukan maya. Seperti mekar bunga indahnya

Entah di bilik mana kusimpan namanya
terbayang wajah dan manis lesung pipitnya.
entah sejak kapan rasa ini tumbuh kecambahnya
ini nyata, bukan maya.
entah selasar mana saja hati ini sesak oleh rasa cinta
cinta yang berbeda pada hati yang berbeda pula
ini nyata, tanpa rekayasa.
tapi aku tak mau gila
entah dengan apa dan karena apa cinta ini adanya.
adanya memang karna anugrah yang kuasa.
adanya memang untuk kusemai agar damai semesta raya.
tapi aku tak mau memendamnya lama.
entah lewat apa segalanya terasa memayungi mata.
yang tiap langkah kaki menjejak, hanya ada kelebatnya.
hanya matanya yang terbayang sempurna.
entah, entah semua karna apa.
mungkin tanpa sebab rasa ini mekar indah seperti bunga.
mungkin karna inilah adanya.
adanya karna, aku cinta.
dan ingin kusemai sedalam-dalamnya, selama-lamanya.

Wednesday, 29 August 2012

Karna waktu, bukan kuasaku

Seberapa kuatnya ragaku
seberapa kekar dan hebat fisikku mampu mengangkat seluruh belantara rindu
aku tak pernah mampu menggenggam erat waktu
agar tak menjauh dari bayangku
aku tak akan pernah mampu ..

seberapa besar tahta dan harta melingkupi hidupku
genggaman jemariku tak akan mampu merengkuh waktu
karna waktu ..



sesekali aku diam, tak bergerak.
menyelaraskan bagaimana waktu akan membawaku
tapi waktu tetap saja ia mendahuluiku

sesekali aku mengikuti waktu
ingin tahu bagaimana ritme langkahnya menyusuri hidupku
tapi aku tak tahu, dia tak mau sesuai mau-ku


karna waktu ...
sama sekali bukan kuasaku
Karna waktu, bukan atasku
Dan bukan sekedar untukku

Tak selamanya hati memegang kendali

bahwa tak selamanya hati selalu memegang kendali, dan sebaliknya, tak jarang orang-orang ini terlalu memperturutkan rasio saja, tanpa mau melihat, bahwa yang di dunia itu tidak selamanya bisa kasat mata. bahwa tidak segala hal di dunia, bisa diartikan dan dilihat dari sekelabatan dan sepandangan mata juga. Tuhan memberikan begitu banyak anugrah dalam diri, agar kita lebih mudah memahami diri, juga orang lain.

begini ringkasnya. saya mudah sekali mendengarkan begini, kenapa nggak pernah bisa mikirin perasaan kita? atau, apa masuk akal? atau lagi, apa kalian tuh nggak bisa ngartiin sesuatu yang sudah terang, sudah jelas di depan mata seperti sinyal dari cewek itu buat kamu? ya ampuuuuun, ini bukan masalah bisa ngerti atau enggaknya. ini jelas bagaimana orang itu paham kadar diri, paham gimana cara dan pola  pikir orang di sekelilingnya. kalau kita Tanya hati, Tanya bagaimana rasio mereka bekerja. bagaimana kita bisa paham?

sedangkan kadang, kita pun membiarkan diri sendiri diperbudak yang namanya gumpalan, bongkahan rasa special yang namanya cinta. bisa jadi benci juga. dalam beberapa hal, kita tidak tau, kapan akan suka, kenapa benci pada orang itu, kenapa bisa sebal dan mendendam (jangan dicoba!) karna pada dasarnya, banyak hal yang tidak kita ketahui cara kerjanya. meskipun kalau rasa suka dan benci itu, saya yakin, itu benar bisa dikendalikan. karna kita, masing-masing manusia, punya selera yang beragam. sehingga criteria dan penggolongan akan bekerja otomatis ketika apa yang sudah ter-stimulus terulang lagi.

apa kita selalu punya alasan untuk itu? tentu saja tidak. apa ketika kita tidak mampu mengartikan mimic wajah, ekspresi sedih, sakit, sebal dari orang lain, maka kita harus menyalahkan orang tersebut? lantas menjudge- kalau dia tidak punya perasaan. oh NO! setiap orang jelas saja sudah ditanamkan perasaan. kalau tidak, mana bisa dia punya kasian, mana bisa dia punya cinta. itu hanya ungkapan atau statement tidak berdasar yang sering dilontarkan.

namun, dengan saling membaca dan mengerti, mengasah akal dan juga hati. maka seperti halnya pisau yang bila terus menerus diasah, maka dia akan tajam dengan sendirinya. mudah untuk mengiris ataupun menyembelih sesuatu hal yang keras. begitupun dengan hati dan akal, semakin sering kita asah. semakin sering kita membawa kesabaran pada hati, maka itulah yang tertanam.

tidak selamanya orang yang punya riwayat kejelekan di masa dulu, lantas di kemudian hari akan sama buruknya. dan tidak selamanya pula, orang yang dulunya baik, sabar, dan nrimo. di kemudian hari akan sama baiknya juga. ini karna proses penerimaan diri yang bekerja. waktulah yang memberi kesempatan untuk tiap orang memperbaiki diri.

ucapan tidak punya perasaan itu, entah benar-benar disematkan pada orang yang suka sekali membunuh, merampok, mencuri dan mengambil yang bukan haknya, itu sama sekali tidak bisa dan tidak pas dipasangkan ke orang apapun, dan bagaimanapun kondisinya. ini seperti kalimat lebay, yang menunjukkan, betapa tidak maunya orang itu, membuka mata, dan mengasah hatinya, untuk tau dan ikut merasakan penderitaan orang lain.

hanya saja, menurut saya itu terlalu kasar. terlalu kejam mungkin ya. atau sebutan berdarah dingin. segala macam sebutan dan panggilan buruk itu selalu membekas dalam hati. dan entah sampai kapanpun itu, ingatan manusia bisa saja dikembalikan ke masa tidak terima-nya itu. bukankah Tuhan sudah mengingatkan, bahwa berikanlah panggilan dan sebutan yang paling baik untuk seseorang.

mungkin saya agak kolot dalam hal ini. dibilang keren-lah, atau lebih merakyat, mudah diingat. asal yang punya nama tidak protes, tidak menggugat, maka syah-syah saja. alias halal. tapi, MANA bisa? orang tua sudah memberi nama, merancangnya berbulan-bulan, menyusun arti kata yang sepadan. dan akhirnya mendapatkan bagus dan mulia nama seperti yang diharapkannya. tapi, baru punya teman gaul, sudah diganti namanya seenaknya. diganti nama hewan lah, nama kotoran pula. –geleng kepala, ckck)

apa hal tersebut bisa dibenarkan? menurut saya, dan tegas saya bilang. TIDAK.
kebiasaan seperti ini, sama saja dengan mengasah kebiasaan diri melebarkan pergaulan. kalau sudah terbiasa seperti ini, maka esoknya, bisa saja ini yang terbawa. dan bisa juga, si empunya nama, sebenarnya tidak ridho. Nah lho, hayoo! hati-hati ya.

kembali lagi ke masalah hati dan rasio. kita jelas tidak pernah bisa mengerti bagaimana hati dan perasaan orang lain. meski berhadap-hadapan pun, hidup bertahun-tahun pun kita belum tentu tahu perasaannya. apalagi orang yang type plegmatis, tidak banyak bicara. dan parahnya lagi, mereka memang di-setting buat diam selamanya :p

intinya, selalu gunakan banyak hal, banyak sisi untuk menilai dan mengamati sesuatu. hati tidak selamanya memegang kendali. bisa saja, karna hati, kita justru diperbudak oleh orang lain, karena saking baiknya kita, atau bolehjadi, karena saking sabarnya kita. tidak usah khawatir, dengan sabar kita memang tidak perlu takut dosa, karena bisa jadi, sabar itu yang membukakan jalan terangnya. bukan sabar tapi diam tok ya, tapi berusaha sekuat tenaga, apa saja.

bisa juga kita menolak untuk terus-terusan disakiti orang lain, cinta itu pakai logika. tidak selamanya bekerja tanpa sadar kita. bohong sekali kalau begitu, kalau saya salah, apa gunanya ada kata “move on”, terus kata imigrasi hati. tentu saja kita bisa mengendalikan perasaan sendiri, dengan cuek saja apa kata orang, kalau menurut kita baik, tidak menyakiti, tidak merugikan, dan tidak menyalahi aturan. maka tak apa.
atau memutuskan untuk tidak lagi bergantung, ataupun memberi hati padanya. memutuskan keburukan lebih dulu, agar kita tidak lagi berpikiran buruk terhadap banyak orang.

banyak sekali contoh di sekeliling kita, ada yang suka sekali mem-bully adik kelas. menganiaya keluarga, lahir batin. ada lagi yang tidak membayar upah karyawannya, dan yang parah lagi, makan uang haram itu gimana rasanya. (ya, meskipun rasanya tetap sama saja. saya jelas tidak tau apa balasan dari Yang Maha Kuasa)
juga, jangan suka membantah apa yang jadi keyakinan orang lain. kita tidak pernah dan tidak akan pernah jadi manusia yang selalu benar di mata manusia, apalagi di Mata Tuhan-Nya. tidak mungkin.

maka dari itu, diselipkanlah waktu, indra manusia untuk dipekerjakan gratis, dengan syarat dirawat baik-baik. dikasih makan secukupnya, dikasih wawasan sebaik-baiknya, dan dikasih pengalaman sehebat-hebatnya juga. saya jelas tidak tahu, klasifikasi baik, cukup, dan hebat milik orang lain. karna akan sangat panjang kalau dibahas disini.

yang jelas, setiap orang berhak berubah. yang dulunya tomboy, bisa saja berubah lebih anggun (ciee :p). yang dulu kasar, bisa saja berubah lembut. yang dulunya plontos, di kemudian hari lebih suka gondrong. haha, curhat nih ya.

kita tidak pernah bisa memegang kendali atas apapun. hanya saja, kita punya kesempatan memperbaiki, berusaha mengisi hati dengan kebaikan, agar diri punya kebagusan pribadi. dan selanjutnya. karna hati, kalau tidak diasah dan disetting sedemikian rupa jadi baik, maka dia bisa saja melenceng jadi kejam.
dan otak, kalau tidak di-setting untuk suka belajar, dan belajar. maka, akan semakin bebal pula bila diselipkan berbagai macam obrolan juga pengetahuan. mari seimbangkan, dan aktifkan kebaikan :p

-doa dan usaha itu, selalu ampuh. dan akan selalu ampuh diterapkan.-


Mata sipit pipi chubby - kami

Tak apa banyak tawa untuk kami
Tak apa banyak hina terlontar bagi kami
Bagi kami,  ini keindahan diri
Patut disyukuri
Dan inilah apa adanya kami :)






Sanguinis Melankolis Koleris Plegmatis



Pernah terharu? Nangis mewek gak habis-habis? Atau malah, kita begitu melankolis. Yang sekali lihat mata berkaca-kaca dari orang lain langsung ikut mewek juga?

Kalau jawabannya iya, ah, sudah biasa. Tenang, tidak usah khawatir. Itu bukan suatu aib yang harus disembunyikan.  Ini hanya masuk dalam beberapa karakter manusia yang menurut saya mayoritas dimiliki orang yang lainnya pula.

Nah, baiklah, karna ada baiknya mengulas lebih dulu karakter dasar manusia yang dikemukakan oleh Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus”.

Apakah tingkat rasa sayang dan cinta yang tertanam dalam diri kita otomatis sudah mampu mengendalikan ego yang bersemayam pula? Atau, otomatis kita berubah jadi penurut sepanjang masa? Tentu saja tidak ada korelasinya. Kita mengaku mengenal orang itu, paham kepribadian, lalu tinggal seatap serumah dengan orang yang lain, kemudian faham seluk beluk emosinya. Bukan jaminan pula, ketika kita dalam posisi memendam amarah, benci, maka kedekatan itu akan aman-aman saja.

Bisa jadi, kesadaran ini hanya sekedar diketahui. Tidak untuk dimengerti dan dijadikan solusi. Seperti halnya begini, contoh kecilnya, ketika seorang yang begitu tempramen memarahi seorang yang amat sangat sabar. Anda menjadi gemas sendiri memperhatikan, seolah si tempramen tadi sengaja benar memanfaatkan kesempatan karna bias meluapkan segala macam tumpah ruah perasaan sebal. Nah, bodohnya lagi, si sabar hanya diam saja, menurut tanpa bias mengungkapkan apa yang harusnya diungkapkan. Dia memilih jalan, diam. Dan selalu diam.

Kita sebagai pengamat, justru akan dihadapkan pada dua sisi ketika kedua orang tadi orang yang dekat dengan kita. Mana yang akan kita pilih? Mana yang akan kita rubah dan kita bela? Tentu saja kita tetap harus jadi netral, ini sudah bias ditebak, bahwa kejadian ini merupakan ketidakpahaman bagaimana menjalin hubungan, yang sudah mendarah daging, mungkin.
Nah, dengan adanya penggolongan karakter dasar manusia, kita bias terbantu dalam memahami sekeliling. Karena situasi dan kondisi kadang mendesak, dan tanpa sadar kita melukai orang yang kita cintai, dan tanpa disadari lagi, cinta berganti jadi benci. Waaah L
Kalau kalian tidak mau hal seperti ini terjadi? Maka, mari mengulas karakter dasar manusia untuk dipelajari. Yuks marii!

      Yang pertama, Sanguinis, “narsis abis”. Mereka cenderung ingin populer, ingin disenangi orang lain. Hidupnya penuh dengan warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa berhenti. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Namun tidak bias dikatakan labil juga, Pada satu waktu ia berteriak girang, heboh dan beberapa saat kemudian ia bisa menangis tersedu-sedu. Dengan kata lain, mereka adalah orang yang cenderung ekspresif berlebihan. Kalau jaman sekarang namanya “alay, lebay” :p.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit konsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya kurang teratur. Jika kamu menyaksikan ada orang yang kurang rapih dan juga suka membereskan tempat kerjanya, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
    
      tipe kedua, melankolis, “Sempurna”. Sedikit berseberangan dengan sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang ini selalu ingin serba sempurna. teratur. Kadang, karena segala sesuatunya harus dipikirkan matang-matang, mereka justru dibilang ribet, atau repot. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankolis’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara mainan kesayangannya belum ada di sebelah selimutnya. Dan jangan coba-coba merubah pola susunan yang sudah jadi kebiasaannya, karena mereka hafal bagaimana komposisi tatanannya sendiri. Apalagi coba-coba membuka isi dompetnya, hati-hati! sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Ia pasti dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi asing di matanya.
     
      Ketiga, Koleris, “Kuat”. Mereka suka bangeet menyuruh orang, tunjuk sana-sini atau perintah sana-sini juga. Ia tak mau ada yang diam dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tidak jadi korban “bully” dari sifatnya yang bossy dan tidak mau mengalah.

Orang ini menyukai tantangan, petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa jadi berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah
     
      keempat, sang Phlegmatis “Cinta Damai”. Tidak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya damai tetap nomor satu, segala-galanya. Jika ada selisih paham, pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang aman dan terkendali. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit hati, asal masalahnya tidak mengular.
Kaum ini kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Santai tanpa beban. Dengan sabar ia mau jadi telinga yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.
Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong manyun ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan- juga”. Jadi kalau kalian punya orang dekat, atau saudara, kalian harus rajin mengomporinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya .meskipun agak susah :p

Nah, kalau kalian sudah membacanya. Kalian masuk golongan yang mana nih? Ibu, ayah, kakak, adik atau mungkin pacar masuk golongan yang mana juga? Dengan begitu, mungkin anda yang tadinya sudah paham sedari dulu, akan lebih mengerti juga. Kalau merubah watak memang susahnya minta ampuuuun.

Lalu, apa yang kalian rasakan? Atau kalian condong ke dua karakter? Apakah aneh? Ah tidak juga. Meski sudah digolongkan menjadi begitu sederhana, hanya empat bagian saja. Menurut penulisnya sendiri, tiap orang selalu memiliki beberapa golongan yang tadi. Hanya saja, kadar dan tingkatnya berbeda-beda. Mana yang lebih dominan, dan mana yang biasa-biasa saja.

Ada Koleris Sanguinis. Artinya kedua watak inilah yang pualing dominan dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungan dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris sanguinis. Suka nyuruh-nyuruh orang, tapi juga senang bicara (dan mudah pelupa). Jadi sabar saja :p

Ada pula Koleris Melankolik. Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya tak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam. Sehingga kadang serasa diintrogasi, sebab memang ia ingin sempurna, tahu secara lengkap dan agak dingin. Menghadapi orang ini, anda fahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.

Lain lagi dengan Phlegmatis Melankolik. Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat… semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.
Dan masih banyak lagi kombinasinya. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika pasangan atau kerabat, atau partner kerja dengan cepat memahami, maka mereka paham, dimana mereka harus menempatkan diri ketika salah satunya dilanda emosi. Dan mungkin, bias jadi, inilah yang meredakan ketegangan antar pribadi. Bukan malah satu sama lain merasa paling benar, sok suci.

Yah, keberagaman memang tersebar dimana-mana. Agar segalanya lengkap, berwarna, dan terkendali. Dan untuk karakter yang paling baik, tentu saja adalah orang-orang yang mau dan siap untuk terus memperbaiki diri. Mau sanguinis, koleris, melankolis, ataupun plegmatis. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan diri, dan tanpanya, dunia pasti sepi dan tidak sehebat ini. 

so, apa jadinya kalau dunia sepi? tentu saja tidak asyik. karna kita terkadang yang memunculkan sendiri perdebatan, agar wawasan bertambah, agar solusi didapat, agar intelektual dan emosi kita terasah.


.







Monday, 27 August 2012

sekiranya, bukan nyata!


Sekiranya gubahan lagu mampu meluluhkan ketermanguanku.
Kuyakini itu hanya semu
sekiranya syahdu-mu mengusik sejenak keakuanku.
maka bisa saja itu sekedar maya-ku. Gelapku

Sekiranya tawamu mampu membasuh luka, tanpa sisa.
kuikhlaskannya, menjamah relung kalbu.
karna tak akan kubiarkan sehelai luka lalu kembali mereguk bahagiaku, denganmu

sekiranya jemarimu mampu kugenggam erat,
maka akan kudekapnya kuat
meski sekedar bayang yang berkelebat, tanpa banyak cakap.

sekiranya rinduku ini mampu terlibas, hanya dengan melihat matamu yang membias.
maka kuyakin, bening matamu tak sekedar menghias.
sekiranya yakinmu atas hatiku yang seberapa besar terasa hambar
maka biar saja asa-ku ini menggelepar, tanpa debar.

sekiranya, bukan nyata!



Sunday, 26 August 2012

Mereka bilang, rasio tak bekerja.


Bukan ragu-ragu yang memasungku
Bukan pula kesalahpahaman yang menyekat antara hati dengan hati yang sedang terbelenggu nafsu
Biar saja mereka dengan payung syahdu yang mereka anggap jauh dari tabu
Dan biarkan saja aku menggenggam erat yakinku

Bukan keegoisan semata yang membuat raga berpaling darinya
Bukan pula karna mampu hidup sendiri tanpa duka dan airmata bersama cinta
Meski rasanya, bejana batas rasa harus dirasa dan dijaga mekarnya
Untuk nanti, seorang yang memang Tuhan anugrahkan untuk mereka.

Tapi, atas nama rasa, segalanya menjelma menjadi cumbu semata.
Menjadi nafsu yang bergejolak tiada terkira
Mengagungkan satu, menerabas dinding tabu menjadi gubahan lagu, tak jemu.

Mereka bilang, rasio tak bekerja.
Mereka bilang, nalar yang menuntun langkah kakinya.
Menghadirkan damba yang bekerja tanpa sadar di atasnya
Merusak tahta, merusak wibawa para hawa.

Biar .. biar saja atap batasku memayungi diri dari segala buaian janji
Biar kelak nanti, yakinku yang berdiri, dan merajai
Bahwa ketentuan pasti yang memenangkan nurani